... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kedutaan Perancis Diserang, JNIM Umumkan Bertanggung Jawab

Foto: Kedutaan Besar Perancis yang dibom oleh JNIM

KIBLAT.NET, Ouagadougou – Kelompok jihadis afiliasi Al-Qaidah menyatakan bertanggung jawab atas dua serangan terkoordinasi yang menargetkan kedutaan Perancis di ibukota Burkina Faso, Ouagadoudou, dan markas besar militer negara itu. Merespon insiden tersebut, Perdana Menteri Paul Kaba Thieba hanya bisa marah dan mengecam, dan mengatakan serangan itu sebagai tindakan pengecut.

Jumlah korban menurut versi pemerintah setempat mengatakan delapan personil militer mereka tewas setelah bertempur menghadapi penyerang pada hari Jumat (02/03/2018) pagi itu, sementara sumber keamanan Perancis menyebut lebih dari 12 orang mengalami luka-luka serius akibat serangan.

Sejumlah pejabat pemerintah mengklaim delapan penyerang ikut tewas, sebanyak 80 orang termasuk warga sipil luka-luka. Sumber pemerintah juga mengatakan, serangan yang terjadi di markas militer itu menggunakan sebuah bom mobil. Di lokasi inilah forum regional anti-terorisme sering digelar dan diduga menjadi target serangan.

Saat meninjau lokasi pasca serangan, PM Burkina Faso, Thieba, mengatakan bahwa ia melihat pemandangan “di mana-mana hancur” dan ia mengutuk keras serangan tersebut yang sekali lagi, menurutnya, dengan cara pengecut menebar kematian dan kehancuran yang tidak perlu.

Melalui pesan yang dilansir media lokal Al-Akhbar, kelompok JNIM (Jamaah Nusrah al-Islam wal Muslimin) mengumumkan telah melancarkan serangan kembar yang mematikan di ibukota Ouagadoudou pada hari Jumat. JNIM dipimpin oleh Syeikh Iyad Ag Ghaly yang berasal dari Mali. Kelompok jihadis afiliasi al-Qaidah ini juga berada di balik berbagai serangan sebelumnya di daratan Sahel yang luas di Afrika barat & utara.

BACA JUGA  KH Luthfi Bashori: Saya Garda Depan Boikot Film The Santri

Dalam pesannya, JNIM mengatakan serangan di Ouagadoudou merupakan reaksi balasan atas gugurnya sejumlah pemimpin mereka saat terjadi penggerebekan oleh militer Perancis di Mali bagian utara dua pekan yang lalu.

Pada hari Sabtu, otoritas setempat mulai melakukan penyelidikan termasuk mengumpulkan sejumlah barang bukti di kedua lokasi serangan. Efek ledakan bom mobil menyebabkan sebuah kawah/lubang besar di jalan yang berada persis di samping markas besar militer, termasuk sebuah lubang di sisi bangunan. Jendela-jendela terhempas jauh dan pada dinding bangunan terlihat banyak sekali bekas lubang dari timah panas.

Menteri Komunikasi Remis Fulgance Dandjinou ikut berkomentar bahwa serangan ini terkait dengan sebuah gerakan “teroris” dan kelompok-kelompok lainnya di wilayah Sahel yang ingin mendestabilisasi atau menghambat kemajuan demokrasi kita.

Seorang saksi mata bernama Sayouba Ouedraogo (36 tahun) yang bekerja sebagai sopir mengatakan, “Situasi hari itu (Jumat) sangat panik. Di kota, orang-orang terlihat berhamburan ingin pulang ke rumah masing-masing. Toko-toko tutup, demikian juga sekolah-sekolah juga tutup”.

Di hari Jumat jam 9 pagi mulai terjadi kontak senjata sengit di pusat ibukota Burkina Faso. Sejumlah saksi mata mengatakan 5 orang dengan bersenjata Kalashnikov keluar dari sebuah mobil lalu menembaki orang-orang sebelum kemudian mereka mengarah ke gedung kedutaan Perancis.

Mereka menggunakan kostum warga sipil dengan wajah tertutup. Sementara pihak keamanan mengatakan seorang penyerang yang menyerbu markas militer mengenakan kostum seragam tentara nasional. Di saat bersamaan, sebuah bom meledak di dekat markas besar militer Burkina Faso yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi serangan pertama.

BACA JUGA  Hukum Perang Islam Ternyata Tak Menyelisihi Hukum Perang Internasional

Para pejabat berwenang dari negara-negara seperti Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger telah mengadakan pertemuan di markas besar militer tersebut dalam forum G5 Sahel. Kelompok G5 ini berencana akan melatih hingga 5.000 tentara dan ditargetkan akan mulai beroperasi penuh di akhir Maret ini.

“Setelah soft targets seperti hotel dan restaurant, serangan ini lalu menyasar ke hard targets berupa simbol (kedutaan),” kata Paul Koalaga. Koalaga merupakan seorang konsultan keamanan di Burkina Faso yang menganggap bahwa ada masalah di tingkat intelijen.

Seorang anggota satpam bank, Alassane Sawadogo, pada hari Sabtu mengkritik pemerintah terkait situasi keamanan yang semakin buruk. “Pemerintah hanya perlu bernegosiasi dengan para jihadis, (hal itu) apabila pemerintah tidak mampu memerangi mereka. Kami sudah bosan dan capek”, kata Sawadogo mengakhiri pernyatannya.(Syaf)

Sumber: Yahoo.com
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Lobi Israel di Amerika Serikat Itu Bernama AIPAC

Pemerintahan Trump terlihat telah menyelesaikan salah satu tuntutan utama AIPAC untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke kota pada Desember tahun lalu.

Ahad, 04/03/2018 15:04 0

Indonesia

BNPB: 72 Meninggal Akibat Bencana di Awal 2018

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir, longsor dan puting beliung. Karena potensi hujan selama Maret 2018 masih akan tetap tinggi.

Ahad, 04/03/2018 13:17 0

Indonesia

Bantu Rohingya, One Care Kembali Kirimkan Tim Relawan ke Cox’s Bazar

Bantuan ditujukan ke kantong-kantong besar pengungsian di wilayah Sittwe, Myanmar dan Cox’s Bazar, Bangladesh.

Ahad, 04/03/2018 10:14 0

Indonesia

Asing dan Aseng Hambat Ekonomi Syariah di Indonesia, Kata Syafi’i Antonio

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa aseng turut ikut campur dalam urusan politik nasional.

Ahad, 04/03/2018 08:08 0

Indonesia

Pakar Ekonomi: Indonesia Miliki Potensi Baik dalam Keuangan Syariah

Banyaknya muslim di Indonesia menjadi banyak pula potensi pasar untuk muslim.

Ahad, 04/03/2018 07:20 0

Indonesia

SAR Hidayatullah Temukan Satu Korban Longsor Brebes di Kedalaman 1,5 Meter

Beberapa waktu kemudian, pihak Puskesmas Bentar menginformasikan bahwa nama korban yang dievakuasi siang ini bernama Rustam Rusyadi dari Desa Bentar Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Ahad, 04/03/2018 06:45 0

Indonesia

Alasan Trump Pindahkan Kedubes AS ke Al-Quds Tanggal 14 Mei Menurut HNW

Rencana pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem (Al-Quds) Palestina semakin dekat. Wakil Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengimbau umat Islam agar memperhatikan hal itu.

Ahad, 04/03/2018 06:13 0

Indonesia

Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis Serukan Penghentian Kejahatan di Suriah

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis digelar di Hotel Bidakara, Jakarta

Sabtu, 03/03/2018 22:59 0

Indonesia

HTI Disebut Tak Dibubarkan dan Bukan Ormas Terlarang

Keputusan Menteri Hukum Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 bahwa objek putusannya adalah mencabut status pengesahan pendirian badan hukum (BH) dan bukan pembubaran apalagi menjadikan ormas terlarang

Sabtu, 03/03/2018 22:44 0

Indonesia

Citra Buruk Jokowi Jika Ustadz Abu Bakar Baasyir Tak Dirumahkan

Keluarga menegaskan Lapas Gunung Sindur sangat tak layak untuk Ustadz Abu Bakar Baasyir

Sabtu, 03/03/2018 22:33 0

Close