LKM Syariah Diminta Inovatif Tumbuhkan Inklusi Keuangan

KIBLAT.NET, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah di pesantren dapat berkembang. Perkembangannya bukan hanya di lingkungan pesantren namun juga di kalangan masyarakat pada umumnya, sehingga membantu menumbuhkan inklusi keuangan.

Analis Eksekutif Senior pada Grup Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro OJK, Fithri Hadi menuturkan pihaknya akan terus mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Ia menilai perkembangan LKM masih cukup rendah. Survei terakhir dari OJK pertumbuhan LKM baru 60%, adapun versi bank dunia sekitar 40% dari populasinya.

“Singkatnya perbedaan perhitungan menunjukkan pertumbuhan yang masih rendah. Untuk itu kita membutuhkan inovasi-inovasi untuk mengembangkan LKM-LKM ini,” katanya dalam diskusi “Membedah Belantara Fintech” di Jakarta, Rabu, (14/3/2018).

Dia juga menegaskan kepada pelaku LKM dapat mematuhi peraturan yang sudah ada. Utamanya dalam menjaga kepercayaan konsumen yang menaruh keuangannya di lembaga tersebut.

“Skema syariah sistem bagi hasil dan berbagi resiko sudah banyak tumbuh di masyarakat. Kita berharap fintech (Financial Tekhnologi), mikro dan koperasi syariah mematuhi aturan yang ada dan juga mengikuti arahan Majelis Ulama Indonesia,” ingatnya.

Dia menjelaskan arahan dari MUI terkait penerapan murabahah dalam praktik bank, fintech, LKM syariah terbagi kedalam tiga tipe. Tipe pertama, konsisten terhadap fiqih muamalah, Tipe Kedua mirip dengan tipe yang pertama, tapi perpindahan kepemilikan langsung dari supplier kepada nasabah, sedangkan pembayaran dilakukan bank langsung kepada penjual pertama/supplier.

BACA JUGA  BPJPH Tunggu Ketetapan Fatwa MUI untuk Terbitkan Sertifikat Halal Vaksin

“Tipe Ketiga paling banyak dipraktekkan oleh bank syariah, yaitu Bank melakukan perjajian murabahah dengan nasabah, dan pada saat yang sama mewakilkan (akad wakalah) kepada nasabah untuk membeli sendiri barang yang akan dibelinya,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat