... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Habib Rizieq Soroti Kasus Korupsi Honggo hingga PK Ahok

Foto: Habib Rizieq Shihab

KIBLAT.NET, Jakarta – Meski tak jadi pulang ke Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Shihab tetap mengapresiasi segenap panitia dan umat Islam yang hadir dalam acara istighosah dan penyambutan dirinya di Masjid Baitul Amal, Cengkareng.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq melalui rekaman yang disiarkan melalui pengeras suara masjid. Ia kemudian mengungkapkan keprihatinan atas kondisi Indonesia yang semakin kacau pasca kepergiannya ke Mekkah.

“Terus terang saya secara pribadi ingin pulang karena hari ini sakit dan amat teriris serta sedih sekali tatkala menyaksikan sejak saya hijrah dari Indonesia ke Mekkah situasi negeri kita semakin semrawut, semakin kacau balau,” katanya pada Rabu (21/02/2018).

“Baru beberapa waktu lalu seorang naga merah menjadi garong negara, korupsi Rp 35 triliun dan lari ke Singapura. Tapi sepi pemberitaan media dan gambar DPO-nya pun tidak didapat di tengah masyarakat,” tambahnya, merujuk kasus Honggo Wendratno, buronan korupsi kondensat.

Padahal, lanjut dia, pelakunya adalah buronan kelas kakap yang telah merampok uang negara sehingga membuat rakyat semakin melarat dan menderita.

“Sementara tatkala saya hijrah saya langsung diumumkan sebagai buronan DPO dan gambar saya disebar serta ditempel dimana-mana. Innalilahi,” ujarnya.

Habib Rizieq mengaku semakin prihatin ketika mendapatkan fakta bahwa persekusi dan kriminalisasi ulama serta aktivis masih kerap terjadi.

“Pasca aksi 212 di tahun 2016, tak satupun ulama dan aktivis Islam yang hingga kini kasusnya di-SP3-kan. Sementara kalau penistaan agama yang dilaporkan tidak diproses sebagaimana mestinya,” ujarnya.

BACA JUGA  Hingga Hari Kedua Lebaran, 135 Napi Asimilasi Kembali Ditangkap

Ia kemudian menyampaikan kasus yang menimpa anggota Partai Nasdem, Viktor Laiskodat yang hingga saat ini tidak jelas proses hukumnya. Salah satu kasus penistaan agama lain, malah secara terang-terangan diumumkan bahwa kasusnya di-SP3-kan yakni kasus Ade Armando.

“Hati ini semakin sakit dan pedih tatkala kini para ulama dan aktivis Islam hingga imam masjid dan marbot diserang dan dianiaya hingga dibunuh,” ujarnya.

“Apalagi ada upaya para pecundang untuk bebaskan si Ahok sang penista agama dari hukuman lewat PK di Mahkamah Agung. Ahok tak pernah banding maupun kasasi sehingga PK-nya wajib ditolak demi tegaknya hukum,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq Shihab akhirnya menunda jadwal kepulangan ke Tanah Air pada Rabu 21 Februari 2018. Alasan penundaan karena mendapat masukan dari para guru dan tokoh, selain mempertimbangkan sisi keamanan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Salurkan Donasi untuk Keluarga Anggota FPI Klaten 

Donasi diserahkan melalui keluarga Sulis di rumah orangtuanya di Klaten Jawa Tengah yang dibersamai oleh Ketua FPI Klaten.

Kamis, 22/02/2018 11:31 0

Suriah

Rusia Pasok Suriah Senjata Sebelum Pembantaian Ghautah Timur Dimulai

Harian online Suriah, Zaman Al-Wasl, pada Rabu (21/02) melaporkan bahwa Moskow mengirim senjata dan bom udara kepada militer Assad sehari sebelum penyerangan intens di Ghauta Timur.

Kamis, 22/02/2018 09:50 1

Suriah

Warga Ghautah: Kami Menunggu Antrian Mati

“Kami menunggu antrian mati,” ujarnya kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa itulah ungkapan yang bisa kami katan.

Kamis, 22/02/2018 09:27 0

Eropa

Uni Eropa Ancang-ancang Hadapi Ancaman Sanksi AS

Uni Eropa memperingatkan, Selasa (20/02), akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi, dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa. Hal itu dinyatakan UE menyusul rencana Trump yang akan menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan.

Kamis, 22/02/2018 08:25 0

Suriah

PBB Desak Stop Pembantaian di Ghautah Timur

"Yang ingin saya tekankan terhadap semua pihak yang terlibat adalah untuk segera menangguhkan semua kegiatan perang di Ghautha Timur," katanya pada Rabu (21/02).

Kamis, 22/02/2018 08:14 0

News

Penyidik Polri Jadi Saksi Fakta, Pengacara Alfian Tanjung Heran

Saksi fakta yang dihadirkan adalah Davit Permana. Davit merupakan penyidik yang memeriksa Alfian Tanjung pertama kali. Sontak tim penasihat hukum Alfian Tanjung keberatan. Karena seharusnya penyidik menjadi pihak yang independen dan tidak menjadi saksi fakta yang memberatkan terdakwa.

Rabu, 21/02/2018 21:00 0

News

Sebelum Ditangkap Densus, Muhammad Jefri Tak Pernah Keluhkan Sakit

Trisno mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, keluarga istri MJ menyampaikan kronologi penangkapan versi keluarga. Ia menegaskan bahwa saat ditangkap oleh Densus 88, keluarga tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu. Dan dalam keadaan sehat.

Rabu, 21/02/2018 20:45 0

News

Hendak Advokasi Istri MJ, Tim Pembela Kemanusiaan Dihadang Warga

Para advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) hari ini berencana mendatangi rumah istri Muhammad Jefri di Indramayu. Namun, ketika memasuki gang yang menuju rumah istri Jefri, anggota TPK dicegat oleh orang yang mengaku warga setempat.

Rabu, 21/02/2018 20:28 1

Afghanistan

Taliban: Laporan PBB Tutupi Kejahatan AS di Afghanistan

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Imarah Islam Afghanistan bertanggung jawab atas 42% korban sipil di negara tersebut, 13% oleh rezim Kabul sedangkan Amerika Serikat disebutkan hanya 2% saja.

Rabu, 21/02/2018 17:17 0

Suriah

Ghouta Makin Mencekam, 250 Orang Tewas dalam 2 Hari

Kondisi Ghouta Timur kian memburuk, korban jiwa berjatuhan. Serangan udara semakin sering, warga pun tak dapat menghindar.

Rabu, 21/02/2018 16:25 0

Close