... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Pecat Kepala Militer dan Lakukan Reshuffle Kabinet, Wanita Diangkat Jadi Wamen

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz telah memecat komandan militer utamanya dan mengganti sebagian anggota kabinetnya dalam sebuah guncangan keamanan dan kementerian pemerintah, sesuai dengan sebuah dekrit (keputusan kerajaan).

Mereka yang dipecat termasuk kepala staf tentara Saudi, dan kepala pasukan pertahanan darat dan udara.

Letnan Jenderal pertama Fayyad bin Hamed al-Ruwayli ditunjuk sebagai kepala staf baru.

Tamadur binti Youssef al-Rama diangkat sebagai wakil menteri buruh di sebuah pos senior yang jarang dijabat oleh seorang wanita di kerajaan tersebut.

Sejumlah analis keamanan menilai upaya tersebut dilakukan oleh Putera Mahkota Muhammad bin Salman, yang lebih banyak mengatur pemerintahan Saudi saat ini.

“Dia [Putra Mahkota Mohammed bin Salman] adalah orang yang menjalankan negara tersebut. Seharusnya tidak ada keraguan tentang hal itu,” kata James Dorsey, orang pengamat Timur Tengah di Rajaratnam School of International Studies, Singapura.

“Kita harus ingat bahwa pada dasarnya putra mahkota telah mengubah struktur pemerintahan Arab Saudi,” katanya. Dorsey menambahkan bahwa ini adalah peraturan satu orang yang bertentangan dengan prinsip-prinsip masa lalu ketika keputusan diambil dengan konsensus/musyawarah.

“Saya pikir kita akan melihat lebih banyak perubahan personil baik di dalam pemerintahan militer maupun sipil hanya karena dia menempatkan rakyatnya sendiri dan dia ingin memproyeksikan citra kerajaan tertentu,” tudingnya.

BACA JUGA  Mata-mata Saudi di Twitter Terbongkar, Bos CIA Temui Raja Salman

Tidak ada alasan resmi yang diberikan untuk perombakan tersebut, namun Arab Saudi tengah menghadapi kritikan yang keras atas kebijakan perang di Yaman.

Sebuah koalisi pimpinan-Saudi melancarkan serangan militer pada Maret 2015 setelah pemberontak Syiah Houthi mengambil alih ibukota, Sanaa, dan sebagian besar negara miskin itu setahun sebelumnya.

 

Sumber: Aljazeera
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dari Perbatasan Suriah, Relawan ACT Laporkan Militer Masih Gencar Serang Warga Sipil

dekat Idlib. Kami kemarin juga mengunjungi salah satu perbatasan di Idlib karena penduduk Turki tidak mengizinkan kita untuk masuk,

Selasa, 27/02/2018 14:14 0

Indonesia

MUI Kutuk Tindakan Brutal Bashar Assad di Ghouta

Ia mengimbau agar pemerintah Indonesia tidak menghentikan pembelaannya terhadap hak rakyat Palestina maupun Suriah yang terzalimi.

Selasa, 27/02/2018 14:00 0

Indonesia

Sesusah Apapun, InsyaAllah Bantuan Kemanusiaan Pasti Masuk Ke Ghouta

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) komitmen untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat...

Selasa, 27/02/2018 12:27 0

Artikel

Urgensi Manajemen Mutu Pelayanan Jasa Pendidikan

Peningkatan kualitas merupakan salah satu prasyarat agar kita dapat memasuki era globlalisasi yang penuh dengan persaingan. Untuk itu peningkatan kualitas layanan merupakan salah satu cara dalam meningkatkan mutu pendidikan agar dapat survive dalam era global

Selasa, 27/02/2018 12:13 0

Indonesia

Pledoi Jonru: Postingan untuk Kritik Masyarakat dan Pemerintah

Ahli mencontohkan bahwa postingan tidak bisa dikenai delik pidana jika yang dilakukan adalah memberi peringatan kepada khalayak tentang bahaya aliran sesat

Selasa, 27/02/2018 12:00 0

Indonesia

Haikal Hassan: Bantu Korban Ghouta, Laknat Bashar Assad dan Sekutunya

Bashar Assad bertanggung jawab atas pembantaian yang terjadi di Suriah

Selasa, 27/02/2018 11:34 0

Indonesia

Kejahatan Remaja, Tanggung Jawab Lingkungan dan Orang Tua

Bunda Suci Susanti, founder sekaligus Ketua GPR menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan remaja melakukan tindak asusila.

Selasa, 27/02/2018 11:02 0

Video News

Editorial: Densus Belajar dari Kasus Siyono

Editorial: Densus Belajar dari Kasus Siyono. Ada kesamaan dalam kematian MJ dan Siyono, polisi memperlihatkan strategi berbeda untuk menutupi apa yang sebenarnya penyebab kematian seorang manusia, sebelum melalui proses hukum. Simak editorial selengkapnya di sini!

Selasa, 27/02/2018 10:02 0

Video Kajian

Mengapa Hewan Pun Mendoakan Ahli Ilmu?

KIBLAT.NET – Mengapa Hewan Pun Mendoakan Ahli Ilmu? Islam sangat mendorong umatnya untuk menuntut ilmu....

Selasa, 27/02/2018 09:43 0

Indonesia

ACT Berencana Bangun Pusat Kemanusiaan di Perbatasan Turki-Suriah

Untuk mengatasi kemanusiaan yang belum terang kapan akhirnya, ACT berencana membangun pusat kemanusiaan di Suriah, yang rencananya akan diinisiasi dan dikelola oleh warga Indonesia.

Selasa, 27/02/2018 06:47 0

Close