Rezim Kirim Ratusan Militan Lokal dan Asing ke Front Ghouta Timur

KIBLAT.NET, Damaskus – Militer Suriah kembali mengirim pasukan tambahan untuk merebut Ghouta Timur di pedesaan Damaskus dari tangan pejuang oposisi. Dilaporkan sebanyak 700 anggota milisi pendukung rezim diturunkan pada Rabu (07/03).

Lembaga pengawas HAM Suriah, SOHR, menunjukkan ratusan militan itu berasa dari dalam dan luar Suriah. Milisi dari luar Suriah berasal dari Afghanistan dan Palestina. Mereka dilatih dan disenjatai oleh Iran.

Direktur SOHR, Rami Abdurrahman, mengatakan bahwa milisi-milisi itu masuk ke Ghouta Timur sejak Selasa malam. Mereka disebar di front-front baru di daerah Rayhan, timur laut Ghouta Timur, hingga kota Harasta, yang terletak di barat. Rezim nampaknya ingin menyasar kota Duma, kota terbesar di Ghouta Timur yang dikendalikan Jaisyul Islam.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu menjelaskan bahwa tujuan penambahan pasukan ini untuk memecah wilayah Ghouta Timur menjadi dua bagian, utara dan selatan. Jika ini berhasil, kota Duma yang berada di utara teriosalis penuh.

SOHR menunjukkan, militer rezim terus meraih kemajuan di lapangan. Bahkan, lembaga tersebut memprediksi rencana militer Suriah itu berhasil. Hal itu terlihat semakin terdesaknya pasukan oposisi yang berupaya mengagalkan strategi musuhnya itu.

Sementara itu, juru bicara Jaisyul Islam, Hamzah, mengatakan bahwa pejuangnya akan terus mempertahankan Ghoutah Timur. Dia mengaku tidak akan menerima segala kesepakatan yang memaksa pejuangnya keluar dari Ghoutah.

BACA JUGA  Pengacara HRS: Putusan Hakim Tunggal Sesat Menyesatkan

“Tidak ada negosiasi apapun terkait hal ini. Faksi-faksi di Ghouta, pejuang dan warganya, akan terus bertahan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Rusia telah menawarkan warga dan pejuang di Ghouta Timur dengan selamat, dengan syarat Ghouta diserahkan kepada rezim.

Gempuran dan pertempuran sampai saat ini masih berkecamuk di Ghouta Timur. Sebanyak 400 ribu warga terjebak dalam pertempuran. Segala upaya gencatan senjata tak berlaku akibat kebrutalan rezim Assad.

Ghouta Timur sendiri mayoritas dikendalikan oleh dua faksi, Jaisyul Islam dan Faylaq Ar-Rahman. Kendati kedua faksi ini rajin ikut dalam negosiasi internasional, hal itu tak membuat bantuan militer dari negara-negara PBB datang.

Sumber: mc-doualiya.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat