... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Ghouta Timur Tolak Gunakan “Jalur Kemanusiaan” Rusia

Foto: Mobil yang disiapkan rezim di perlintasan Al-Wafidin

KIBLAT.NET, Damaskus – Hingga hari kedua (Rabu, 28/02) gencatan senjata palsu yang diumumkan di Ghouta Timur, tak ada satupun warga yang menyeberangi “jalur kemanusiaan”, yang ditentukan Rusia. Setelah membordir Ghouta berhari-hari, Moksow menyediakan jalur aman bagi warga yang ingin keluar sebagai rencana untuk mengosongkan wilayah tersebut.

Jalur kemanusiaan yang ditentukan itu berada di jalan yang melintasi kamp pengungsi Al-Wafidin. Warga yang akan keluar Ghouta Timur akan disambut oleh pasukan keamanan rezim dan diangkut ke kamp pengungsian di luar Ghouta.

“Jalannya terbuka lebar, akan tetapi sampai saat ini, di hari kedua, tak ada satupun yang datang,” kata sumber militer Suriah kepada kantor berita AFP, seperti dinukil Al-Sarq Al-Ausath, Rabu.

TV resmi Suriah juga menayangkan sejumlah bus dan mobil ambulan terparkir di Al-Wafidin. Kendaraan yang disiapkan untuk mengangkut warga dari Ghouta itu Nampak dijaga oleh pasukan keamanan.

Rezim dan Rusia menuding, pejuang oposisi sengaja menghalangi warga yang ingin keluar dengan menargetkan jalur jalan yang dilintasi. Tudingan itu diarahkan kepada Jaisyul Islam dan Faylaq Ar-Rahman, faksi paling dominan di Ghautah Timur.

Jaisyul Islam membantah keras tudingan tersebut. Kantor hubungan media faksi berideologi “Salafi” ini menegaskan bahwa pejuangnya tidak pernah menghalangi warga yang ingin keluar dari Ghauta Timur.

Pada bagiannya, juru bicara Faylaq Ar-Rahman, Wa’il Ulwan, mengatakan bahwa bom birmil/barel terus menghujani Ghouta. Hal itu membuat warga takut keluar dari tempat perlindungan.

BACA JUGA  Demontrasi Warga Suriah: Penjajah Rusia Harus Pergi!

Jaisyul Islam dan Faylaq Ar-Rahman sendiri menolak segala upaya pemindahan warga di Ghouta Timur. Rezim dan Rusia berupaya mengosongkan wilayah oposisi paling dekat dengan Damaskus dari warga dan pejuang yang menentangnya.

Rusia mengumumkan gencatan senjata harian di Ghouta Timur, menguatkan gencatan yang diumumkan DK PBB. Namun dua gencatan itu tak membuat kondisi lebih baik. Bahkan, Sekretaris PBB untuk Urusan Bantuan Kemanusiaan, Mark Lokoc, mengungkapkan kondisi di Ghouta kian memburuk sejak diumumkannya gencatan senjata.

Lokoc mengritik gencatan senjata lima jam setiap hari yang diumumkan Rusia. Waktu tersebut tidak cukup untuk mendistribusikan bantuan.

Dia juga memperingatkan bencana kelaparan di dalam Ghouta. Bahkan, ia menyebut ancaman mati kelaparan lebih besar menghantui warga Ghouta Timur daripada serangan bom. Seperti diketahui, Ghouta Timur diblokade sejak 5 tahun lalu.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) melaporkan, total korban tewas di Ghouta Timur sejak rezim meningkatkan serangannya sepuluh hari lalu telah mencapai 600 orang. Empat di antara korban tersebut tewas di waktu gencatan senjata.

Sumber: Enabbaladi, Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

DDII: Internasionalisasi Haji Picu Situasi Chaos

Internasionalisasi dua tanah suci sejak dahulu dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syiah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.

Kamis, 01/03/2018 10:44 0

Indonesia

Saksi Fakta: Info Komunisme di PDI-P Dapat Dipertanggungjawabkan

Saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Alfian Tanjung, Ahmad Sukatmajaya mengatakan bahwa semua data yang diungkapkan oleh Alfian Tanjung sangat sesuai dengan apa yang terjadi hari ini.

Rabu, 28/02/2018 19:59 0

Indonesia

Komentari Sa’i Mars Banser, Dubes Saudi Singgung Kelompok Syiah

Osama juga mengungkit, hal serupa juga pernah dilakukan oleh pengikut Syiah saat beribadah di Baitullah Mekkah beberapa waktu lalu.

Rabu, 28/02/2018 19:20 0

Indonesia

Pengalaman Yunahar di Suriah: Negeri Indah, Pemimpinnya Bengis

Ketum PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menceritakan pengalamannya berkunjung ke Suriah di tahun 2011 menjelang pecahnya konflik.

Rabu, 28/02/2018 18:53 0

Indonesia

Rekrut Petugas Haji 2018, Kemenag Terapkan Sistem CAT

Rekrutmen akan dilakukan baik untuk petugas kloter yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Rabu, 28/02/2018 17:38 0

Indonesia

MUI dan Ormas Islam Dukung Saudi Tolak Internasionalisasi Haji

Internasionalisasi dua tanah suci sejak dahulu dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.

Rabu, 28/02/2018 17:10 0

Indonesia

MUI Desak Pemerintah Indonesia Selamatkan Ghouta

Wakil Ketua Umum MUI Prof Yunahar Ilyas mengatakan, peran Indonesia sangat dibutuhkan dan tidak cukup hanya sebatas pernyataan saja.

Rabu, 28/02/2018 16:35 0

Indonesia

Bukti Dinilai Tak Obyektif, MUI Minta MA Tolak PK Ahok

Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas mengatakan, terpidana Ahok memang berhak mengajukan PK atas vonis yang ia terima.

Rabu, 28/02/2018 16:11 0

Indonesia

Dubes Saudi: Internasionalisasi Haji Sama Saja Deklarasi Perang

Arab Saudi mengapresiasi umat Islam Indonesia yang secara tegas menolak internasionalisasi dua tanah suci; Mekkah dan Madinah terkait penyelenggaraan haji. 

Rabu, 28/02/2018 16:05 0

Indonesia

MUI: Solusi Suriah Adalah Lengsernya Bashar Assad

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengemukakan, dalang di balik krisis yang berlangsung tujuh tahun itu adalah Rusia dan Amerika Serikat.

Rabu, 28/02/2018 15:07 0

Close
CLOSE
CLOSE