... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Analis Rekomendasikan AS Siapkan Skenario Kekalahan di Afghanistan

KIBLAT.NET, Washington – Hal terpenting selama tujuh belas tahun pendudukan (baca: penjajahan) pasukan asing pimpinan AS di Afghanistan dalam rangka perang global melawan “teror” (GWT) adalah mencegah Afghanistan menjadi tempat aman atau surga bagi para jihadis. Sekali lagi, misi utama perang AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan adalah mencegah negeri itu menjadi tempat favorit bagi organisasi-organisasi jihad baik lokal maupun internasional.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, para analis telah memperingatkan, seperti dilansir Antiwar, sebagian wilayah Afghanistan secara de facto sudah kembali lagi menjadi surga bagi para jihadis. Mereka memiliki data konkrit mengenahi banyaknya wilayah yang lepas dari kontrol pasukan militer Afghan yang didukung oleh Amerika. Sementara para pejabat Washington pun memperkirakan di tahun 2018 ini situasinya lebih buruk karena akan semakin banyak wilayah yang jatuh ke tangan Taliban.

Apa yang sudah dipersiapkan oleh pejabat-pejabat intelijen & pertahanan AS dalam menghadapi kekalahan efektif mereka dalam perang di Afghanistan? Bagaimana imperium AS yang sudah mulai udzur ini menyikapi realita Taliban, al-Qaidah, dan dalam batas tertentu (juga) ISIS yang sedang membangun kekuatan secara riil di tanah Afghanistan? Mimpi buruk apa yang membuat AS tidak mampu mencegah menjamurnya kembali kamp-kamp pelatihan yang membuat para jihadis “merdeka” melakukan kaderisasi & perencanaan serangan?

Nampaknya AS tidak lagi punya banyak pilihan maupun alternatif apapun dalam menghadapi perkembangan di Afghanistan saat ini. Model invasi dengan mengerahkan pasukan besar-besaran seperti di era Bush sudah dilakukan dan terbukti gagal. Eksperimen “drone” untuk meminimalisir korban pasukan seperti di era Obama justru memicu kecaman luas karena jatuhnya banyak korban sipil, dan alhasil tidak efektif. Kebijakan eskalasi yang sudah diumumkan Presiden Trump sejak 2017 lalu, dalam banyak kasus di lapangan juga mengalami kegagalan.

BACA JUGA  Taliban: Trump, Hati-hati! Anda Tak Tau Siapa yang Anda Perangi

Yang bisa dilakukan AS untuk menghadapi realita Afghanistan saat ini adalah mempersiapkan segala konskuensi dari kekalahan tersebut. Kamp-kamp atau muaskar jihadis di banyak wilayah benar-benar sudah eksis, bahkan dengan model yang lebih sophisticated. Di tahun-tahun mendatang, wilayah aman & pusat pelatihan jihadis itu tentu akan terus berkembang baik jumlah maupun penyebarannya.

Sumber: Antiwar
Redaktur: YasinMuslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pernyataan Wiranto dan Zulkifli Hasan Dinilai Lemahkan KPK

Wiranto meminta KPK menunda penyelidikan dugaan suap terhadap para calon pemimpin daerah itu. Ia meminta KPK tidak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) selama Pilkada berlangsung.

Rabu, 14/03/2018 06:36 0

Indonesia

Habib Rizieq Apresiasi Kinerja UBN dalam GNPF-Ulama

KIBLAT.NET, Jakarta – Habib Muhammad Rizieq Syihab turut mengapresiasi kinerja GNPF-MUI yang kini telah berganti...

Selasa, 13/03/2018 21:38 0

Indonesia

Bangun Instalasi Sterilisasi Air minum di Asmat, Baznas Diapresiasi Pemerintah

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah membangun instalasi sterilisasi air minum di Asmat, Papua. Menurut Direktur Pendistribusian Zakat Nasional (Baznas), Mohd. Nasir Tajang, program ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah membangun instalasi sterilisasi air minum di Asmat, Papua. Menurut Direktur Pendistribusian Zakat Nasional (Baznas), Mohd. Nasir Tajang, program ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Selasa, 13/03/2018 21:25 0

Indonesia

Bercadar di IAIN Bukittinggi, Dosen Ini Dinonaktifkan

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sjeh M. Djamil Djambek atau IAIN Bukittinggi memutuskan untuk menonaktifkan dosen bernama Hayati Safri.

Selasa, 13/03/2018 19:51 1

Indonesia

Habib Rizieq Bantah Adanya Perselisihan di GNPF Ulama

Habib Rizieq Shihab menyebut kabar perselisihan di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama sebagai hoaks

Selasa, 13/03/2018 19:04 0

Indonesia

Soal Investasi BPKH di Tanah Wakaf Rakyat Aceh, MUI: Kalau Ditolak Berarti Nggak Boleh

Harus ada kesepakatan investasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI di atas tanah wakaf Aceh atau Baitul Asyi di Arab Saudi

Selasa, 13/03/2018 17:48 0

Kolom

Manusia, Komputer, dan Cadar

Bukan bermaksud mengolok-olok, tetapi saya justru semakin tak mengerti ketika larangan tersebut dicabut. Ketika melihat alasan pencabutannya adalah demi menjaga iklim akademik yang kondusif.

Selasa, 13/03/2018 17:12 0

Info Event

Ikutilah! Kajian Pranikah Bersama Ustadz Tri Asmoro di Jakarta

KIBLAT.NET – Akhir-akhir ini tema nikah muda mencuat dimana-mana. Sungguh ini adalah sebuah kemajuan yang bagus....

Selasa, 13/03/2018 16:58 0

Indonesia

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1439 H Jatuh pada 17 Mei 2018

Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan dan 1 Syawal 1439 H

Selasa, 13/03/2018 15:22 0

Indonesia

Lagi-lagi, Larangan Mahasiswi Bercadar Muncul di IAIN Bukittinggi

Institut Agama Islam Negeri IAIN Sjech M. Djamil Djambek atau dikenal IAIN Bukittinggi, melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Pihak IAIN Bukittinggi mengkatagorikan cadar sebagai salah-satu pelanggaran kode etik berpakaian.

Selasa, 13/03/2018 13:52 2

Close