... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Uni Eropa Ancang-ancang Hadapi Ancaman Sanksi AS

KIBLAT.NET, Brussel – Uni Eropa memperingatkan, Selasa (20/02), akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi, dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa. Hal itu dinyatakan UE menyusul rencana Trump yang akan menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan.

Kebijakan Washington ini menjadi peluang bagi Trump untuk merealisasikan janji kampanye di bidang perdagangan yang memprioritaskan kepentingan AS seperti dalam slogan “America First”. Namun ada kekhawatiran yang tidak bisa dihindari munculnya reaksi internasional dan perang dagang secara global.

Juru bicara Komisi Eropa, Margaritis Schinas, di Brussel menyatakan sangat prihatin terhadap sanksi apapun yang berdampak merugikan dunia bisnis Uni Eropa. “Kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi industri UE, dan kami sudah siap memberikan reaksi secara cepat dan tepat apabila eksport kami terkena dampak yang merugikan akibat berbagai pembatasan dalam regulasi baru perdagangan AS,” kata Schinas.

Namun Schinas menegaskan, perdagangan internasional akan tetap memberikan efek “win-win” yang saling menguntungkan apabila seluruh mitra mematuhi aturan. “Kita tidak sedang melakukan perang-dagang”, katanya.

Sampai pertengahan April ini, Trump harus memutuskan apakah akan tetap mengambil kebijakan baru yang lebih proteksionis, yang pasti akan ditentang oleh negara-negara pengekspor dalam organisasi WTO.

Meski demikian, komisi UE yang membawahi kebijakan perdagangan 28 negara anggotanya menolak berkomentar tentang laporan bahwa pejabat-pejabat Eropa sudah membuat daftar tindakan untuk merespon kebijakan Trump.

BACA JUGA  Gambia Gugat Myanmar ke Pengadilan Internasional Atas Genosida Rohingya

Sanksi Washington terhadap produk-produk seperti baja dan aluminium terutama terkait dengan kekhawatiran jangka panjang selama ini tentang “over-produksi” Cina, namun Washington melihat isu tersebut dari sudut pandang keamanan nasional dan pertahanan.

Pemerintah AS di era Obama juga sudah menyadari perlunya menyelesaikan masalah tersebut namun dengan lebih mengedepankan dialog perdagangan dengan Cina daripada mengambil tindakan berupa sanksi.

Proposal baru AS ini berpotensi merugikan negara-negara Eropa termasuk Cina sebagai produsen baja terbesar di dunia. Di sisi lain, proposal baru Washington itu hanya akan memberi peluang impor kurang dari 1 persen, dan hanya 10 persen bagi ekspor produk aluminium Amerika ke luar negeri. [hun]

Sumber: World Bulletin
Redaktur: YasinMuslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahira Idris Ingatkan Infrastruktur Jangan untuk ‘Jualan’ Keberhasilan

Maraknya kecelakaan konstruksi belakangan ini, menjadi sorotan sekaligus catatan buruk pemerintah. Pasalnya, kecelakaan dalam pengerjaan infrastruktur kerap menimbulkan korban jiwa dan merugikan publik.

Rabu, 21/02/2018 20:06 0

Indonesia

Mabes Polri Janji Ungkap Kasus Rekayasa Orang Gila Serang Ulama 2 Minggu Lagi

Kabareskrim Mabes Polri berjanji mengungkap kasus serangan ulama oleh orang gila dalam dua minggu

Rabu, 21/02/2018 19:04 0

Analisis

Perang Tipu Daya dan Isu Kepulangan Habib Rizieq

Penjelasan Sun Tzu, lagi-lagi membuat kita terpaksa mengerti bahwa sasaran tipu daya itu adalah lawan, bukan kawan kita sendiri. Sehingga untuk merencanakan sebuah gerakan desepsi perlu sebuah skenario yang utuh dan perencanaan yang matang.

Rabu, 21/02/2018 16:13 1

Indonesia

Amien Rais: Di Balik Kasus Penyerangan Ulama Ada Siluman

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais mempertanyakan kinerja Polri dalam mengusut dalang di balik kasus penyerangan terhadap ulama.

Rabu, 21/02/2018 13:31 0

Video Kajian

Konsep Unggul, Tapi Umat Kalah, Mengapa?

KIBLAT.NET – Konsep Unggul, Tapi Umat Kalah, Mengapa? Bila dibandingkan, menurut penjelasan Ustadz Farid, umat...

Rabu, 21/02/2018 13:17 0

Indonesia

Kasus Penyerangan Ulama Tak Kunjung Tuntas, API Jabar Ultimatum Kapolri

Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mundur jika tidak bisa menuntaskan kasus penyerangan terhadap ulama yang semakin marak.

Rabu, 21/02/2018 12:17 0

Indonesia

Ini yang Dilakukan TPM Tindaklanjuti Kasus Kematian Jefri

Ardilla, istri almarhum Muhammad Jefri meminta bantuan Tim Pengacara Muslim (TPM) untuk mengusut tuntas kematian suaminya yang dinilai janggal.

Rabu, 21/02/2018 11:57 0

Indonesia

100 Lebih Ahli Hukum Akan Berkumpul Bela Habib Rizieq

Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution mengungkapkan, ada lebih dari 100 orang pakar hukum yang akan membela Habib Rizieq Syihab.

Rabu, 21/02/2018 11:09 0

Indonesia

Update: HRS Batal Pulang ke Indonesia Hari Ini

"Saya ingin menyampaikan amanat sambutan dari Habib Rizieq Syihab yang direkam di Arab Saudi," ungkap Sobri Lubis kepada ratusan massa.

Rabu, 21/02/2018 08:58 0

Indonesia

Dua Ribu Personel Gabungan TNI-Polri Bersiaga di Soetta

"Sebanyak 2000 personel gabungan TNI, Polri Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura II, mas," kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta, Ipda Prayogo saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2018) pagi.

Rabu, 21/02/2018 08:27 0

Close