... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sekelompok Pria Bertopeng Bakar Masjid di Jerman

Foto: Sekelompok pria bakar masjid di Jerman.

KIBLAT.NET, Berlin – Sebuah masjid di Berlin telah dibakar oleh penyerang bertopeng pada dini hari Ahad (11/03/2018) pagi. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah masjid lain yang dikunjungi oleh masyarakat Turki di Jerman diserang pada hari Jumat.

“Saksi mata mengatakan kepada kami bahwa tiga penyerang dengan wajah tertutup melemparkan bahan bakar dan segera melarikan diri,” kata Bayram Turk, kepala asosiasi masjid.

Pada hari Jumat, Masjid Aksemsettin milik Asosiasi Tionghoa Muslim-Turki Komunitas Islam Nasional (IGMG) di kota Lauffen am Neckar juga diserang.

Sebuah laporan pemerintah mengungkapkan, terdapat 950 serangan terhadap muslim dan masjid di Jerman pada 2017. Kementerian Luar Negeri mencatat setidaknya 60 serangan tahun lalu menargetkan masjid dan institusi muslim lainnya. Pelakunya mayoritas dari ekstremis sayap kanan.

Pada Januari lalu, pihak berwenang Jerman mulai mendata kejahatan islamofobia pada catatan khusus. Hal itu dilakukan setelah muncul desakan dari komunitas muslim di negara itu untuk mengambil tindakan yang lebih serius terhadap meningkatnya jumlah kekerasan terhadap muslim.

Jerman, sebuah negara dengan 81,8 juta orang, memiliki penduduk muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis. Dari 700 juta muslim di negara ini, 3 juta berasal dari Turki. Banyak dari mereka adalah generasi kedua atau ketiga keluarga Turki yang bermigrasi ke Jerman pada tahun 1960an dan terintegrasi dengan baik.

BACA JUGA  Dokter Khan, Kritik yang Membuatnya Dijebloskan ke Tahanan

Uni Eropa telah menyaksikan berkembangnya islamofobia dan kebencian terhadap para migran dalam beberapa tahun terakhir karena dipicu oleh propaganda dari partai-partai sayap kanan dan populis, yang telah mengeksploitasi kekhawatiran akan krisis pengungsi dan terorisme.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Editorial: Tebang Pilih Kasus Hoaks

KIBLAT.NET – Editorial: Tebang Pilih Kasus Hoaks. Sejak Februari hingga awal Maret, kepolisian telah menangkap...

Senin, 12/03/2018 14:47 0

Indonesia

Di Babel, MIUMI Tegaskan Visi dan Misi Persatuan Umat

MIUMI berharap dapat menyatukan ghirah yang ada di daerah-daerah dan satu komando untuk kemajuan Islam khususnya di Indonesia.

Senin, 12/03/2018 13:40 0

Opini

Ekonomi Islam di Indonesia, Kini dan Nanti

Seiring dengan itu, maka dirasa perlu bagi kita untuk memetakan faktor yang menyebabkan permasalahan tersebut, pertama, masih minimnya peran ulama dalam mengimplementasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam kajian di masjid.

Senin, 12/03/2018 12:04 0

Indonesia

Mendagri Minta Kepala Daerah di 14 Provinsi Awasi Mantan Napi Terorisme

Ia pun akan menginstruksikan kepada kepala daerah yang tersebar di 14 provinsi dimana para mantan napi terorisme tersebut tinggal untuk memantau dan melakukan pembinaan kepada mereka.

Senin, 12/03/2018 11:15 0

Indonesia

Rencana Investasi BPKH Pakai Tanah Wakaf Rakyat Aceh di Mekah Ditentang

Komite Persatuan Pemuda Aceh (KOPPA) menentang rencana investasi BPKH di tanah wakaf rakyat Aceh di Mekah

Senin, 12/03/2018 10:21 0

Artikel

War On Hoax: Kritis Tanpa Hoax

Di Amerika Serikat pula, Hoax yang dampaknya sangat massif dan dibuat oleh penguasa atau pemerintah. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan George W. Bush. Ketika pada pada tahun 2002 menuduh pemeritah Irak di bawah Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

Senin, 12/03/2018 09:00 0

Artikel

Ketika Polisi Jadi Santri Instan di Ngruki

Hanya yang masih ganjil bagi saya, dan juga sebagian kawan-kawan alumni, kok belajarnya cuma dua hari? Bagi kami para alumni yang berpengalaman nyantri 4 hingga 6 tahun, bisa mengukur kira-kira dapat apa kalau cuma belajar agama hanya dua hari saja.

Senin, 12/03/2018 07:01 0

Indonesia

Info Kebocoran NIK, Kemkominfo Salahkan MCA

Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiakto mengatakan ada penyerangan info terkait kebocoran data NIK dan KK dalam registrasi kartu prabayar.

Ahad, 11/03/2018 21:43 0

Indonesia

Ternyata, Indonesia Belum Miliki UU Perlindungan Data Pribadi

Ia mengungkapkan bahwa pihak Kominfo mengaku sudah mengajukan ke Badan Legislatif. Namun pihak Kemenkumham tidak memasukkannya dalam prioritas.

Ahad, 11/03/2018 13:07 0

Indonesia

3 Cara Bedakan Fakta dan Berita Hoaks Ala Pakar Komunikasi UI

Banyaknya kabar hoaks atau fake news, seseorang jadi sulit mengidentifikasi berita yang faktual atau factual news. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Prof. Ibnu Hamad menyampaikan tips untuk membedakan keduanya.

Ahad, 11/03/2018 09:28 0

Close