Propam Nilai Densus 88 Tak Langgar Prosedur terkait Tewasnya MJ

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Kombes Pol Agung Wicaksono mengatakan bahwa ia sengaja dihadirkan oleh Divisi Humas Mabes Polri dalam jumpa pers terkait meninggalnya tersangka pidana terorisme, Muhammad Jefri (MJ). MJ meniggal beberapa jam setelah ditangkap Densus 88. Keluarga melihat ada ketidakwajaran atas kematian bapak satu anak itu.

Agung mengatakan pihaknya telah memeriksa anggota Densus 88 yang menangkap dan membawa MJ. Menurut dia, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada prosedur maupun standar operasi yang dilanggar Densus 88.

“Kami sudah melaksanakan klarifikasi dengan hasil bahwa anggota Densus 88 Polri dalam pelaksanaan tugas penangkapan tersangka teroris di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada tanggal 7 Februari sudah sesuai dengan prosedur, SOP penyidikan,” kata Agung dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jefri sempat dibawa ke klinik di Indramayu sebelum meninggal. Setelah meninggal, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diotopsi. Hasilnya, kata Agung, Jefri meninggal karena serangan jantung.

“Meninggalnya tersangka teroris Muhammad Jefri pasca dilakukan penangkapan oleh anggota Densus akibat serangan jantung dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Agung.

Agung juga menyatakan bahwa tidak ditemukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri dalam penangkapan Jefri. Usai ditangkap, Jefri dibawa tim Densus 88 untuk menunjukkan lokasi persembunyian. Namun, di perjalanan, Jefri mengeluh sesak nafas. Jefri langsung dibawa ke klinik terdekat di Indramayu dan meninggal dunia.

BACA JUGA  Kepala BNPB Doni Monardo Positif Covid-19

Dalam kasus meninggalnya MJ, Komnas HAM telah menurunkan anggota untuk melakukan investigasi ke Indramayu, untuk kemudian menyelidiki apakah ada pelanggaran HAM dan kesalahan prosedur yang dilakukan polisi dalam melakukan penangkapan terhadap MJ.

Kasus kematian MJ beberapa jam setelah ditangkap Densus ini menyimpan banyak misteri. Sebagaimana investigasi yang dilakukan Kiblat.net, MJ diketahui tewas sebelum tiba di klinik. Hanya tiga pihak keluarga yang diperkenankan melihat jasad MJ, dan itu pun saat masih di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sesampainya di rumah duka di Kabupaten Tanggamus, tak boleh ada yang membuka kain kafan MJ.

Proses pemakaman pun terbilang singkat. Pukul lima pagi tiba, pukul tujuh semua selesai. Tak banyak tetangga yang ikut melayat. Menurut adik MJ, banyak pelayat yang tak dikenal warga setempat. Diduga mereka aparat yang berpakain sipil.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat