Gempuran Udara di Ghouta Timur Belum Berhenti

KIBLAT.NET, Damaskus – Serangan udara terus terjadi pada Jumat (02/03) meski telah diberlakukan gencatan senjata harian di Ghouta Timur. Akibatnya, korban tewas kembali berjatuhan.

Al-Jazeera melaporkan dari korespondennya di Ghouta Timur bahwa dua orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Pesawat tempur rezim menargetkan kota Duma dan Zamalka pada Jumat.

Serangan di Duma terjadi di tiga lokasi permukiman penduduk. Militer Suriah menggunakan jet tempur dalam gempuran ini. Di tempat lain, helikopter menjatuhkan birmil di kota Shifoniyah di distrik Al-Marij.

Sehari sebelumnya, sedikitnya 19 orang juga dilaporkan tewas akibat serangan udara di jam-jam diperlakukannya gencatan Rusia.

Gencatan di Ghouta Timur berlaku setiap hari mulai pukul sembilan hingga pukul dua siang waktu setempat. Penghentian serangan ini bertujuan untuk memberi jalan bagi warga Ghouta Timur yang ingin keluar melalui jalur yang disedikan Rusia melalui kamp Al-Wafidin di utara Ghouta.

Gencatan lima jam sehari itu telah berlangsung selama empat hari. Namun warga Ghouta masih enggan meninggalkan kampung halaman mereka meski porak-poranda.

Rezim dan Rusia menuduh pejuang Suriah menghalangi warga keluar Ghouta Timur dengan menargetkan jalur perlintasan yang disediakan Rusia. Tuduhan itu dibantah. Pejuang mengatakan bahwa gempuran yang tak berhenti membuat warga tak berani keluar dari tempat berlindung.

Al-Jazeera mengatakan, gencatan senjata yang diberlakukan di Ghouta Timur cukup signifikan mengurangi jumlah korban tewas. Namun bukan berarti korban tidak jatuh setiap hari. Mesin-mesin pembunuh rezim dan Rusia masih terus mengancam nyawa warga.

Analisis foto yang dilakukan sebuah badan PBB melihatkan kehancuran yang disebabkan oleh pemboman baru-baru ini di Ghouta Timur mencapai sekitar dua pertiga wilayah tersebut. Gambar tersebut meliputi area seluas 62 kilometer persegi dan setengah kilometer. Analisis itu juga menunjukkan bahwa bangunan-bangunan yang ada hancur total atau rusak parah.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat