MUI dan Ormas Islam Dukung Saudi Tolak Internasionalisasi Haji

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama ormas Islam yang tergabung dalam MOI mendukung Arab Saudi terkait polemik internasionalisasi dua tanah suci dalam penyelenggaraan haji. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tabligh, Prof. Yunahar Ilyas menyebut bahwa tuntutan internasionalisasi dilatarbelakangi politik.

“Jadi kita tidak ragu sedikitpun, karena memang tidak ada kepentingan apapun dalam internasionalisasi ini, kecuali politik. Ini persoalan politik Timur Tengah. Iran mencoba masuk ke Masjidil haram. Iran ingin menguasai Timur Tengah,” katanya pada Selasa (27/02/2018).

Yunahar menyebut, bahwa dampak buruk adanya internasionalisasi haji yakni akan adanya shalat Jumat empat kali di Ka’bah. Karena empat madzhab melaksanakan shalat dengan caranya sendiri secara bergantian.

Internasionalisasi dua tanah suci sejak dahulu dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini, yang meminta agar pengelolaan Mekkah dan Madinah dikelola oleh Komite Islam Internasional dan tidak lagi di bawah Kerajaan Arab Saudi.

Ketua MUI Jatim, KH. Abdusshomad Buchori mengungkapkan umat Islam tegas menolak internasionalisasi ibadah haji. Ia menyebut, sudah sejak lama bangsa Arab Saudi sangat bagus sebagai pelayan dua tanah cuci.

“Iran ini ingin men-Syiahkan tanah suci. Karena itu, kita ingin meminta kepada MUI lainnya untuk mengeluarkan fatwa sesatnya Syiah. Kami sudah sejak dulu mengeluarkan fatwa sesatnya Syiah ini, dulu pimpinan pusat MUI juga sudah mengeluarkan fatwa sesatnya syiah,” ungkap kyai kharismatik berkultur NU ini.

BACA JUGA  Kemenag Siapkan Asrama Haji untuk Isolasi Pasien Covid-19

Ia pun mengajak kepada segenap ormas Islam untuk satu sikap dalam menyatakan sesatnya Syiah dan mendukung Arab Saudi sebagai khadimul haromain (pelayan dua tanah haram).

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengundang MUI dan ormas Islam untuk mendukung penolakan internasionalisasi dua tanah suci. Hadir dalam pertemuan itu Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas. Wasekjen MUI Zaitun Rasmin, Ketum Persis Maman Abdurahman, Ketua Umum PP Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia (Bakomubin) Dr Ali Muchtar Ngabalin, AA Gym, serta Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Nazar Haris.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat