Konvoi Bantuan PBB Tinggalkan Ghouta Sebelum Bongkar Muatan

KIBLAT.NET, Damaskus – Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya bisa memasuki Ghouta Timur pada Senin (05/03) dengan membawa konvoi bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, puluhan truk PBB yang mampu memenuhi kebutuhan 27.000 jiwa itu tidak jadi dibongkar. Hanya beberapa truk saja yang sempat diturunkan muatannya. Rombongan itu kembali meninggalkan Ghouta Timur karena takut serangan udara rezim Assad.

Seperti dilansir Al-Arabiya, rombongan tiba Kota Duma, kota terbesar di Ghouta Timur, pada Senin siang. Perjalanan rombongan ini diwarnai dentuman bom. Semakin siang, suara ledakan bom semakin sering sehingga memaksa rombongan kembali keluar sebelum seluruh bantuan didistribusikan.

“Konvoi bantuan meninggalkan Duma Sembilan jam kemudian. Kami membagikan bantuan semampu kami di tengah gempuran,” tulis perwakilan UNHCR di Suriah, Sajjad Malik, di Twitter. Ia menunjukkan bahwa warga sipil terjebak di dalam situasi yang tragis. .

Juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Suriah, Linda Tom, menjelaskan bahwa pertempuran dan serangan masih berlangsung di Ghouta Timur pada Senin. Saat itu kami tengah membongkar muatan bantuan.

Koresponden AFP di Duma mengatakan bahwa gempuran menargetkan Duma di saat tim bantuan membongkar truk makanan untuk didistribusikan.

Anggota Dewan Lokal Duma, Riyan, mengatakan dalam pernyataannya bahwa rombongan meninggalkan kota di saat Sembilan truk masih dalam proses pembongkaran muatan.

“Penarikan itu terjadi tiba-tiba,” kata Rehan, yang hadir di lokasi kejadian.

Sementara itu sumber Bulan Sabit Merah Suriah mengungkapkan bahwa rombongan meninggalkan Ghouta Timur sebelum seluruh muatan dibongkar. Hal itu untuk menjaga keselamatan tim.

Peralatan Medis Tak Boleh Dibawa

Sebelumnya, Palang Merah Internasional mengumumkan sebuah konvoi bantuan yang terdiri sebanyak 46 truk bergerak menuju Ghouta timur, yang dikepung oleh rezim Suriah sejak 2013.

Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kepada Reuters rezim Suriah menyita seluruh perlengkapan pertolongan pertama dan perlengkapan bedah dari truk konvoi, yang sudah disiapkan.

“Keamanan melarang membawa semua peralatan pertolongan pertama, perlengkapan bedah, dialisis dan insulin,” kata sumber tersebut.

Dia menambahkan, sekitar 70 persen bantuan yang dibawa dari gudang WHO dikeluarkan sebelum dipersilahkan memasuki Ghouta Timur.

PBB mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka telah menerima persetujuan untuk memasuki Ghouta Timur. Namun rezim mensyaratkan konvoi bantuan diperiksa terlebih dahulu.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat