... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty International: Amerika Serikat Picu Memburuknya Kondisi HAM Global

Foto: Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid meluncurkan laporan situasi HAM dunia, Kamis (22-02-2018) di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty International hari ini, Kamis (22/02/2018), meluncurkan laporan tahunan mengenai situasi HAM dunia. Amerika Serikat dinilai sebagai pemicu memburuknya kondisi hak asasi manusia.

Amnesty International memilih Washington DC, Amerika Serikat sebagai tempat peluncuran laporan tahunan situasi HAM dunia. Dalam laporannya, lembaga itu memperingatkan keadaan baru yaitu politik kebencian.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut keadaan politik kebencian saat sangat mengkhawatirkan bagi hak asasi manusia. “Amerika Serikat menjadi pilihan (tempat peluncuran) karena memburuknya kondisi hak asasi manusia secara global itu dipicu oleh kebijakan-kebijakan luar negeri pemerintahan Amerika Serikat,” ungkapnya di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Usman mengatakan konsekuensi-konsekuensi dari retorika kebencian yang disampaikan oleh pemimpin-pemimpin negara telah menimbulkan efek-efek yang luar biasa. Di Amerika Serikat, hal itu terlihat dalam larangan bagi warga yang berasal dari tujuh negara muslim untuk masuk ke negara yang saat ini dipimpin Donal Trump. Larangan yang sama juga berlaku pada imigran asal Meksiko.

“Itu menimbulkan praktik diskriminasi yang luar biasa,” ujarnya.

Untuk wilayah Asia, Amnesty International menyoroti politik kebencian di Myanmar. Seperti diketahui, telah berlangsung krisis di Rakhine State dengan etnis muslim minoritas Rohingya sebagai korban.

“Politik kebencian terhadap etnis Rohingya itu sudah dituangkan ke dalam tindakan-tindakan kekerasaan, operasi militer yang menghapus etnis muslim minoritas Rohingya dari teritori Myanmar. Ini suatu kondisi yang membahayakan,” tegas Usman.

BACA JUGA  Via Telepon, Jokowi Ucapkan Selamat Idul Adha ke Erdogan

Bakhan, dalam kasus Palestina pelanggaran hak asasi manusia telah terjadi selama 50 tahun. Tapi, menurut Usman, tak ada upaya serius dari dunia, dari PBB, bahkan dari negara-negara yang memiliki posisi penting untuk menghentikan hal itu.

“Jadi satu hal yang menghawatirkan kita hari ini, politik kebencian itu telah menyebar ke berbagai negara,” tandasnya.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Tim Advokasi Keluarga MJ Dihadang , Maneger Nasution: Itu Premanisme

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menyesalkan penghadangan yang diterima Tim Pembela kemanusiaan (TPK) saat hendak mengadvokasi istri Muhammad Jefri. Ia menegaskan bahwa setiap orang punya hak untuk masuk ke setiap daerah selama di teritori Indonesia.

Kamis, 22/02/2018 21:26 0

Kiblatorial

Editorial: (Densus) Belajar dari Kasus Siyono

Dari kasus MJ di atas, rupanya terlihat ada perubahan strategi yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan korban penyiksaan. Bukan strategi interogasi dengan penyiksaan yang dikendurkan, namun pengetatan dalam pengawalan korban. Korban yang telah hilang nyawanya ini jangan sampai bersuara keras lagi seperti mayat Siyono yang masih nyaring bunyinya.

Kamis, 22/02/2018 14:27 1

Suriah

Pasukan Assad di Ghouta Timur Bukan Memerangi Teroris, Tapi Warga Sipil

Rezim Assad sengaja menargetkan infrastruktur dan rumah sakit sipil. Akses kemanusiaan ke wilayah tersebut juga dihalangi untuk memaksa pejuang oposisi menyerah.

Kamis, 22/02/2018 14:05 0

Afrika

AS Tetapkan Ansharul Islam di Sahel Afrika sebagai Organisasi Teroris

Ansharul Islam dibentuk pada tahun 2016 di kawasan hutan Mondoro, Mali, oleh Boureima Dicko, seorang imam setempat yang juga dikenal dengan nama Ibrahim Dicko.

Kamis, 22/02/2018 13:43 0

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Salurkan Donasi untuk Keluarga Anggota FPI Klaten 

Donasi diserahkan melalui keluarga Sulis di rumah orangtuanya di Klaten Jawa Tengah yang dibersamai oleh Ketua FPI Klaten.

Kamis, 22/02/2018 11:31 0

Suriah

Rusia Pasok Suriah Senjata Sebelum Pembantaian Ghautah Timur Dimulai

Harian online Suriah, Zaman Al-Wasl, pada Rabu (21/02) melaporkan bahwa Moskow mengirim senjata dan bom udara kepada militer Assad sehari sebelum penyerangan intens di Ghauta Timur.

Kamis, 22/02/2018 09:50 1

Suriah

Warga Ghautah: Kami Menunggu Antrian Mati

“Kami menunggu antrian mati,” ujarnya kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa itulah ungkapan yang bisa kami katan.

Kamis, 22/02/2018 09:27 0

Eropa

Uni Eropa Ancang-ancang Hadapi Ancaman Sanksi AS

Uni Eropa memperingatkan, Selasa (20/02), akan mengambil “langkah-langkah yang tepat” untuk melindungi kepentingannya apabila AS menerapkan sanksi, dengan menetapkan tarif tinggi bagi ekportir Eropa. Hal itu dinyatakan UE menyusul rencana Trump yang akan menerapkan kebijakan proteksionisme perdagangan.

Kamis, 22/02/2018 08:25 0

Suriah

PBB Desak Stop Pembantaian di Ghautah Timur

"Yang ingin saya tekankan terhadap semua pihak yang terlibat adalah untuk segera menangguhkan semua kegiatan perang di Ghautha Timur," katanya pada Rabu (21/02).

Kamis, 22/02/2018 08:14 0

News

Penyidik Polri Jadi Saksi Fakta, Pengacara Alfian Tanjung Heran

Saksi fakta yang dihadirkan adalah Davit Permana. Davit merupakan penyidik yang memeriksa Alfian Tanjung pertama kali. Sontak tim penasihat hukum Alfian Tanjung keberatan. Karena seharusnya penyidik menjadi pihak yang independen dan tidak menjadi saksi fakta yang memberatkan terdakwa.

Rabu, 21/02/2018 21:00 0

Close