Dubes Saudi: Internasionalisasi Haji Sama Saja Deklarasi Perang

KIBLAT.NET, Jakarta – Arab Saudi mengapresiasi umat Islam Indonesia yang secara tegas menolak internasionalisasi dua tanah suci; Mekkah dan Madinah terkait penyelenggaraan haji.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengundang perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan segenap pimpinan ormas Islam untuk menyampaikan hal itu.

“Kami mengundang dalam rangka menyikapi terkait internasionalisasi dua tanah suci, dan kita di sini menyatakan sikap menolak politisasi haji karena dapat menyebabkan hancurnya Mekkah, Ka’bah dan tanah suci lainnya,” kata Osama, Selasa (27/02/2018) malam.

Internasionalisasi dua tanah suci sejak dahulu dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini, yang meminta agar pengelolaan Mekkah dan Madinah dikelola oleh Komite Islam Internasional dan tidak lagi di bawah Kerajaan Arab Saudi.

“Upaya untuk menyampaikan terima kasih kami baru bisa mengundang para hadirin sekalian, dan kewajiban kami adalah untuk menyampaikan terima kasih kepada umat Islam Indonesia yang mendukung kami dalam polemik ini,” ungkap Osama.

Ia kemudian menceritakan secara singkat sejarah dua tanah suci hingga tiba suatu masa di mana terjadi pencurian batu Hajar Aswad dan pembantaian lebih dari 3.000 jamaah haji saat itu, hingga rusaknya kiswah Ka’bah. Osama menilai, hal itu berpotensi terulang dengan adanya upaya internasionalisasi dua tanah suci.

“Kita sudah melakukan banyak renovasi dari dua tanah suci dan terus meningkatkan fasilitas untuk para peziarah. Anggaran yang dikeluarkan ini mencapai miliaran,” kata Osama, sembari menekankan upaya itu untuk melayani peziarah, bukan menggali keuntungan negara.

BACA JUGA  Front Persaudaraan Islam Instruksikan Anggotanya Bantu Korban Bencana Alam

Ia mengungkapkan terdapat lebih dari 13.000 dokter yang menangani para jamaah haji, dengan ratusan ribu operasi jantung yang dilakukan untuk para peziarah haji, dan belasan juta operasi kesehatan lainnya.

Internasionalisasi haji, disebut Osama sebagai satu upaya penjajahan dan penghinaan bagi Arab Saudi, karena sudah menjadi kehormatan bagi negara ini untuk melayani jamaah haji. Itulah yang mendasari pemerintah Arab Saudi enggan menggunakan kata ‘Raja Dua Tanah Haram,’ tapi dengan kata ‘Pelayan Dua Tanah Haram’.

“Bayangkan jika ada bentuk internasionalisasi haji, bukan lagi penjajahan tapi adalah deklarasi perang. Ini bukan ditujukan kepada Arab Saudi tetapi juga kepada tanah suci lainnya. Kami tidak akan mundur satu langkah pun dalam menghadapi deklarasi perang ini,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat