... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Akan Masukkan Kembali Pakistan dalam Daftar Pendana Terorisme

Foto: PM Pakistan, Nawaz Sharif dan Presiden AS, Barack Obama/ilustrasi

KIBLAT.NET, Washington – Pakistan akan ditempatkan kembali dalam daftar pendana terorisme internasional mulai bulan Juni. Keputusan itu berdasar dorongan AS, Inggris, Prancis dan Jerman yang mengadakan pertemuan di Paris pekan ini.

Pada tahun 2015, Financial Action Task Force (FATF) menghapus negara bersenjata nuklir ini dari daftar negara yang menjadi sasaran pemantauan reguler.

“Cina, yang mendanai lebih dari $ 50 miliar proyek infrastruktur di seluruh Pakistan, mencabut keberatannya atas tindakan tersebut,” kata seorang sumber yang dikutip Bloomberg, Jumat (23/02/2018).

FATF tidak menyebut Pakistan secara langsung. Namun, secara teknis memberi ultimatum kepada negara Asia Selatan untuk meyakinkan bahwa mereka telah bertindak melawan organisasi teror dalam waktu tiga bulan.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan, tidak ada konsensus yang dicapai untuk menempatkan Pakistan dalam daftar tersebut. Ia menambahkan bahwa negaranya juga diberi waktu tiga bulan.

Langkah FATF merupakan upaya terbaru agar Pakistan melakukan lebih banyak aksi melawan kelompok teror yang diduga memiliki dukungan dan perlindungan di dalam wilayahnya.

Hubungan dengan AS telah memburuk secara drastis dalam satu tahun terakhir. Dalam tweet pertamanya tahun 2018, Presiden Donald Trump menuding bahwa Pakistan telah berbohong untuk mendapatkan imbalan dana Amerika.

Sumber: Bloomberg
Redktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ulama Indonesia Dilemahkan, Ini Strateginya Menurut Persis

Jika upaya-upaya itu tetap dibiarkan, maka Indonesia akan semakin jauh dari akar Ketuhanan Yang Maha Esa dan kehilangan ruhnya.

Ahad, 25/02/2018 06:15 0

Tazkiyah

Ingat Barang yang Hilang Saat Shalat?

Abu Hanifah menjawab,"Karena aku tahu bila setan tidak akan meninggalkanmu hingga engkau akan melaksanakan shalat dan setan akan selalu menyibukkanmu dengan hartamu dari shalatmu."

Sabtu, 24/02/2018 12:30 0

Indonesia

Empat Bentuk Kezaliman Terhadap Ulama yang Harus Anda Ketahui

Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) Ustadz Jeje Zaenudin menyebut ada 4 kategori kezaliman terhadap ulama

Sabtu, 24/02/2018 09:45 0

Artikel

Politik Kebencian Negara Terhadap Umat Islam, dari Amerika Sampai Indonesia

Laporan tahunan Amnesty International menyoroti politik kebencian telah menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia

Jum'at, 23/02/2018 23:51 0

Indonesia

Viktor Sakiti Umat Dibebaskan, Alfian Ingatkan PKI Ditahan

Tokoh reformasi ini mengungkapkan, saat ini perasaan umat Islam sangat sensitif. Terlebih, setelah melihat kasus Viktor Laiskodat yang jelas menantang akan membunuh umat Islam dengan kata-katanya.

Jum'at, 23/02/2018 21:02 0

Indonesia

Ahok Ajukan PK, Begini Tanggapan Pelapor

Salah satu saksi pelapor dalam kasus penistaan agama Ahok, Pedri Kasman mengungkapkan bahwa pengajuan PK ke Mahkamah Agung (MA) merupakan hak Ahok sebagai warga negara.

Jum'at, 23/02/2018 20:30 0

Indonesia

Akan Dirawat di RSCM, Begini Kondisi Ustadz ABB

Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Farid Ghozali mengungkapkan kondisi Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang terbaru. Menurutnya, Ustadz Abu saat ini mengalami sakit pada bagian kaki.

Jum'at, 23/02/2018 20:02 0

Opini

Masih Ada Harapan di Ghouta Timur

Jangan pernah sekalipun berpikir bahwa harapan itu tidak mungkin terwujud, sekalipun di tempat sekacau Ghouta Timur

Jum'at, 23/02/2018 19:40 0

Tazkiyah

Melawan Seorang Atheis dengan Batang Rumput

Seorang atheis yang tidak yakin adanya Allah menemui seorang ulama. Ia keluarkan semua kepandaiannya untuk membantah para ulama dan mereka membuat perjanjian untuk mengadakan pertemuan khusus di depan umum.

Jum'at, 23/02/2018 19:30 0

Indonesia

Kata Pengamat Soal Utang Menumpuk hingga Robohnya Proyek Infrastruktur

Pengamat Ekonomi, Dr. Enny Sri Hartati mengungkapkan kekhawatiran terhadap utang yang semakin menumpuk. Tak hanya oleh pemerintah, BUMN pun menurut Enny mempunyai utang yang tak kalah mengkhawatirkan.

Jum'at, 23/02/2018 18:55 0

Close