... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Duduk Seperti ini dilarang Saat Mendengarkan Khutbah, Mengapa?

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Dalam pelaksanaan shalat Jumat, seorang muslim tidak hanya fokus pada hal-hal yang diwajibkan saja. Namun ia juga harus memerhatikan perkara sunnah atau adab-adab lainnya agar keutamaan shalat jumat bisa diraih dengan sempurna. Salah satuny, ketika mendengarkan khutbah kita dilarang untuk duduk dengan melipat kedua kaki ke perut.

Dalam pembahasan fikih, duduk seperti ini biasa disebut dengan Al-Ijtiba’, yaitu kondisi seseorang yang melipat kedua kakinya ke perut dengan baju. Ia menyatukannya dengan baju itu bersama punggungnya, lalu merapatkannya ke perut. Terkadang pula, ia dilakukan dengan kedua tangan sebagai ganti baju. (An-Nihâyatu fi Gharîbil-Hadîts, karya Ibnul Atsir: I/335)

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam melarang perbuatan seperti ini dalam hadits Sahal bin Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, dari bapaknya ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

Hadits ini dikatakan dha’if oleh sebagian ulama. Namun yang benar, hadits tersebut tsabit (kuat). Imam Nawawi mengatakan, “Pendapat yang shahih ialah hukumnya makruh. Dan maknanya seperti yang dikemukakan Al-Khatthabi, Al-Ijtiba` (duduk dengan merapatkan kedua kaki ke perut) bisa mengantar tidur sehingga wudhunya ada kemungkinan batal. Selain itu, ia juga tidak dapat mendengar khutbah.” (Raudhatuth-Thâlibîn, karya Imam Nawawi: II/33)

Pendapat ini juga dikuatkan oleh syaikh al-utsaimin dalam syarah kitab riyadush shalihin, 6/449, menurut beliau, “Adanya larangan dari Nabi tersebut dikarenakan dua sebab, pertama: duduk dalam posisi tersebut bisa mengantarkan tidur sehingga tidak mendengarkan khutbah. Kedua: dikhawatirkan ketika dia bergerak auratnya akan tersingkap karena kebanyakan orang menggunakan kain sarung atau jubah.” Namun demikian beliau masih membolehkan duduk dalam posisi di atas jika bisa terjaga dari dua penyebab lahirnya hukum tersebut. Larangan ada karena adanya sebab (illah) dan ketika sebab itu hilang maka hukum itu pun ikut hilang. Wallahu a’lam bis shawab!

 

Fakhruddin

Sumber: Kitab Al-Jâmi’ Li Ahkâmish Shalâh Wa Shifatu Shalâtin Nabiy Shalallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, karya Abu Abdirrahman Adil bin Sa’ad

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Rusia Sudah Uji Coba 200 Jenis Senjata Baru di Suriah

Ini sebagai pesan kepada dunia internasional bahwa Rusia memiliki senjata yang mumpuni.

Jum'at, 23/02/2018 08:48 0

Irak

Baghdad Pulangkan Empat Wanita dan 27 Anak-anak ISIS Asal Rusia

"Mereka tertipu untuk bergabung dengan Da'ash (ISIS)," kata seorang juru bicara kementerian kepada wartawan, seperti dinukil Reuters

Jum'at, 23/02/2018 07:35 0

Indonesia

Tingkatkan Kualitas Santri, FP2I Banyumas Gelar Lomba Lintas Pesantren

"Kegiatan ini adalah sebagai salah satu evaluasi bagi masing-masing pesantren. Dengan adanya lomba semacam ini, nantinya pesantren-pesatren tahu mana kelebihannya dan kekurangannya. Dengan adanya evaluasi seperti ini nantinya dapat terwujud hajat pendidikan, pengaderan dan dakwah kaum Muslimin semakin baik," ungkapnya di Ponpes Nurul Huda, Purbalingga pada Kamis (22/02/2018).

Jum'at, 23/02/2018 06:41 0

Indonesia

Amnesty International: Amerika Serikat Picu Memburuknya Kondisi HAM Global

Amnesty International hari ini meluncurkan laporan tahunan mengenai situasi HAM dunia Kamis (22/02/2018)

Kamis, 22/02/2018 22:28 0

News

Tim Advokasi Keluarga MJ Dihadang , Maneger Nasution: Itu Premanisme

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menyesalkan penghadangan yang diterima Tim Pembela kemanusiaan (TPK) saat hendak mengadvokasi istri Muhammad Jefri. Ia menegaskan bahwa setiap orang punya hak untuk masuk ke setiap daerah selama di teritori Indonesia.

Kamis, 22/02/2018 21:26 0

Indonesia

ICMI: Jangan Ada Beda Perlakuan dalam Kasus Penyerangan Tokoh Agama

Ketua umum ICMI Jimly Asshiddiqie menegaskan penyerangan terhadap tokoh agama adalah sesuatu yang serius

Kamis, 22/02/2018 20:59 0

Indonesia

Kasus Kematian Muhammad Jefri Jadi Perhatian Komnas HAM

Komnas HAM telah menerjunkan tim investigasi ke Indramayu untuk menggali informasi dalam kematian Muhammad Jefri

Kamis, 22/02/2018 20:09 0

Indonesia

Indonesia Dukung Deklarasi Cotonou untuk Al-Quds

Pertemuan Tahunan ke-6 OIC-Broadcasting Regulatory and Authority Forum (IBRAF) di Cotonou, Benin, ditutup dengan disepakatinya Cotonou Declaration on Al Quds

Kamis, 22/02/2018 19:09 0

Indonesia

Saksi Ahli JPU: Alfian Tanjung Tak Dapat Dipidana Karena Cuitannya

Alfian Tanjung dilaporkan karena cuitan di Twitter tentang “85% Kader PKI ada di PDIP”.

Kamis, 22/02/2018 16:15 0

Indonesia

Komnas HAM: Serangan ke Tokoh Agama Pengaruhi Pilkada

Komnas HAM masih mendalami fenomena penyerangan terhadap tokoh agama tersebut.

Kamis, 22/02/2018 15:23 0

Close