... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Ghautah: Kami Menunggu Antrian Mati

Foto: Warga di Ghouta Timur [sumber: Reuters]

KIBLAT.NET, Damaskus – Warga Ghautah Timur mengatakan saat ini mereka menunggu giliran untuk “mati”. Gempuran militer Suriah dan Rusia membombardir tiada henti selama empat hari kota di pedesaan Damaskus itu.

Kota yang mayoritas penduduknya hidup dari pertanian itu mulai menyaksikan gempuran paling sengit pada Ahad (18/02). Banyak pihak menduga rezim menerapkan skenario di Alppo untuk memaksa oposisi di Ghautah Timur menyerah.

Bilal Abu Sholah, pemuda 22 tahun warga Kota Duma yang merupakan kota terbesar di wilayah Ghautah Timur, mengungkapkan bahwa kematian telah menunggu warga satu persatu. Warga menghadapi blokade tiga tahun lebih dan hari ini bom-bom rezim dan Suriah mengincar mereka.

“Kami menunggu antrian mati,” ujarnya kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa itulah ungkapan yang bisa kami katan.

Ia menambahkan bahwa mayoritas warga hidup dalam pengungsian. Setiap rumah terdapat lima hingga enam anggota keluarga. Tak ada makanan dan tak ada pasar lagi.

Reuters melaporkan, sedikitnya 38 orang tewas di Gahutah Timur pada Rabu. Di saat yang sama, lembaga pengawas HAM Suriah (SHOR) mengonfirmasi, 310 orang lebih tewas dan 1550 lainya luka-luka selama tiga hari sebelumnya.

Ghautah Timur merupakan daerah pertanian di pinggiran Damaskus dan wilayah oposisi terakhir di dekat pusat pemerintahan rezim Assad. Sebanyak 400 ribu warga yang tinggal di kota ini hidup dalam blokade selama tiga tahun.

Perlu diketahui, Ghautah Timur yang mayoritas di bawah kendali faksi Jaisyul Islam termasuk dari wilayah zona de-eskalasi yang dihasilkan konferensi Astana. Namun kesepakatan itu tidak mencakup wilayah kontrol Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) atau kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah. Di Ghautah Timur sendiri, terdapat wilayah pejuang HTS yang menguasai sedikit wilayah.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahira Idris Ingatkan Infrastruktur Jangan untuk ‘Jualan’ Keberhasilan

Maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, menjadi sorotan sekaligus catatan buruk pemerintah. Pasalnya, kecelakaan dalam pengerjaan infrastruktur kerap menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik.

Rabu, 21/02/2018 20:06 0

Indonesia

Mabes Polri Janji Ungkap Kasus Rekayasa Orang Gila Serang Ulama 2 Minggu Lagi

Kabareskrim Mabes Polri berjanji mengungkap kasus serangan ulama oleh orang gila dalam dua minggu

Rabu, 21/02/2018 19:04 0

Analisis

Perang Tipu Daya dan Isu Kepulangan Habib Rizieq

Penjelasan Sun Tzu, lagi-lagi membuat kita terpaksa mengerti bahwa sasaran tipu daya itu adalah lawan, bukan kawan kita sendiri. Sehingga untuk merencanakan sebuah gerakan desepsi perlu sebuah skenario yang utuh dan perencanaan yang matang.

Rabu, 21/02/2018 16:13 1

Indonesia

Amien Rais: Di Balik Kasus Penyerangan Ulama Ada Siluman

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais mempertanyakan kinerja Polri dalam mengusut dalang di balik kasus penyerangan terhadap ulama.

Rabu, 21/02/2018 13:31 0

Video Kajian

Konsep Unggul, Tapi Umat Kalah, Mengapa?

KIBLAT.NET – Konsep Unggul, Tapi Umat Kalah, Mengapa? Bila dibandingkan, menurut penjelasan Ustadz Farid, umat...

Rabu, 21/02/2018 13:17 0

Indonesia

Kasus Penyerangan Ulama Tak Kunjung Tuntas, API Jabar Ultimatum Kapolri

Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mundur jika tidak bisa menuntaskan kasus penyerangan terhadap ulama yang semakin marak.

Rabu, 21/02/2018 12:17 0

Indonesia

Ini yang Dilakukan TPM Tindaklanjuti Kasus Kematian Jefri

Ardilla, istri almarhum Muhammad Jefri meminta bantuan Tim Pengacara Muslim (TPM) untuk mengusut tuntas kematian suaminya yang dinilai janggal.

Rabu, 21/02/2018 11:57 0

Indonesia

100 Lebih Ahli Hukum Akan Berkumpul Bela Habib Rizieq

Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution mengungkapkan, ada lebih dari 100 orang pakar hukum yang akan membela Habib Rizieq Syihab.

Rabu, 21/02/2018 11:09 0

Indonesia

Update: HRS Batal Pulang ke Indonesia Hari Ini

"Saya ingin menyampaikan amanat sambutan dari Habib Rizieq Syihab yang direkam di Arab Saudi," ungkap Sobri Lubis kepada ratusan massa.

Rabu, 21/02/2018 08:58 0

Indonesia

Dua Ribu Personel Gabungan TNI-Polri Bersiaga di Soetta

"Sebanyak 2000 personel gabungan TNI, Polri Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura II, mas," kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta, Ipda Prayogo saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2018) pagi.

Rabu, 21/02/2018 08:27 0

Close