... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebabkan Polusi Udara, Warga Tuntut Pabrik Milik PT. RUM Ditutup

Foto: Warga berdemo tuntut PT, RUM ditutup

KIBLAT.NET, Sukoharjo – Tenggang waktu satu bulan tidak dimanfaatkan PT. Rayon Utama Makmur (RUM) untuk mengatasi limbah bau dari pabrik tekstilnya. Untuk itu, masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) bersama warga mengadakan aksi demo menuntut penutupan PT. RUM.

Pembina MPL, Bambang Wahyudi meminta agar perusahaan itu menutup pabriknya secara permanen, bukan sementara. Menurutnya, limbah yang dihasilkan dari pabrik milik PT. RUM telah mengakibatkan banyak masyarakat yang menderita.

“Rakyat Sukoharjo hanya menginginkan udara segar kembali, untuk itu warga hanya menuntut satu, penutupan PT. RUM,” ujarnya saat berorasi di halaman Setda
Pemkab Sukoharjo pada Kamis (22/02/2018).

Bambang menjelaskan, awal beroperasinya PT. RUM berdasarkan izin lingkungan yang diterbitkan oleh Pemkab Sukoharjo. Maka, penutupan PT. RUM juga harus melalui surat keputusan Pemkab Sukoharjo. Ia berharap agar Pemkab segera menyelesaikan masalah tersebut dengan baik.

“Jangan abaikan rakyatmu ini, izin PT. RUM sudah melanggar peraturan,” ujarnya.

Pabrik Milik PT. RUM Akan Ditutup Sementara

Akhirnya PT. RUM menyatakan akan menutup sementara pabriknya secara penuh pada Sabtu (24/02/2018). Direktur Utama PT. RUM, Pramono mengaku belum bisa menghentikan langsung aktivitas produksi Senin lalu, karena masih ada bahan-bahan produksi yang harus dihabiskan terlebih dahulu.

“Sebelum kita putuskan untuk menghentikan total produksi‎, kami sudah menghitung cairan-cairan yang masih ada di dalam tangki produksi. Dan itu harus kita habiskan semua baru kita bisa hentikan total produksinya,” ujarnya saat bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sukoharjo di Ruang Rapat Bupati, Kamis (22/02/2018).

BACA JUGA  Muhammadiyah Minta Teror ke Penyelenggara Diskusi FH UGM Diusut Tuntas

“Kita akan hentikan total produksi besok tanggal 24 Februari,” sambungnya.

Ia berjanji akan mendatangkan alat untuk mengatasi limbah yang bau dan diduga beracun tersebut. Selain, terus berupaya untuk mengatasi limbah yang berdampak kepada warga lebih dari 4 bulan itu.

“Alat yang kita pesan datangnya sekitar 1-1,5 tahun lagi,” tandasnya.

Menurut pantauan Kiblat.net, ribuan warga Sukoharjo memadati halaman Setda Pemkab Sukoharjo pada pukul 09.00 dan membubarkan diri dengan tertib pada pukul 13.40.

Reporter: Reno Alfian
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

Duduk Seperti ini dilarang Saat Mendengarkan Khutbah, Mengapa?

KIBLAT.NET - Dalam pelaksanaan shalat Jumat, seorang muslim tidak hanya fokus pada hal-hal yang diwajibkan saja. Namun ia juga harus memerhatikan perkara sunnah atau adab-adab lainnya agar keutamaan shalat jumat bisa diraih dengan sempurna. Salah satunya, ketika mendengarkan khutbah kita dilarang untuk duduk dengan melipat kedua kaki ke perut.

Jum'at, 23/02/2018 10:28 0

Eropa

Rusia Sudah Uji Coba 200 Jenis Senjata Baru di Suriah

Ini sebagai pesan kepada dunia internasional bahwa Rusia memiliki senjata yang mumpuni.

Jum'at, 23/02/2018 08:48 0

Irak

Baghdad Pulangkan Empat Wanita dan 27 Anak-anak ISIS Asal Rusia

"Mereka tertipu untuk bergabung dengan Da'ash (ISIS)," kata seorang juru bicara kementerian kepada wartawan, seperti dinukil Reuters

Jum'at, 23/02/2018 07:35 0

News

Tim Advokasi Keluarga MJ Dihadang , Maneger Nasution: Itu Premanisme

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menyesalkan penghadangan yang diterima Tim Pembela kemanusiaan (TPK) saat hendak mengadvokasi istri Muhammad Jefri. Ia menegaskan bahwa setiap orang punya hak untuk masuk ke setiap daerah selama di teritori Indonesia.

Kamis, 22/02/2018 21:26 0

Editorial

Editorial: (Densus) Belajar dari Kasus Siyono

Dari kasus MJ di atas, rupanya terlihat ada perubahan strategi yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan korban penyiksaan. Bukan strategi interogasi dengan penyiksaan yang dikendurkan, namun pengetatan dalam pengawalan korban. Korban yang telah hilang nyawanya ini jangan sampai bersuara keras lagi seperti mayat Siyono yang masih nyaring bunyinya.

Kamis, 22/02/2018 14:27 1

Suriah

Pasukan Assad di Ghouta Timur Bukan Memerangi Teroris, Tapi Warga Sipil

Rezim Assad sengaja menargetkan infrastruktur dan rumah sakit sipil. Akses kemanusiaan ke wilayah tersebut juga dihalangi untuk memaksa pejuang oposisi menyerah.

Kamis, 22/02/2018 14:05 0

Afrika

AS Tetapkan Ansharul Islam di Sahel Afrika sebagai Organisasi Teroris

Ansharul Islam dibentuk pada tahun 2016 di kawasan hutan Mondoro, Mali, oleh Boureima Dicko, seorang imam setempat yang juga dikenal dengan nama Ibrahim Dicko.

Kamis, 22/02/2018 13:43 0

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Salurkan Donasi untuk Keluarga Anggota FPI Klaten 

Donasi diserahkan melalui keluarga Sulis di rumah orangtuanya di Klaten Jawa Tengah yang dibersamai oleh Ketua FPI Klaten.

Kamis, 22/02/2018 11:31 0

Suriah

Rusia Pasok Suriah Senjata Sebelum Pembantaian Ghautah Timur Dimulai

Harian online Suriah, Zaman Al-Wasl, pada Rabu (21/02) melaporkan bahwa Moskow mengirim senjata dan bom udara kepada militer Assad sehari sebelum penyerangan intens di Ghauta Timur.

Kamis, 22/02/2018 09:50 1

Suriah

Warga Ghautah: Kami Menunggu Antrian Mati

“Kami menunggu antrian mati,” ujarnya kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa itulah ungkapan yang bisa kami katan.

Kamis, 22/02/2018 09:27 0

Close