Ritel AS Naikan Batas Usia Beli Senjata Pasca Penembakan di SMA

KIBLAT.NET, Washington – Sejumlah perusahaan ritel AS menaikkan batas usia pembelian senjata api menjadi 21 tahun. Pada Rabu (28/02/2018), raksasa ritel AS Walmart memberlakukan langkah itu setelah Dick Sporting Goods menyatakan akan menghentikan penjualan senjata bergaya penyerangan.

Keputusan itu dibuat melihat kasus penembakan terbaru di Marjory Stoneman Douglas High School. Nikolas Cruz (19 th), bersenjatakan senapan AR-15, menembak mati 17 siswa. Walmart mengatakan akan berusaha menerapkan pedoman baru, yang akan berlaku untuk senjata api dan amunisi secepat mungkin.

Selain meningkatkan batas usia, Walmart berjanji untuk menarik barang-barang yang menyerupai senapan gaya serbu. Senapan airsoft yang tidak mematikan, bahkan mainan pun akan dilarang.

Sebelumnya, Walmart mengaku telah memberlakukan aturan lebih ketat untuk pembelian senjata dibanding UU yang ditetapkan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, para pengecer secara bertahap mengurangi akses pelanggannya terhadap senjata mematikan. Pada tahun 2006, perusahaan itu berhenti menjual senjata di sepertiga gerainya di seluruh AS, dengan alasan kurangnya permintaan.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran Asosiasi Senjata Nasional (NRA) dan berbagai kelompok berburu. Pada tahun 2015, Walmart membuat keputusan untuk menghentikan penjualan senapan semi-otomatis sepenuhnya, termasuk AR-15 yang menjadi simbol penembakan massal yang meluas selama bertahun-tahun.

Walmart mengikuti pemain utama lainnya di pasar, salah satunya pengecer alat olahraga terbesar AS, Dick’s Sporting Goods. Ed Stack, CEO perusahaan tersebut mengumumkan bahwa para eksekutif perusahaan dikejutkan oleh informasi bahwa pelaku penembakan massal di sekolah membeli sebuah senjata di salah satu toko mereka.

BACA JUGA  Biden Minta Saudi Bertanggung Jawab atas Pelanggaran HAM

Meskipun akhirnya pelaku tidak menggunakan senjata yang dibelinya dalam penembakan, Stack mengatakan bahwa perusahaan itu akan menghentikan penjualan senjata bergaya penyerangan di semua tokonya dan menaikkan batas usia untuk membeli senjata api menjadi 21 tahun.

Keputusan yang diambil perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan kesamaan langkah yang jarang. Meski berdampak negatif terhadap penjualan mereka, hal itu dianggap sebagai kampanye publik melawan NRA.

Beberapa orang menganggap langkah Walmart dan Dick sebagai kemenangan bagi gerakan mahasiswa yang menggagas untuk menaikkan batas usia pembelian senjata menjadi 21 tahun. Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mendukung langkah itu.

Kasus penembakan di Amerika Serikat tak jarang terjadi. Sebelum kasus yang melibatkan seorang remaja bernama Nikolas Cruz, Stephen Paddock (52 th) juga mengumbar tembakan terhadap para penonton konser di Las Vegas, Nevada, sehingga menewaskan 58 orang dan melukai ratusan lainnya pada Oktober 2017. Selang sebulan, Devin Patrick Kelley (26 th) melakukan penembakan massal saat misa di sebuah gereja di Texas yang menewaskan 26 orang.

Sumber: RT
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat