... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Jalan Jihad Ipar Az-Zarqawi, dari Afganistan Hingga Suriah

Foto: Abul Qassam Al-Urduni, saudara ipar Az-Zarqawi

KIBLAT.NET – Persahabatan dua mujahid ini sudah terjalin semenjak kecil. Meskipun berasal dari dua negara yang berbeda, mereka menjalani masa kecil di tempat yang sama, yaitu di Zarqa’, sebelah utara kota Amman, ibukota Yordania. Pertemanan kedua mujahid ini berujung pada kontribusinya di dunia jihad. Mereka berdua satu langkah dan satu hati mendermakan diri di jalan perjuangan fi sabilillah.

Salah satu dari dua mujahid ini sudah dikenal di kalangan kaum muslimin. Ia adalah pemimpin dari Tanẓīm Qāʻidat al-Jihād fī Bilād al-Rāfidayn yang terbentuk pada Oktober 2004, syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqawi rahimahullah. Sedangkan sahabat Az-Zarqawi  yang nantinya menjadi “tangan kanan”-nya adalah Khalid Mustafa Khalifa al-Aruri atau lebih dikenal dengan nama Abu al-Qassam, Abu Ashraf atau Abu Jabal.

Mengenal Khalid Al-Aruri atau Abu Al-Qassam

Lahir di kota Ramallah, Tepi Barat pada 25 Juli 1967. Meskipun Khalid lahir di bumi Palestina, ia meniti masa kecilnya di Yordania. Tidak banyak informasi yang mengulas tentang masa kecil Khalid. Hanya diketahui semenjak kecil ia telah akrab dengan Zarqawi. Bahkan nantinya mereka berbesanan karena Khalid menikahi Alia, adik dari amir Al-Qaidah Irak.

Diceritakan mereka bertemu untuk pertama kali di sebuah masjid di perkotaan (ada sumber yang mengatakan masjid yang dimaksud adalah masjid Al-Hussain bin Ali). Khalid mulai masuk ke kancah jihad pada tahun 90-an. Ada yang mengatakan bahwa dua sekawan ini bersama-sama hijrah ke Afghanistan pada 1989.

Namun, ada informasi lain pada 1991 Khalid bekerja di International Islamic Relief Organization (IIRO), Saudi Arabia. Ia baru bergabung dengan Zarqawi setahun kemudian. Berangkat dari dua sumber yang bertentangan ini, sisi yang paling penting adalah Khalid bersama Zarqawi hijrah ke Afghan hingga tahun 1993.

Di waktu yang cukup singkat itu, Khalid menerima pendidikan militer, ulumuddien langsung dari para mujahidin. Khalid kembali ke Yordania bersama Az-Zarqawi pada pertengahan 1993. Semenjak kepulangannya dari Afghanistan dua sekawan ini semakin tak terpisahkan karena kesamaan cita-cita dan perjuangan.

Partner Zarqawi, Deputi dan Saudara Ipar

Tujuan Zarqawi pulang ke Yordania adalah untuk mendirikan organisasi dan mengembangkan pandangan-pandangannya. Ia bersepakat dengan Al-Maqdisi—yang lahir di Palestina dan datang dari Kuwait di mana keluarganya ada di sana—untuk masuk Yordania pada pertengahan 1993. Tujuannya mendirikan organisasi keagamaan yang secara pemikiran ia maksudkan, pertama-tama, untuk menggalang para pemuda dan mendidiknya dengan ideologi jihad. Selanjutnya diikuti dengan langkah mengumpulkan senjata dan bom untuk latihan terlebih dahulu, lalu melakukan operasi militer terhadap Israel.

Walaupun tidak disebutkan secara eksplisit, Khalid memiliki andil yang cukup besar di dalam organisasi bentukan Zarqawi. Namun, karena jam terbang dalam keorganisasian yang belum matang, Zarqawi dan Khalid muda jatuh dalam jaring-jaring pihak keamanan Yordania, hanya beberapa waktu saja setelah mereka mulai kegiatan.Keduanya dan juga anggota organisasi ini dijebloskan ke dalam penjara pada tanggal 29 Maret 1994. Mereka diseret ke pengadilan keamanan negara dengan tuduhan kasus yang oleh pihak berwenang Yordania dinamakan kasus Baiah Al-Imam.

Az-Zarqawi bebas dari penjara pada Maret 1999. Kebebasannya sudah dinanti-nantikan Khalid karena kedua pemuda Yordania ini sudah berniat kembali ke Afghanistan setelah kebebasannya. Khalid menunggu di luar penjara karena pada kasus Baiah Al-Imam ini, bukti yang mengarah kepada dirinya kurang sehingga ia terbebas dari tuduhan.

Sesampainya di Afghanistan, Zarqawi didekati oleh salah seorang senior Al-Qaidah, Saif Al-Adl. Saif melihat potensi besar pada diri Zarqawi, sehingga ia menawarkan kerjasama melalui bantuan logistik dan pendanaan. Mendapat tawaran ini Zarqawi tidak serta merta mengiyakannya. Ia perlu berkonsultasi dengan sahabat setianya, Khalid Al-Aruri. Selang beberapa hari kemudian keluarlah keputusan menyetujui kerja sama itu. Khalid dan Abdul Hadi Daghlas (teman Zarqawi) menemui Saif Al-Adl dan mulai saat itu juga Zarqawi mendapat dukungan dana dan logistik dari Al-Qaidah.

Setelah mendapatkan dukungan dari Muhammad Makkawi (Saiful Adl), Zarqawi memutuskan untuk membangun kamp khusus untuk dirinya di kota Herat, Afghanistan Barat, wilayah perbatasan Iran. Pada tahun 1999 itu mulailah fase baru perjalanan hidupnya. Para pengikutnya yang dikenal dengan nama Jund Asy-Syam (Tentara Syam) mulai berdatangan pada akhir tahun itu ke kamp Herat. Ia menerima dukungan penuh dari Al-Qaidah dan Taliban.

BACA JUGA  BPJS Klaim Penyesuaian Iuran Tidak Memberatkan Warga Miskin

Saat itulah Khalid menikahi adik Zarqawi. Ia bersama Zarqawi berusaha membentuk komunitas jihad kecil sebagai dasar peletakan atau cikal bakal adanya negara Islam. Selain bertindak sebagai deputi Zarqawi, Khalid juga ditunjuk sebagai komandan di kamp. Saking dekatnya Zarqawi dengan Khalid hingga syaikh Al-Maqdisi hafidzahullah menyebut Khalid sebagai bayangan Zarqawi. Kemanapun Zarqawi pergi, Khalid pasti ada mendampingi.

Setelah serangan 11 September, segalanya telah berubah dan pertempuran global memasuki peta baru. November 2001, Zarqawi dan kelompoknya meninggalkan kamp Herat, setelah blokade yang di lakukan oleh milisi Afghan pro-tentara sekutu yang datang dari daerah-daerah perbatasan dengan Iran. Lalu, Zarqawi bertolak menuju Kandahar dengan iring-iringan kendaraan yang besar mengangkut keluarga-keluarga para pejuang yang terdiri dari para istri dan anak, selain juga berisi orang-orang Afghan yang menjadi anggota jaringannya.

Sebuah perjalanan dengan ancaman bahaya dan kesulitan luar biasa mereka jalani. Di bawah bayang-bayang serangan udara dan serangan tentara oposisi Afghanistan yang bersekutu dengan Amerika Serikat—sesuatu yang menambah sulitnya pergerakan dan perpindahan mereka. Kondisi tersebut membuat jarak tempuh Herat-Kandahar perlu waktu tiga hari.

Zarqawi dan kelompoknya bersama-sama Taliban dan Al-Qa’idah berada dalam pertempuran sengit di Kandahar dan Tora Bora. Dalam peperangan itu, salah satu tulang rusuknya patah, akibat rumah yang ditinggalinya ambruk setelah dihajar pesawat tempur. Zarqawi tidak mengalami luka atau kehilangan kaki seperti yang diberitakan media secara luas.

Meski hebatnya kancah peperangan di Tora Bora, Zarqawi dibantu Khalid serta kelompoknya mampu mundur dengan selamat dari serangan Amerika Serikat dan kepungan yang diberlakukan terhadap kawasan itu. Para pengikutnya memandang hal itu sebagai bukti kepiawiannya di kancah jihad. Tidak ada jalan lain demi keberlangsungan perjuangan, Zarqawi harus mundur dan keluar dari Afghanistan menuju Iran.

Hijrah ke Iran

Keadaan yang mendesak itu memaksa Zarqawi keluar dari Afghanistan. Sebelum meninggalkan Afghanistan, Zarqawi dan Khalid  terlebih dahulu mengevakuasi keluarga para mujahidin. Ia keluarkan mereka semua ke Pakistan sebelum mereka sendiri meninggalkan Afghanistan untuk selamanya.

Zarqawi tidak mempunyai banyak pilihan, sebab Pakistan pernah menangkapnya dan ia pernah dideportasi dari negara itu karena melanggar undang-undang keimigrasian. Apalagi keberadaan Pakistan yang bersekutu dengan Amerika Serikat membuat negara itu bukanlah tempat yang aman.

Sementara Yordania, tanah airnya, tidak mungkin lagi ia kembali ke sana oleh sebab adanya keputusan pengadilan secara in abstensia yang menghukum mati dirinya. Ia pun memutuskan untuk menuju Iran. Zarqawi melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk memudahkan pengalihan anggota kelompoknya dari Afghanistan menuju Iran via Pakistan.

Setelah semua anggotanya telah berada di Iran, maka Zarqawi menggelar sidang syura bagi para pemimpin jaringannya, memberitahukan mereka bahwa ia memutuskan untuk bertolak ke Irak atas dasar keyakinannya bahwa negara itu akan menjadi ajang peperangan mendatang melawan Amerika Serikat.

Keputusan Zarqawi untuk bertolak ke Irak ia ambil dengan penuh kerahasiaan. Tak satupun anggota kelompoknya yang mengetahui arah tujuan mereka ketika meninggalkan Pakistan dan kemudian ke Iran. Zarqawi menyebar anggota jaringannya ke sejumlah hotel di Teheran, khususnya mereka yang mempunyai surat-surat perjalanan yang legal. Sementara yang tidak mempunyai surat-surat resmi, ditempatkan di rumah-rumah khusus.

Di Teheran, mula-mula Zarqawi melakukan pemindahan keluarga anggota jaringannya ke Turki via udara, untuk kemudian ke Irak. Ia juga meminta para pejuangnya yang mempunyai surat-surat resmi untuk pergi ke Turki dengan udara baru kemudian ke Irak. Sementara yang tidak mempunyai surat-surat resmi ia pindahkan ke Irak utara secara ilegal.

Apakah Khalid ikut serta berpindah ke Irak? Masih ada simpang siur dalam masalah ini. Yang jelas adalah Khalid adalah person yang sangat berjasa dalam relokasi para anggota. Ia menjadi penghubung utama Zarqawi dengan Ansar Al-Islam (kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah di Irak). Dari beberapa kegiatannya, Khalid pernah terlihat di Teheran berpartisipasi dalam pertemuan penting bersama orang-orang yang dekat dengan Mullah Krekar pada Agustus 2003. Pertemuan ini membahas masalah kesepakatan persiapan kamp pelatihan di Kurdistan. Khalid juga terlibat dalam beberapa operasi dI Iran dan Irak. Jadi, tidak bisa dipastikan sebenarnya dia berada.

Namun, pada akhirnya kegiatan Khalid terendus pihak keamanan Iran. Iran mengadakan penangkapan dengan menyisir semua penginapan yang ada di Teheran. Walhasil, Khalid tertangkap dan dijebloskan ke penjara. Di dalam penjara Iran, Khalid bertemu dengan wajah-wajah tak asing seperti Saiful Adl, tokoh senior Al-Qaidah dan beberapa anggota keluarga syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Hijrah ke Suriah

BACA JUGA  MUI Jatim: Ucapan Salam Semua Agama Oleh Umat Islam Bid'ah

Setelah menghabiskan masa tahanan sekitar 12 tahun di penjara Iran, Khalid bebas pada Maret 2015. Ia dibebaskan karena termasuk dari bagian kesepakatan pertukaran tahanan. Selain dirinya yang dibebaskan ada empat senior Al-Qaidah, yaitu Abu Khair Al-Masri, Abu Muhammad Al-Masri, Saif Al-Adl dan Sari Sihab.

Selama Khalid di dalam penjara, medan jihad terus berkobar dan sahabat setia sekaligus kakak iparnya, Zarqawi syahid tahun 2006. Karena kedekatannya dengan para tokoh Al-Qaidah, Khalid pada akhirnya direkrut oleh syaikh Aiman Adz-Dzawahiri hafidzahullah untuk direlokasi ke Suriah. Ia didapuk sebagai tokoh penting di Jabhat Nusra.

Berita ini sempat simpang siur karena hanya berlandaskan kabar bahwa pada September 2015 ada seorang anggota senior yang dibebaskan dari penjara Iran dan tiba di Suriah atas perintah syaikh Aiman. Kabar ini tidak menyebut secara langsung nama yang dimaksud. Tetapi, pada akhirnya Khalid terlihat di Suriah pada Desember 2015.

Terlihatnya Khalid di Suriah ini bersamaan waktunya dengan relokasi para petinggi JN, syaikh Sami Al-Uraidi dan Iyad Al-Tubaysi dari Suriah selatan ke utara. Disinyalir relokasi itu bertujuan mempertemukan kedua petinggi JN dengan Khalid Al-Aruri. Menurut syaikh Al-Maqdisi, adik ipar Zarqawi ini diangkat sebagai Komite koordinasi di Suriah (Lajnat Al-Mutaba’a fil Sham). Komite ini bertugas mengatur hubungan antara Al-Qaidah pusat dengan afiliasinya di Suriah, meskipun tidak langsung di bawah pengawasan syaikh Aiman.

Khalid adalah tipe mujahid yang lebih suka langsung dalam aksi daripada menulis. Zarqawi sebagai teman dekatnya sangat mengetahui hal ini. Khalid sendiri mengatakan bahwa ia tidak seperti para mujahid lainnya yang lihai dalam memegang pena dan aktif di dunia maya. Memasuki tahun 2017, Khalid mulai membiasakan menulis dan semakin meningkatkan minat dan bakatnya dalam tulisan.

Bulan Mei, dalam sebuah analisa singkat tentang situasi Suriah, Khalid bersama Sami Al-Uraydi (yang mengunggah perkataan Khalid di telegram) menguraikan peran Iran, Rusia dan Turki di Suriah. Turki berniat memperluas pengaruhnya di Idlib dan hendaknya para mujahid untuk segera beradaptasi dengan situasi itu. Mujahidin harus paham peta pergerakan di Suriah hingga dapat mendudukan diri. Cara terbaik untuk memerangi musuh adalah dengan perang gerilya, Khalid mendefinisikannya sebagai tahap berikutnya (Al-Marhala Al-Muqbila) dalam perjuangan. Syaikh Al-Uraidi menambahkan para mujahidin haruslah kritis dan jangan terlarut dalam kebingungan yang berkelanjutan. Kritis yang dimaksud di sini adalah dalam masalah perselisihan dan perpecahan intern Al-Qaidah dan persoalan ini harus segera diatasi.

Bulan berikutnya, Khalid kembali dipaksa memegang keyboard sekali setelah terjadi perbedaan pendapat antara HTS (Haiat Tahrir al-Sham) dengan teman baiknya, syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi yang mengancam ikatan dengan simpatisan Al-Qaidah di Suriah. Khalid menekankan permasalahan seperti ini harus segera diselesaikan dan tidak boleh berlarut-larut. Tidak boleh mencela syaikh Al-Maqdisi dan tetap harus dihormati walau berbeda pendapat.

Loyalitas kepada Al-Qaidah

Awal tahun 2014, Khalid hanya bisa menyaksikan perpecahan antara Al-Qaidah dan IS dari dalam penjara Iran. Meskipun dirinya belum pernah terlihat di permukaan, Khalid selalu mengikuti semua yang terjadi di dunia jihad. Karena itu akan menentukan loyalitasnya setelah ia dibebaskan dari penjara nanti.

Seorang Khalid yang menjadi tangan kanan Zarqawi bahkan menjadi adik iparnya ternyata lebih condong kepada Al-Qaidah. Keputusan ini cukup mengejutkan bagi beberapa orang yang kenal betul siapa Khalid Al-Aruri dan sepak terjangnya selama ini.

Syaikh Sami Al-Uraydi memberikan kesan bahwa Khalid adalah mujahid yang aktif di medan jihad. Soal loyalitas, ia tegas tetap setia dengan Al-Qaidah dan syaikh Aiman. Melihat fakta perpecahan yang ada di Suriah, Khalid tetap berusaha menjembatani persoalan yang ada. Meskipun peranannnya sering kali tidak kentara, Khalid selalu memperjuangkan inisiatif kedamaian atas perselisihan yang ada. Meskipun hal itu sulit dan selama ini belum membuahkan hasil yang memuaskan, Khalid tetap gigih memperjuangkannya. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis : Dhani El_Ashim

Sumber

  1. www.jihadica.com
  2. Buku Generasi Kedua Al-Qaidah karya Fuad Hussein

 

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahira Idris: Pemblokiran Akun UAS, Keresahan Musuh atas Persatuan Umat

Walau sudah bisa diakses kembali, kebijakan instagram yang sempat memblokir akun Ustadz Abdul Somad (UAS) yang saat ini mempunyai pengikut 1,7 juta, memancing protes luas publik.

Senin, 26/02/2018 18:57 0

Indonesia

GNPF Ulama Bogor Curiga PK Ahok Jadi Manuver Politik

Sidang PK (peninjauan kembali) terpidana penista agama Basuki Tjahja Purnama dinilai sebagai tindakan naif dan tidak berkeadilan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua GNPF Ulama Bogor, Willyddin Abdul Rasyid Dhani.

Senin, 26/02/2018 18:26 0

Video News

Kesaksian Relawan ACT Tentang Kondisi Ghouta Terkini

Sebagai tahap awal, ACT telah memberangkatkan Tim SOS for Syria XIV pada Jumat (23/02/2018) dan Sabtu (24/02/2018).

Senin, 26/02/2018 17:38 0

Indonesia

ACT Siapkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Ghouta Suriah

Imam menegaskan faktanya tragedi kemanusiaan tengah berlangsung di Ghouta Timur. Manusia-manusia paling rentan, khususnya anak-anak, setiap saat terancam meregang nyawa.

Senin, 26/02/2018 16:38 0

Indonesia

PKS Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkret untuk Ghouta

Anggota Komisi I ini berharap dunia internasional bisa mengambil langkah multilateral untuk menghentikan tragedi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, pemerintah Indonesia juga harus mengambil langkah konkret.

Senin, 26/02/2018 16:18 0

Afghanistan

Serangan Taliban Targetkan Markas Militer di Provinsi Farah

Jumlah korban di pihak tentara nasional Afghan (ANA) simpang siur. Menteri Pertahanan mengklaim kehilangan 18 tentara yang tewas dan beberapa luka-luka.

Senin, 26/02/2018 15:57 0

News

JITU Tegaskan Tak Berafiliasi dengan Partai Apapun

Organisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) buka suara soal tuduhan keji bahwa JITU merupakan organisasi jurnalis muslim yang memproduksi hoax dan terkait dengan partai tertentu. Menurut Ketua JITU, Pizaro, fitnah tersebut dibuat untuk menjatuhkan JITU.

Senin, 26/02/2018 15:31 0

Suriah

Peta Kontrol Faksi-faksi yang Berjuang di Ghouta Timur

Faylaq Ar-Rahman (faksi Free Syrian Army atau FSA) dan Jaisyul Islam (faksi Islamis yang beorientasi paham “salafi”) menjadi faksi paling menonjol dan memiliki wilayah paling luas. Keduanya pernah terlibat ketegangan hingga berujung bentrok bersenjata.

Senin, 26/02/2018 14:30 0

Suara Pembaca

Pemuda, Miras dan Zat Adiktif yang Memabukkan

Jika dulu orang hanya mengenal miras untuk mabuk, tetapi saat ini anak muda kita sudah banyak yang sangat kreatif, bayangkan saja mereka bukan cuma bisa fly dengan menenggak miras, tetapi ajaibnya sekarang ini mereka bahkan bisa mabuk dengan menggunakan; lem Aibon, bensin, atau pampers dan pembalut wanita.

Senin, 26/02/2018 13:08 0

Indonesia

Gencatan Senjata PBB di Ghouta, Oposisi: Kami Akan Balas Jika Diserang

Sayangnya, rezim Assad secara rutin menyebut lawan-lawannya di Suriah sebagai "teroris" yang harus dimusnahkan.

Senin, 26/02/2018 11:30 0

Close