... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ekonom Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Meroketnya Utang Era Jokowi

Foto: Diskusi bertajuk Meroketnya Hutang Jokowi di Gedung DPP PKS

KIBLAT.NET, Jakarta – Meroketnya utang negara dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi yang mencapai Rp3.938,7 triliun dinilai akibat kacaunya pengelolaan anggaran negara.

Ekonom Wiratama Institute, Syarif Hidayatullah mengatakan target pendapatan negara dipatok terlalu tinggi, namun tidak dapat tercapai. Situasi itu akhirnya memaksakan perubahan management anggaran dan berujung utang.

“Ini harus jadi warning bagi pemerintah, sebab ada yang salah dalam pengelolaan anggaran kita,” katanya dalam diskusi bertajuk “Meroketnya Hutang Jokowi” di Gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (9/3/2018) malam.

Syarif mengatakan hutang tidak selalu jelek, ketika memang ada kondisi negara untuk berutang. Akan tetapi utang perlu dilihat peruntukannya dan apa implikasi dari utang itu. Implikasi paling mudahnya adalah mempengaruhi belanja negara. Faktanya beban pembayaran dan bunga utang sudah terlalu besar dari proporsi belanja.

“Apakah benar belanja kita produktif ke arah infrastruktur. Saya melihat Rp400 triliun anggaran infrastruktur itu justru adalah klaim. Rp120 triliunnya merupakan anggaran alokasi umum daerah yang diklaim pemerintah pusat sebagai anggaran infrastruktur negara,” ungkapnya.

Selain itu pemerintah juga menyebut segala akomodasi transportasi dan kebutuhan lainnya dalam memantau proyek dimasukkan ke anggaran itu. Syarif menegaskan apabila keseimbangan primer APBN dengan utang negatif maka pemerintah akan melakukan gali lubang tutup lubang. Artinya ketika ruang APBN larinya untuk menambal utang, maka bagian untuk belanja lain akan menipis.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Laporkan Faskes yang Naikkan Harga Swab Test

“Pemerintah mengklaim anggaran yang seharusnya hak pembangunan daerah. Tetapi anggaran itu dialokasikan membangun infrastruktur. Patut kita pertanyakan, hal yang sangat fatal sehingga utang meroket adalah management buruk dan realisasi anggaran buruk,” tuturnya.

Syarif juga mengkritisi pemikiran pemerintahan, dalam hal ini Kementrian Keuangan Sri Mulyani, yang selalu membandingkan antara utang Indonesia dengan negara lain. Sehingga perbandingan itu menjadi acuan bahwa utang Indonesia masih positif. Padahal menurut Syarif acuan itu tidak relevan dan seakan pemerintah menutup-nutupi kebenaran.

“Padahal kondisi setiap negara berbeda. Perbedaan itu ditinjau bukan jumlah banyak utangnya, tetapi dilihat dari persentase kemampuan membayar dan bunga utang. Jadi jangan bilang utang Indonesia aman dengan membandingkan negara lain,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Ekonom Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Meroketnya Utang Era Jokowi”

  1. Amani Hasballah

    Kondisi utang indonesia masih aman karena jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) masih berada di kisaran 34% dan menambahkan utang tidak boleh melebihi 60% dari PDB negara. ULN Indonesia masih dalam batas aman, karena 80% nya adalah dalam bentuk Surat Utang Negara dengan tenor jatuh tempo jangka panjang rata-rata 8 sampe 10 tahun, dengan tenggat pembayaran yang tidak terburu-buru, saya yakin pemerintah bisa melunasi utang dan bunganya lewat peningkatan produktivitas utang yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Apalagi dengan utang kita itu, tahun lalu ekonomi Indonesia juga bisa tumbuh 5%.

  2. aa

    moso sih amani ?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

BMH Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan untuk TPA

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) salurkan bantuan sarana pendidikan ke TPA

Sabtu, 10/03/2018 07:51 0

Prancis

Muslim Perancis Minta Macron Tak Ikut Campur Urusan Islam

Aturan resmi yang dicanangkan oleh Presiden Macron adalah pemisahan ketat antara agama dan negara. Aturan itu telah digunakan untuk membenarkan larangan mengenakan jilbab bagi pegawai pelayanan publik dan hijab di tempat umum.

Jum'at, 09/03/2018 16:39 0

Asia

Korsel Batalkan Fasilitas Mushala untuk Olimpiade Musim Dingin 2018

Muslim di Korea Selatan berjumlah 0,2 persen, sekitar 51 juta dari total penduduk. Pembatalan itu dilakukan setelah mendapat penolakan keras dari kelompok anti-Muslim. 

Jum'at, 09/03/2018 15:10 0

Amerika

Kelompok LSM Desak Trump Akhiri Kebijakan Drone AS

Serangan drone AS di Iraq dan Suriah meningkat 50 persen pada 2017 dari tahun sebelumnya. Sementara kematian warga sipil meningkat 215 persen.

Jum'at, 09/03/2018 13:52 0

News

Data Bocor, Dukcapil Salahkan Pemilik NIK

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Zudan Arif Fakrulloh membenarkan bocornya data Nomor Induk KTP (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Soal kebocoran ini, ia mengatakan bahwa itu ulah oknum, bukan kesalahan Dukcapil

Jum'at, 09/03/2018 13:19 1

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Strategi Belanda Menghancurkan Network Diponegoro

Perang Diponegoro adalah sebuah perlawanan untuk merebut kekuasaan politik di Kesultanan Yogyakarta yang direncanakan secara cermat, rahasia, dan lama, dengan tujuan membangun balad Islam yang berlandaskan Al Qur'an di tanah Jawa.

Jum'at, 09/03/2018 12:30 0

News

NIK dan KK Bisa Digunakan Lembaga Publik Tanpa Izin Pemilik

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh menyatakan data NIK dan nomor KK di Dukcapil bisa dimanfaatkan oleh Lembaga Pelayanan Publik yang terikat dalam Memorandum of Understanding (MoU) tanpa harus izin pemilik NIK dan No KK

Jum'at, 09/03/2018 12:00 0

Info Event

Hadiri! Seminar Nasional “Sukses Kaya Bahagia dengan Asma Al-Husna & Teladan Sifat Rasulullah”

Hadiri! Seminar Nasional 2018 dengan tema “Sukses Kaya Bahagia dengan Asma Al-Husna & Teladan Sifat Rasulullah”

Jum'at, 09/03/2018 09:29 0

Irak

Baghdad Vonis Mati Saudari Abu Umar Al-Baghdadi

“Suami terdakwa juga salah satu komandan di Organisasi Al-Qaidah dan sudah divonis mati,” ujar Briqdar.

Jum'at, 09/03/2018 08:48 0

Suriah

Korban Sipil di Ghouta Timur Sudah Mencapai 900 Orang

SOHR menyebutkan pihaknya mencatat terjadi dua kali kondisi sesak nafas yang dialami korban setelah jet tempur menjatuhkan bom dalam beberapa hari terakhir.

Jum'at, 09/03/2018 07:56 0

Close