Polisi Benarkan Jefri Sudah Tak Bernyawa saat Tiba di Klinik

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Kombes M Iqbal mengatakan bahwa tersangka tindak pidana terorisme Indramayu, Muhammad Jefri, sudah meninggal sebelum sampai di klinik untuk mendapat perawatan medis.

“Sudah meninggal dia, pas sampai di klinik baru dinyatakan oleh dokter meninggal dunia. Jadi namanya an arrival death, atau meninggal dalam perjalanan,” ungkapnya kepada Kiblat.net, Kamis (15/02/2018).

Iqbal juga mengatakan bahwa Jefri sebelumnya mengeluh sesak nafas usai dilakukan penangkapan oleh Densus 88. Ia meninggal di mobil sebelum sempat mendapat perawatan klinik di Indramayu.

“Jadi dalam perjalanan itu meninggal, sesak nafas di mobil, dan meninggal di jalan,” ungkapnya.

Karenanya, dokter kepolisian yang melakukan autopsi terhadap jenazah Jefri pun tidak mengetahui secara persis kejadiannya. Dokter hanya menerima jenazah dan melakukan pemeriksaan.

Kiblat.net mengetahu Jefri sudah meninggal sebelum tiba di klinik setelah mendatangi Klinik Nur Medika, Haurgeulis, pada Rabu (14/02/2018) siang. keterangan yang didapat dari Manajemen Klinik, membenarkan bahwa Muhammad Jefri sempat dibawa Densus 88 ke klinik itu. Jasad MJ dibawa menggunakan sebuah mobil pada Kamis (08/02/2018) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Petugas klinik memperhatikan Jefri yang dibawa masuk ruang UGD dengan menggunakan kursi roda, dan menurut perwakilan manajemen Klinik Nur Medika itu mengatakan kondisi Jefri ketika dibawa ke ruang UGD dengan kondisi kepala tertuduk.

BACA JUGA  Pakar: Penolak Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipidana

Di ruang UGD, petugas Klinik Nur Medika segera melakukan pemeriksaan. Dari tindakan pertama terhadap Jefri menunjukkan dia sudah meninggal dunia.

“Dia datang kita periksa sudah tidak sadar. Akhirnya diperiksa tensi, sudah tidak teraba denyut nadinya. Diperiksa EKG (elektrokardiogram, red) sudah flat,” terang manajemen Klinik Nur Medika.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat