... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Nilai Menaikkan Harga BBM Diam-diam Kebijakan Semena-mena

Foto: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini meminta Pertamina mengumumkan kenaikan harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) melalui media, jangan hanya melalui website. Hal ini untuk menjamin hak konsumen agar tidak terkesan perusahaan pelat merah itu semena-mena menaikkan harga.

“Meski dalam Perpres 191/2014 kenaikan bahan bakar non subsidi atau JBU sesuai harga pasar, tetap saja Pertamina harus menginformasikan secara luas kepada masyarakat karena itu menyangkut hak konsumen sehingga ada transparansi apa dasarnya,” kata Jazuli kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Senin (26/02/2018).

Menurutnya, setiap kenaikan harga terutama BBM jelas memberatkan masyarakat dan bisa berdampak. Bahkan, berpotensi menurunnya daya beli masyarakat dan potensi inflasi yang tinggi.

“Untuk itu, jangan sampai ada kebijakan Pertamina semena-mena atau diam-diam menaikkan harga BBM. Beri penjelasan dan pemahaman yang transparan kepada konsumen,” jelasnya.

Jazuli menilai, Pemerintah juga harus waspada dan cermat mengantisipasi kenaikan BBM sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia saat ini. Jangan sampai kenaikan memukul kondisi masyarakat terutama masyarakat miskin.

“Apalagi ternyata ini adalah kenaikan ketiga kalinya selama 2018 untuk jenis pertamax, pertamax turbo, dan pertamina dex. Wajar saja jika masyarakat konsumen kaget dan protes. Makanya saya usul setiap kenaikan umumkan melalui media publik agar jelas dan transparan. Jangan setelah ramai baru dijelaskan melalui media,” tukasnya.

BACA JUGA  Ustadz Hilmi Aminuddin Wafat, Jazuli: PKS Kehilangan Pembimbing Dakwah

Seperti diketahui, Pertamina secara resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar non subsidi naik, Sabtu (24/2/2018). Pertamax naik dari Rp 8.800 menjadi Rp 9.100, Pertamax Turbo naik Rp 10.800 menjadi Rp 11.300, Dexlite naik Rp 7.650 menjadi Rp 8.250, dan Pertamina Dex naik darfi 10.800 menjadi Rp 11.550. Data tersebut berdasarkan dari website resmi Pertamina. Ini adalah kenaikan ketiga kalinya selama tahun 2018 ini.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Jalan Jihad Ipar Az-Zarqawi, dari Afganistan Hingga Suriah

Seorang Khalid yang menjadi tangan kanan Zarqawi bahkan menjadi adik iparnya ternyata lebih condong kepada Al-Qaidah. Keputusan ini cukup mengejutkan bagi beberapa orang

Selasa, 27/02/2018 05:00 0

Video News

Kesaksian Relawan ACT Tentang Kondisi Ghouta Terkini

Sebagai tahap awal, ACT telah memberangkatkan Tim SOS for Syria XIV pada Jumat (23/02/2018) dan Sabtu (24/02/2018).

Senin, 26/02/2018 17:38 0

Afghanistan

Serangan Taliban Targetkan Markas Militer di Provinsi Farah

Jumlah korban di pihak tentara nasional Afghan (ANA) simpang siur. Menteri Pertahanan mengklaim kehilangan 18 tentara yang tewas dan beberapa luka-luka.

Senin, 26/02/2018 15:57 0

News

JITU Tegaskan Tak Berafiliasi dengan Partai Apapun

Organisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) buka suara soal tuduhan keji bahwa JITU merupakan organisasi jurnalis muslim yang memproduksi hoax dan terkait dengan partai tertentu. Menurut Ketua JITU, Pizaro, fitnah tersebut dibuat untuk menjatuhkan JITU.

Senin, 26/02/2018 15:31 0

Suriah

Peta Kontrol Faksi-faksi yang Berjuang di Ghouta Timur

Faylaq Ar-Rahman (faksi Free Syrian Army atau FSA) dan Jaisyul Islam (faksi Islamis yang beorientasi paham “salafi”) menjadi faksi paling menonjol dan memiliki wilayah paling luas. Keduanya pernah terlibat ketegangan hingga berujung bentrok bersenjata.

Senin, 26/02/2018 14:30 0

Suara Pembaca

Pemuda, Miras dan Zat Adiktif yang Memabukkan

Jika dulu orang hanya mengenal miras untuk mabuk, tetapi saat ini anak muda kita sudah banyak yang sangat kreatif, bayangkan saja mereka bukan cuma bisa fly dengan menenggak miras, tetapi ajaibnya sekarang ini mereka bahkan bisa mabuk dengan menggunakan; lem Aibon, bensin, atau pampers dan pembalut wanita.

Senin, 26/02/2018 13:08 0

Opini

Narkoba, Ancam Stabilitas Negara

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang.

Senin, 26/02/2018 11:05 0

Suriah

600 Pasukan Kurdi Gabung Militer Turki di Afrin

Brigade Kurdi Hawks sendiri dibentuk oleh Divisi Hamza, mencakup 400 pejuang Kurdi dari Azaz dan 200 elemen Arab, yang juga dikenal sebagai 'baret merah'.

Senin, 26/02/2018 10:52 0

Artikel

Narasi Angka dan Al-Quran: Kajian Integrasi Matematika dalam Pelaksanaan Shalat

Matematika adalah bahasa simbol dalam perhitungan arah kiblat dan waktu salat, artinya dalam perhitungan arah kiblat dan waktu salat diperlukan sebuah bahasa dan simbol sebagai alat komunikasinya.

Senin, 26/02/2018 10:27 0

Iran

Iran: Gencatan di Ghouta Timur Tak Berlaku bagi “Jabhah Nusrah”

“Perang terhadap Jabhah Nusrah berlanjut sampai sebagian wilayah di Ghouta Timur steril,” kata Baqeri, seperti dilansir Al-Jazeera pada Ahad (25/02).

Senin, 26/02/2018 10:13 0

Close