... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB: Gencatan Senjata di Ghouta Timur Belum Teraplikasi

Foto: Warga sipil Suriah di Ghouta Timur menyelamatkan diri dari pemboman rezim Bashar Assad

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB, Rabu (28/02), menggelar sidang untuk mendengar laporan mengenai situasi kemanusiaan di Suriah setelah diterapkannya gencatan senjata. Laporan-laporan tersebut menyimpulkan, gencatan senjata yang diumumkan tidak terlaksana di Ghouta Timur.

“Gencatan senjata (di Ghouta Timur) belum diimplementasikan sejauh ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Mark Lokoc, dalam laporannya.

Ia menunjukkan bahwa korban tewas dan luka-luka masih terjadi di distrik Chifoniya, Gouta Timur, akibat bom gas klorin.

Terkait gencatan harian yang diumukan Rusia, Lukoc menegaskan bahwa gencatan senjata lima jam sehari yang diumumkan Rusia tidak cukup untuk menyalurkan bantuan ke Ghouta Timur. Situasi di lapangan junstru semakin memburuk sejak diputuskan gencatan di Suriah.

Pejabat senior PBB itu pun memperingatkan bahwa Suriah akan menyaksikan lebih banyak kematian karena kelaparan, penyakit dan penembakan terus-menerus. Kondisi kamp pengungsi Suriah saat ini telah melebihi kapasitas sebesar 400 persen.

Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman, menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus mencari bukti dan mengadili yang bertanggung jawab atas kejahatan di Suriah.

Dia mengatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras pelanggaran gencatan senjata di Suriah dari pihak manapun. Akan tetapi, Feltman hanya menedesak oposisi mematuhi gencatan senjata dan tidak menyerang wilayah Damaskus.

Feltman menambahkan bahwa kampanye militer rezim Assad di Ghouta timur tidak dapat dibenarkan dengan alasan memerangi “terorisme”.

BACA JUGA  Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

Gencatan senjata diumumkan untuk Suriah Sabtu lalu oleh DK PBB, meski Rusia masih memperselisihkan kriteria wilayah yang layak diterapkan kesepakatan itu. Saat gencatan diumumkan, rezim justeru semakin sengit membombardir Ghouta.

Beberapa saat kemudian, Rusia mengumumkan gencatan harian di Ghouta Timur. Gencatan ini berlaku lima setiap hari selama sebulan. Namun semua pengumuman itu tak berguna sedikitpun bagi rakyat Ghouta. Mesin-mesin pembunuh rezim dan Rusia masih terus mengincar nyawa mereka.

Sumber: Orient News
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Saksi Fakta: Info Komunisme di PDI-P Dapat Dipertanggungjawabkan

Saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Alfian Tanjung, Ahmad Sukatmajaya mengatakan bahwa semua data yang diungkapkan oleh Alfian Tanjung sangat sesuai dengan apa yang terjadi hari ini.

Rabu, 28/02/2018 19:59 0

Indonesia

Komentari Sa’i Mars Banser, Dubes Saudi Singgung Kelompok Syiah

Osama juga mengungkit, hal serupa juga pernah dilakukan oleh pengikut Syiah saat beribadah di Baitullah Mekkah beberapa waktu lalu.

Rabu, 28/02/2018 19:20 0

Indonesia

Pengalaman Yunahar di Suriah: Negeri Indah, Pemimpinnya Bengis

Ketum PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menceritakan pengalamannya berkunjung ke Suriah di tahun 2011 menjelang pecahnya konflik.

Rabu, 28/02/2018 18:53 0

Indonesia

Rekrut Petugas Haji 2018, Kemenag Terapkan Sistem CAT

Rekrutmen akan dilakukan baik untuk petugas kloter yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Rabu, 28/02/2018 17:38 0

Indonesia

MUI dan Ormas Islam Dukung Saudi Tolak Internasionalisasi Haji

Internasionalisasi dua tanah suci sejak dahulu dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.

Rabu, 28/02/2018 17:10 0

Indonesia

MUI Desak Pemerintah Indonesia Selamatkan Ghouta

Wakil Ketua Umum MUI Prof Yunahar Ilyas mengatakan, peran Indonesia sangat dibutuhkan dan tidak cukup hanya sebatas pernyataan saja.

Rabu, 28/02/2018 16:35 0

Indonesia

Bukti Dinilai Tak Obyektif, MUI Minta MA Tolak PK Ahok

Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas mengatakan, terpidana Ahok memang berhak mengajukan PK atas vonis yang ia terima.

Rabu, 28/02/2018 16:11 0

Indonesia

Dubes Saudi: Internasionalisasi Haji Sama Saja Deklarasi Perang

Arab Saudi mengapresiasi umat Islam Indonesia yang secara tegas menolak internasionalisasi dua tanah suci; Mekkah dan Madinah terkait penyelenggaraan haji. 

Rabu, 28/02/2018 16:05 0

Indonesia

MUI: Solusi Suriah Adalah Lengsernya Bashar Assad

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengemukakan, dalang di balik krisis yang berlangsung tujuh tahun itu adalah Rusia dan Amerika Serikat.

Rabu, 28/02/2018 15:07 0

Artikel

Disharmoni Kebijakan Perdagangan dan Kebijakan Industri: Faktor Pendorong Deindustrialisasi

KIBLAT.NET – Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan perdagangan yang banyak menyedot perhatian...

Rabu, 28/02/2018 13:19 0

Close