... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Utang Negara Tak Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

Foto: Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Enny Sri Hartati

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Enny Sri Hartati mengungkapkan, utang negara tidak menaikan produktivitas pemerintah. Berbeda dengan negara lain semisal Amerika dan Jepang. Di kedua negara itu, tutur Enny, mempunyai rasio PDB hingga lebih dari 100% tetapi mampu meningkatkan produktivitas pemerintah.

“Tapi bedanya dengan kita adalah prioduktivitas, produktivitas dari utang,” kata Enny seusai acara sarasehan Pergerakan Indonrsia Maju(PIM) di Jakarta Selatan, Kamis (22/02/2018)

Enny menerangkan, seharusnya ketika terjadi penambahan modal, terjadi peningkatan pendapatan. “Keseimbangan primer itu, kalau pemerintah menambah modal untuk membangun, maka mestinya pendapatan pemerintah naik,” ujar Enny.

Wanita yang pernah menjabat sebagi staff ahli Komisi X DPR-RI tersebut mengatakan, jika hutang untuk infrastruktur dapat membuat orang tertarik dan berinvestasi, maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang kemudian akan memicu peningkatan penerimaan pemerintah dalam bentuk pajak, PNPB ataupun yang lain.

“Itulah yang disebut, investasi pemerintah efektif untuk menggerakkan ekonomi. Oleh karena itu, ketika hutang naik, mestinya pendapatan pemerintah juga naik. Nah, kita tidak,” tuturnya.

Enny juga mengatakan bahwa hutang pemerintah terus bertambah. Akan tetapi justru terjadi keseimbangan primer yang negatif. Hal ini menurutnya disebabkan pengelolaan pemerintah terhadap hutang yang bermasalah.

“Jadi pengelolaan sendiri sudah bermasalah. Ada kenaikan hutang tapi keseimbangan primernya naik.” ujar Enny

BACA JUGA  Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Kepala BPIP

“Mending masih defisit. Ini naik,”imbuhnya.

Dalam 2017, defisit keseimbangan primer di Indonesia mencapai hampir 150 T. Hal itu, menurut Enny membuktikan bahwa utang memang tidak produktif untuk ekonomi Indonesia. Dia juga menekankan, tidak produktivitasnya bukanlah salah utangnya, akan tetapi pengelolaan terhadap hutang.

“Di negara yang lain hutang juga tidak masalah, justru ekonominya meningkat. Titik permasalahan adalah bagaimana tata kelola dan pengelolaan terhadap hutang itu,” pungkas Enny.

Reporter: Qoid
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Uni Eropa Siapkan Langkah-langkah Hadapi Ancaman Sanksi AS

Uni Eropa memperingatkan pada hari Selasa (20/02/2018) bahwa mereka akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa.

Jum'at, 23/02/2018 16:55 0

Opini

Muhammad Jefri, Densus 88, dan Bu Dendy

Ada kesamaan antara Bu Dendy dengan Densus 88, mudah tersulut emosi, mudah memvonis, dan bertindak di luar kewenangannya

Jum'at, 23/02/2018 14:52 0

Suriah

Kesaksikan Dokter di Ghouta: Kami Melihat Pembantaian Besar

“Saya belum pernah manyaksikan gempuran sedahsyat ini,” imbuhnya.

Jum'at, 23/02/2018 14:49 1

Khazanah

Duduk Seperti ini dilarang Saat Mendengarkan Khutbah, Mengapa?

KIBLAT.NET - Dalam pelaksanaan shalat Jumat, seorang muslim tidak hanya fokus pada hal-hal yang diwajibkan saja. Namun ia juga harus memerhatikan perkara sunnah atau adab-adab lainnya agar keutamaan shalat jumat bisa diraih dengan sempurna. Salah satunya, ketika mendengarkan khutbah kita dilarang untuk duduk dengan melipat kedua kaki ke perut.

Jum'at, 23/02/2018 10:28 0

Eropa

Rusia Sudah Uji Coba 200 Jenis Senjata Baru di Suriah

Ini sebagai pesan kepada dunia internasional bahwa Rusia memiliki senjata yang mumpuni.

Jum'at, 23/02/2018 08:48 0

Irak

Baghdad Pulangkan Empat Wanita dan 27 Anak-anak ISIS Asal Rusia

"Mereka tertipu untuk bergabung dengan Da'ash (ISIS)," kata seorang juru bicara kementerian kepada wartawan, seperti dinukil Reuters

Jum'at, 23/02/2018 07:35 0

News

Tim Advokasi Keluarga MJ Dihadang , Maneger Nasution: Itu Premanisme

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menyesalkan penghadangan yang diterima Tim Pembela kemanusiaan (TPK) saat hendak mengadvokasi istri Muhammad Jefri. Ia menegaskan bahwa setiap orang punya hak untuk masuk ke setiap daerah selama di teritori Indonesia.

Kamis, 22/02/2018 21:26 0

Editorial

Editorial: (Densus) Belajar dari Kasus Siyono

Dari kasus MJ di atas, rupanya terlihat ada perubahan strategi yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan korban penyiksaan. Bukan strategi interogasi dengan penyiksaan yang dikendurkan, namun pengetatan dalam pengawalan korban. Korban yang telah hilang nyawanya ini jangan sampai bersuara keras lagi seperti mayat Siyono yang masih nyaring bunyinya.

Kamis, 22/02/2018 14:27 1

Suriah

Pasukan Assad di Ghouta Timur Bukan Memerangi Teroris, Tapi Warga Sipil

Rezim Assad sengaja menargetkan infrastruktur dan rumah sakit sipil. Akses kemanusiaan ke wilayah tersebut juga dihalangi untuk memaksa pejuang oposisi menyerah.

Kamis, 22/02/2018 14:05 0

Afrika

AS Tetapkan Ansharul Islam di Sahel Afrika sebagai Organisasi Teroris

Ansharul Islam dibentuk pada tahun 2016 di kawasan hutan Mondoro, Mali, oleh Boureima Dicko, seorang imam setempat yang juga dikenal dengan nama Ibrahim Dicko.

Kamis, 22/02/2018 13:43 0

Close