Editorial: Densus Belajar dari Kasus Siyono

KIBLAT.NET – Editorial: Densus Belajar dari Kasus Siyono. Setelah hampir dua tahun berselang, kasus terorisme yang menyebabkan kematian hampir jarang terdengar di media nasional. Hingga pada akhirnya, ketika pada 7 Februari 2018, seseorang bernama Muhammad Jefri (MJ) tiba-tiba meninggal dunia setelah ditangkap Densus 88 di Indramayu.

Dari fakta di lapangan, didapati sejumlah keganjilan dalam penangkapan MJ. Di antaranya ialah perbedaan keterangan antara pihak klinik dan kepolisian saat menerangkan waktu kapan MJ dibawa ke klinik. Polisi bilang tanggal 7 malam saat MJ ditangkap. Sementara menurut pihak klinik, MJ dibawa pada tanggal 8, sehari setelah penangkapan.

Situasi pun nampak sekali sudah dikondisikan oleh aparat. Saat di RS Polri Kramat Jati, hanya tiga pihak keluarga yang diperkenankan melihat jasad MJ. Sesampainya di rumah duka di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung tak boleh ada yang membuka kain kafan MJ.

Ada kesamaan dalam kematian MJ dan Siyono, polisi memperlihatkan strategi berbeda untuk menutupi apa yang sebenarnya penyebab kematian seorang manusia, sebelum melalui proses hukum. Simak editorial selengkapnya di sini!

 

Redaktur: Salem

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat