... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saksi Fakta: Info Komunisme di PDI-P Dapat Dipertanggungjawabkan

Foto: Saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Alfian Tanjung, Ahmad Sukatmajaya

KIBLAT.NET, Jakarta – Saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Alfian Tanjung, Ahmad Sukatmajaya mengatakan bahwa semua data yang diungkapkan oleh Alfian Tanjung sangat sesuai dengan apa yang terjadi hari ini. Hal ini disampaikan dalam sidang lanjutan kasus Alfian Tanjung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/02/2018).

Dalam sidang tersebut, kebenaran seputar informasi yang disampaikan Alfian Tanjung turut ditanyakan kepadanya. Ahmad menjawab, informasi seputar Komunisme dapat dipertanggungjawabkan.

“Benar, sangat sesuai (dengan apa yang terjadi hari ini). Semua dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ahmad

Seperti yang diketahui, Alfian Tanjung didakwa akibat postinganya di Twitter. Dalam cuitannya tersebut, Alfian mengungkapkan bahwa 80% kader PDI-Perjuangan berideologi komunis. Menanggapi hal itu, Ahmad menyatakan bahwa postingan tersebut benar adanya.

Kendati demikian, ia tak sepakat dengan jumlah yang disebutkan oleh Alfian Tanjung. Akan tetapi, ia termasuk yang meyakini bahwa ada ideologi komunisme dalam tubuh partai banteng itu.

“Jumlah bukan masalah. Karena keberadaannya saja sudah menjadi masalah,” terang Ahmad.

Reporter: Qoid
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Kecelakaan Tunggal Tewaskan Jemaah Umrah Asal Tangerang

Sepasang jemaah umrah asal Serpong, Tanggerang mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Khulaish, 150 km dari Jeddah. Kecelakaan terjadi saat perjalanan dari Madinah menuju Makkah pada pukul 15.20 waktu Arab Saudi.

Rabu, 28/02/2018 17:26 0

Inggris

Riset Membuktikan, Minum Alkohol Merusak DNA dan Picu Kanker

Mereka menemukan lebih banyak detail bagaimana alkohol meningkatkan risiko pengembangan 7 jenis kanker, termasuk kanker payudara dan usus.

Rabu, 28/02/2018 13:52 0

Artikel

Disharmoni Kebijakan Perdagangan dan Kebijakan Industri: Faktor Pendorong Deindustrialisasi

KIBLAT.NET – Dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan perdagangan yang banyak menyedot perhatian...

Rabu, 28/02/2018 13:19 0

News

Menlu Inggris Desak Aktor Tragedi Ghouta Harus Bertanggungjawab

KIBLAT.NET, London – Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson menegaskan bahwa aktor penyebab tragedi kemanusiaan yang...

Rabu, 28/02/2018 13:07 0

News

Komisi I Minta Pemerintah Proaktif Tangani Krisis Suriah

Ia menilai bahwa ini hal yang layak untuk dicoba. Sebab, bisa saja lewat Indonesia konflik yang berkepanjangan ini dapat didamaikan.

Rabu, 28/02/2018 12:27 0

Opini

Jika Palestina di Hati Pemerintah Indonesia, Suriah di Mana?

Apa yang dialami oleh umat Islam di Palestina, seluruh dunia mengutuk atas penjajahan tersebut. Berbagai kecaman dilontarkan kepada negara-negara yang anti terhadap Israel.

Rabu, 28/02/2018 11:40 0

Afghanistan

Taliban Ajak Amerika Serikat Negosiasi Damai

“Kami menyeru para pejabat AS untuk negosiasi langsung dengan Kantor Biro Politik Imarah Islam khususnya terkait solusi damai bagi Afghanistan,” kata pernyataan Biro Politik Taliban, yang dinukil AFP, Selasa (27/02).

Rabu, 28/02/2018 09:37 0

Suriah

Faksi-faksi di Ghouta Timur Kirim Surat ke PBB

Faksi-faksi tersebut berjanji akan mengeluarkan pejuang Hai’ah Tahrir Al-Syam, Jabhah Nusrah dan Organisasi Al-Qaidah, yang dijadikan alasan rezim menggempur Ghoutah, dalam 15 hari.

Rabu, 28/02/2018 07:48 0

Amerika

Jendral AS: Qatar Masih Jadi Sekutu yang Bisa Dipercaya

"Saya yakin mereka sekutu yang baik sejak dulu,” ungkap Votel dalam sidang Komite Pelayanan Persenjata di Senat, Selasa (27/02).

Rabu, 28/02/2018 06:48 0

Afrika

Bom Mobil Al-Syabaab Meledak Dekat Istana, Korban Paspampres Berjatuhan

Kelompok Al-Syabaab cabang al-Qaidah menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di dekat sebuah hotel dan istana presiden.

Selasa, 27/02/2018 16:05 0

Close