... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Uni Eropa Siapkan Langkah-langkah Hadapi Ancaman Sanksi AS

Foto: Presiden AS Donald Trump

KIBLAT.NET, Brussel – Uni Eropa memperingatkan pada hari Selasa (20/02/2018) bahwa mereka akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa. Hal itu dinyatakan UE menyusul rencana Trump yang akan menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan.

Kebijakan Washington ini menjadi peluang bagi Trump untuk merealisasikan janji kampanye di bidang perdagangan yang memprioritaskan kepentingan AS seperti dalam slogan “America First” . Namun ada kekhawatiran yang tidak bisa dihindari akan terjadinya reaksi internasional dan perang dagang secara global.

Juru bicara Komisi Eropa, Margaritis Schinas, dari Brussel mengatakan sangat prihatin terhadap sanksi apapun yang berdampak merugikan bagi dunia bisnis Uni Eropa. “Kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi industri UE, dan kami sudah siap memberikan reaksi secara cepat & tepat apabila ekspor kami terkena dampak yang merugikan akibat berbagai pembatasan dalam regulasi baru perdagangan AS,” kata Schinas.

Namun Schinas menegaskan, perdagangan internasional akan tetap memberikan efek “win-win” yang saling menguntungkan apabila seluruh mitra mematuhi aturan. “Kita tidak sedang melakukan perang-dagang”, katanya.

Sampai pertengahan April ini, Trump harus memutuskan apakah akan tetap mengambil kebijakan baru yang lebih proteksionis, yang pasti akan ditentang oleh negara-negara pengekspor dalam organisasi WTO.

Meski demikian, komisi UE yang membawahi kebijakan perdagangan 28 negara anggotanya menolak berkomentar tentang laporan bahwa pejabat-pejabat Eropa sudah membuat daftar tindakan untuk merespon kebijakan Trump.

BACA JUGA  AS Tinjau Ulang Hubungan dengan Negara-negara Anti-Zionis

Sanksi Washington terhadap produk-produk seperti baja dan aluminium terutama terkait dengan kekhawatiran jangka panjang selama ini tentang “over-produksi” Cina, namun Washington melihat isu tersebut dari sudut pandang keamanan nasional & pertahanan.

Pemerintah AS di era Obama juga sudah menyadari perlunya menyelesaikan masalah tersebut namun dengan lebih mengedepankan dialog perdagangan dengan Cina daripada mengambil tindakan berupa sanksi.

Proposal baru AS ini berpotensi merugikan negara-negara Eropa termasuk Cina sebagai produsen baja terbesar di dunia. Di sisi lain, proposal baru Washington itu hanya akan memberi peluang impor kurang dari 1 persen, dan hanya 10 persen bagi ekspor produk aluminium Amerika ke luar negeri.(Syaf)

Sumber: Worldbulletin
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ichsanuddin: Neolib Bikin Neraca Pembayaran Indonesia Tak akan Pernah Sehat

Cara untuk mengatasi tak sehatnya neraca pembayaran Indonesia (NPI) adalah dengan menghentikan sistem neo-liberal

Jum'at, 23/02/2018 16:18 0

Opini

Muhammad Jefri, Densus 88, dan Bu Dendy

Ada kesamaan antara Bu Dendy dengan Densus 88, mudah tersulut emosi, mudah memvonis, dan bertindak di luar kewenangannya

Jum'at, 23/02/2018 14:52 0

Indonesia

Bantu Pengungsi Ghouta Timur, ACT Kirim Tim Relawan ke Suriah

Presiden ACT Ahyudin, mengatakan apa yang kini tengah terjadi di Ghouta Timur adalah sebuah bencana kemanusiaan besar yang menimpa Bumi Syam.

Jum'at, 23/02/2018 12:00 0

Indonesia

Kapal Kemanusiaan ACT Layarkan 2.000 Ton Beras untuk Palestina

Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melayarkan Kapal Kemanusiaan. Kali ini, 10 ribu ton beras dikirim secara bertahap menuju Palestina. Kapal Kemanusiaan Palestina resmi lepas jangkar dari Terminal Petikemas Surabaya, Rabu (21/02/2018).

Jum'at, 23/02/2018 11:30 0

Indonesia

Sebabkan Polusi Udara, Warga Tuntut Pabrik Milik PT. RUM Ditutup

Direktur Utama PT. RUM, Pramono mengaku belum bisa menghentikan langsung aktivitas produksi Senin lalu, karena masih ada bahan-bahan produksi yang harus dihabiskan terlebih dahulu.

Jum'at, 23/02/2018 11:00 0

Khazanah

Duduk Seperti ini dilarang Saat Mendengarkan Khutbah, Mengapa?

KIBLAT.NET - Dalam pelaksanaan shalat Jumat, seorang muslim tidak hanya fokus pada hal-hal yang diwajibkan saja. Namun ia juga harus memerhatikan perkara sunnah atau adab-adab lainnya agar keutamaan shalat jumat bisa diraih dengan sempurna. Salah satunya, ketika mendengarkan khutbah kita dilarang untuk duduk dengan melipat kedua kaki ke perut.

Jum'at, 23/02/2018 10:28 0

Indonesia

Tingkatkan Kualitas Santri, FP2I Banyumas Gelar Lomba Lintas Pesantren

"Kegiatan ini adalah sebagai salah satu evaluasi bagi masing-masing pesantren. Dengan adanya lomba semacam ini, nantinya pesantren-pesatren tahu mana kelebihannya dan kekurangannya. Dengan adanya evaluasi seperti ini nantinya dapat terwujud hajat pendidikan, pengaderan dan dakwah kaum Muslimin semakin baik," ungkapnya di Ponpes Nurul Huda, Purbalingga pada Kamis (22/02/2018).

Jum'at, 23/02/2018 06:41 0

Indonesia

Amnesty International: Amerika Serikat Picu Memburuknya Kondisi HAM Global

Amnesty International hari ini meluncurkan laporan tahunan mengenai situasi HAM dunia Kamis (22/02/2018)

Kamis, 22/02/2018 22:28 0

Indonesia

ICMI: Jangan Ada Beda Perlakuan dalam Kasus Penyerangan Tokoh Agama

Ketua umum ICMI Jimly Asshiddiqie menegaskan penyerangan terhadap tokoh agama adalah sesuatu yang serius

Kamis, 22/02/2018 20:59 0

Indonesia

Kasus Kematian Muhammad Jefri Jadi Perhatian Komnas HAM

Komnas HAM telah menerjunkan tim investigasi ke Indramayu untuk menggali informasi dalam kematian Muhammad Jefri

Kamis, 22/02/2018 20:09 0

Close