... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Sa’i Nyeleneh di Tanah Suci: Politisasi Umrah atau Kebodohan yang Disengaja?

Aksi sa’i yang dianggap nyeleneh itu kemudian mendapat kecaman luas. Protes pertama datang dari Kedubes Indonesia yang ada di Saudi. Mereka juga mendapat teguran keras dari Kerajaan Arab Saudi. “Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi Umrah dan Haji,” menurut keterangan Dubes Indonesia, Agus Maftuh Abegebriel.

Sementara itu Duta Besar Saudi untuk Indonesia, Usamah bin Muhammad Al-Shuaibi juga turut berkomentar “Hal seperti itu tidak pantas dan tidak boleh. Kalau semua dibolehkan nyanyi, lagu kebangsaan atau syiar-syiar di luar ibadah, nanti semua orang melakukan hal yang sama dan akan menimbulkan kegaduhan.”

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat ditemui di rumah dinas Dubes Arab Saudi, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (27/02/2018) malam.

Keresahan Dubes Saudi terhadap tindakan sa’i yang kelewat batas itu memang dapat dipahami. Sebelumnya, adapula video viral jamaah umrah yang membacakan kelima sila Pancasila di tempat sa’i. Kita tidak bisa membayangkan jika, ke depan nanti jamaah umrah atau haji dari Indonesia melantunkan syair Indonesia Raya atau lagu Iwak Peyek dengan dalih cinta tanah air.

Atas hal itu, wajar pula jika memang Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas turut minta maaf. Apalagi, jika memang hal tersebut dianggap mengganggu hubungan diplomatik dua negara. “Ada spirit kebangsaan dan spirit membawa Islam ramah dan rahmah sebagaimana yang dipraktekkan oleh muslim di Indonesia ke seluruh belahan dunia termasuk di Saudi,” kilah Yaqut.

BACA JUGA  UNICEF: 12 Juta Bocah Yaman Butuh Bantuan Mendesak

Baik kasus Tibet maupun pembacaan lagu Ya Lal Wathon di tanah Suci mekkah ini menunjukkan bahwa orang-orang NU yang merupakan bagian dari sebuah institusi agama kerap tidak memahami masalah dan mudah dijadikan komoditas politik. Sulit bagi kita untuk menyetujui ucapan Yaqut yang menyatakan bahwa aksi tersebut tidak bermuatan politis, sementara di sisi lain ia dengan tegas menyebutkan bahwa upaya tersebut merupakan sebuah gambaran spirit kebangsaan orang-orang NU di Tanah Arab.

Kita tahu selama ini kelompok tradisionalis yang mayoritas diwakili oleh institusi Nahdlatul Ulama, kerap mengeluarkan narasi antipati terhadap Islam Arab atau apa yang mereka sebut sebagai Wahabisme. Sehingga, dari aksi tersebut dapat dipahami bahwa ketika mereka berada di Tanah Suci sekalipun, mereka lebih memilih mencitrakan diri sebagai orang yang menonjolkan sisi nasionalismenya ketika beribadah ketimbang sisi relijiusnya atau jatidiri Muslimnya.

Lebih lucunya lagi, syair Ya Lal Wathon itu sendiri diciptakan oleh Kyai Wahab menggunakan bahasa Arab. Hal itu sebenarnya menunjukkan pada kita bahwa para ulama pendiri NU sendiri tak pernah ada yang anti-Arab. Apalagi sampai berdoa di Tanah Suci menggunakan langgam Jawa.

 

Penulis: Fajar Shadiq

1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Indonesia Diminta Inisiasi Perdamaian Suriah

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menginisiasi gerakan solidaritas internasional untuk perdamaian Suriah.

Kamis, 01/03/2018 19:35 0

Afghanistan

Usai Bertempur, Taliban Gelar Selebrasi Kemenangan di Kandahar

Dalam rilis video terbarunya, Imarah Islam (Taliban) mendokumentasikan aksi amaliyat “serangan malam” ke sebuah basis militer Afghan di provinsi Kandahar.

Kamis, 01/03/2018 19:02 1

Indonesia

RBC Sinergi Foundation Buka Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandung

Sudah beberapa hari ini wilayah Bandung dan sekitarnya diguyur hujan deras. Bahkan beberapa lokasi di kabupaten Bandung mulai terendam banjir hingga setinggi lebih dari 1 meter seperti di Kampung Citeureup, RW 02, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Kamis, 01/03/2018 18:31 0

Indonesia

Serentak, Ini 22 Kota Lokasi Aksi Solidaritas untuk Ghouta

Syam Organizer (SO) berencana menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk kepedulian kepada umat Islam di Ghouta yang sedang dibantai. Hal itu diungkapkan oleh Humas SO, Taufik Hidayat.

Kamis, 01/03/2018 17:43 0

Indonesia

Mantan Ketum Persis Tangisi Tragedi di Ghouta

Prof. Dr. Maman Abdurrahman, mantan Ketua Umum PP Persis sedih melihat kondisi di Ghouta Timur saat ini. Perlakuan rezim Suriah dan Rusia terhadap rakyat Suriah disebut sebagai kejahatan perang.

Kamis, 01/03/2018 17:00 0

Indonesia

Mars Banser saat Sai, Menag Minta Patuhi Petunjuk Manasik

Pro kontra berkembang terkait boleh tidaknya hal itu dilakukan. Pemerintah Saudi bahkan meminta klarifikasi terkait hal ini kepada Kedubes Indonesia di Arab Saudi.

Kamis, 01/03/2018 16:33 0

Belanda

Pengadilan Belanda Kurangi Hukuman Terpidana Penyerang Masjid

Hukuman itu dikurangi karena pengadilan menganggap bahwa tindakan melempar bom molotov tidak membahayakan orang-orang di dalam dan di luar masjid.

Kamis, 01/03/2018 16:24 0

Indonesia

Begini Cara Syam Organizer Salurkan Bantuan Indonesia untuk Ghouta

Menanggapi krisis kemanusian yang terjadi di Ghouta Timur, Suriah, Syam Organizer (SO) menjalin kerjasama dengan lembaga kemanusiaan Turki untuk mendistribusikan bantuan.

Kamis, 01/03/2018 16:07 0

Indonesia

KAMMI Serukan Penggalangan Solidaritas Kemanusiaan untuk Rakyat Suriah

KAMMI menyebut rezim pemerintah Bassar al Asad telah melakukan genosida sistemis

Kamis, 01/03/2018 16:06 0

Amerika

Ritel AS Naikan Batas Usia Beli Senjata Pasca Penembakan di SMA

raksasa ritel AS Walmart memberlakukan langkah itu setelah Dick Sporting Goods menyatakan akan menghentikan penjualan senjata bergaya penyerangan.

Kamis, 01/03/2018 14:22 0

Close