Mantan Ketum Persis Tangisi Tragedi di Ghouta

KIBLAT.NET, Jakarta – Prof. Dr. Maman Abdurrahman, mantan Ketua Umum PP Persis sedih melihat kondisi di Ghouta Timur saat ini. Perlakuan rezim Suriah dan Rusia terhadap rakyat Suriah disebut sebagai kejahatan perang.

“Saya hampir menangis karena mendapat video dan foto-foto di grup WA melihat anak kecil yang mendapat begitu berat cobaan di Ghouta, Suriah. Dan menurut saya itu adalah suatu kejahatan,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di rumah Dubes Arab Saudi, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (27/02/2018).

Prof Maman menegaskan, Bashar Al Assad yang saat bersikukuh mempertahankan posisinya adalah penganut Syiah Nushairiah. Di mana, ajarannya sangat bersimpangan dengan Islam yang melindungi warga biasa dan orang-orang lemah.

“Meskipun pada pemberontak, Islam tidak mengajarkan seperti itu. Saya tidak bisa membiarkan hal ini, Quran sangat jelas sekali, Rasul juga mengatakan kepada kita tentang adab-adab dalam berperang seperti apa. Jangan sampai ada pembunuhan seperti itu, dan anak-anak, wanita serta lansia tidak boleh dibunuh dalam peperangan,” ungkapnya.

“Kalau itu mereka sebut sebagai perang, toh saya tidak setuju. Saya melihat ini adalah kezaliman yang nyata terhadap warga Ghouta,” tukasnya.

Ghouta Timur merupakan rumah bagi 400.000 warga Suriah. Wilayah itu telah berada dalam pengepungan rezim Assad sejak tahun 2013. Hingga kini, tragedi bombardir di Ghouta tak kunjung reda. Kendati Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi berupa gencatan senjata selama 30 hari, namun serangan masih terus berlanjut. Bahkan, White Helmets melaporkan bahwa sejumlah korban serangan mengalami gejala paparan senjata kimia atau gas beracun.

BACA JUGA  Survei IDEAS: 91 Persen Karyawan Dirumahkan Tak Daftar Kartu Prakerja

Selain itu, wilayah Ghouta Timur juga termasuk dalam zona de-eskalasi yang diputuskan oleh Turki, Rusia dan Iran yang mana tindakan agresi dilarang. Namun keputusan itu tak dihormati oleh Rusia dan Bashar Al Assad.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat