... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indonesia Dukung Deklarasi Cotonou untuk Al-Quds

Foto: Ketua KPI Memberikan cenderamata pada Presiden HAAC Benin-ADam Boni Tessi

KIBLAT.NET, Cotonou – Pertemuan Tahunan ke-6 OIC-Broadcasting Regulatory and Authority Forum (IBRAF) di Cotonou, Benin, ditutup dengan disepakatinya Cotonou Declaration on Al-Quds, Selasa (20/2). Deklarasi tersebut hadir dengan pertimbangan penolakan terhadap penetapan Yerussalem sebagai ibukota Israel. Penolakan ini dilandasi alasan kemanusiaan dalam sejarah berdirinya negara Palestina, dan demi menjaga keberadaan historis dan kesakralan Al-Quds dan Haram Al-Sharif sebagai pusat tiga agama besar di dunia.

Sebagai organisasi yang berada di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), IBRAF berkomitmen kuat mendukung prinsip dan tujuan yang tercantum dalam Piagam OKI tentang Al-Quds. Karenanya, dalam naskah deklarasi juga menekankan pentingnya pelestarian kesucian dan status sejarah Al-Quds dan Haram al-Sharif untuk dunia Islam, serta mempertahankan sifat multi-agama Al-Quds. Untuk itulah, IBRAF menilai penting adanya kerjasama dan koordinasi dalam membela Palestina dan Al-Quds melalui bidang media audio visual.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis yang hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan, deklarasi Cotonou menyepakati agar otoritas pengawas penyiaran di seluruh negara anggota IBRAF memastikan lembaga penyiaran di bawah kewenangannya untuk menggunakan bahasa audio visual yang peka dan penuh pertimbangan dalam pembuatan program tentang Al-Quds.

Deklarasi ini juga, tambah Yuliandre, mendorong lembaga penyiaran untuk menyediakan ruang di media untuk menggarisbawahi pentingnya perlindungan karakter multi-budaya dan multi-agama di Al-Quds untuk membangun perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut secara khusus dan di dunia secara keseluruhan.

BACA JUGA  Fahri Hamzah Optimis Ekonomi Domestik Penyelamat di Tengah Ancaman Resesi

Yuliandre yang baru saja meletakkan jabatan sebagai Presiden IBRAF menegaskan pula komitmen Indonesia untuk mendukung deklarasi Cotonou. Apalagi pemerintah Indonesia sudah menyatakan sikap yang tegas atas eksistensi Palestina dan Al-Quds.

“Kami meyakini, dengan memberikan ruang yang adil dan proporsional terhadap masalah Palestina dan Al-Quds di media, menjadi salah satu kontribusi dunia penyiaran dalam menjunjung hak asasi manusia serta menjaga keharmonisan antar ummat beragama dan masyarakat dunia,” pungkas Yuliandre.

Sumber: Humas KPI
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Kiblatorial

Editorial: (Densus) Belajar dari Kasus Siyono

Dari kasus MJ di atas, rupanya terlihat ada perubahan strategi yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan korban penyiksaan. Bukan strategi interogasi dengan penyiksaan yang dikendurkan, namun pengetatan dalam pengawalan korban. Korban yang telah hilang nyawanya ini jangan sampai bersuara keras lagi seperti mayat Siyono yang masih nyaring bunyinya.

Kamis, 22/02/2018 14:27 1

Suriah

Pasukan Assad di Ghouta Timur Bukan Memerangi Teroris, Tapi Warga Sipil

Rezim Assad sengaja menargetkan infrastruktur dan rumah sakit sipil. Akses kemanusiaan ke wilayah tersebut juga dihalangi untuk memaksa pejuang oposisi menyerah.

Kamis, 22/02/2018 14:05 0

Afrika

AS Tetapkan Ansharul Islam di Sahel Afrika sebagai Organisasi Teroris

Ansharul Islam dibentuk pada tahun 2016 di kawasan hutan Mondoro, Mali, oleh Boureima Dicko, seorang imam setempat yang juga dikenal dengan nama Ibrahim Dicko.

Kamis, 22/02/2018 13:43 0

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Salurkan Donasi untuk Keluarga Anggota FPI Klaten 

Donasi diserahkan melalui keluarga Sulis di rumah orangtuanya di Klaten Jawa Tengah yang dibersamai oleh Ketua FPI Klaten.

Kamis, 22/02/2018 11:31 0

Suriah

Rusia Pasok Suriah Senjata Sebelum Pembantaian Ghautah Timur Dimulai

Harian online Suriah, Zaman Al-Wasl, pada Rabu (21/02) melaporkan bahwa Moskow mengirim senjata dan bom udara kepada militer Assad sehari sebelum penyerangan intens di Ghauta Timur.

Kamis, 22/02/2018 09:50 1

Suriah

Warga Ghautah: Kami Menunggu Antrian Mati

“Kami menunggu antrian mati,” ujarnya kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa itulah ungkapan yang bisa kami katan.

Kamis, 22/02/2018 09:27 0

Eropa

Uni Eropa Ancang-ancang Hadapi Ancaman Sanksi AS

Uni Eropa memperingatkan, Selasa (20/02), akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi, dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa. Hal itu dinyatakan UE menyusul rencana Trump yang akan menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan.

Kamis, 22/02/2018 08:25 0

Suriah

PBB Desak Stop Pembantaian di Ghautah Timur

"Yang ingin saya tekankan terhadap semua pihak yang terlibat adalah untuk segera menangguhkan semua kegiatan perang di Ghautha Timur," katanya pada Rabu (21/02).

Kamis, 22/02/2018 08:14 0

News

Penyidik Polri Jadi Saksi Fakta, Pengacara Alfian Tanjung Heran

Saksi fakta yang dihadirkan adalah Davit Permana. Davit merupakan penyidik yang memeriksa Alfian Tanjung pertama kali. Sontak tim penasihat hukum Alfian Tanjung keberatan. Karena seharusnya penyidik menjadi pihak yang independen dan tidak menjadi saksi fakta yang memberatkan terdakwa.

Rabu, 21/02/2018 21:00 0

News

Sebelum Ditangkap Densus, Muhammad Jefri Tak Pernah Keluhkan Sakit

Trisno mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, keluarga istri MJ menyampaikan kronologi penangkapan versi keluarga. Ia menegaskan bahwa saat ditangkap oleh Densus 88, keluarga tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu. Dan dalam keadaan sehat.

Rabu, 21/02/2018 20:45 0

Close