... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Download

Laporan Syamina: Goyahnya Tata Dunia Liberal

KIBLAT.NET – Dahulu, pada tahun 1990-an, banyak orang percaya bahwa tatanan politik liberal adalah gelombang masa depan dan akan melingkupi sebagian besar dunia. Amerika Serikat dan sekutu-sekutu demokratisnya telah mengalahkan fasisme dan kemudian komunisme, dan membawa manusia menuju “akhir sejarah.”

Namun kini, optimisme yang memabukkan pada tahun 1990-an berubah menjadi rasa pesimisme yang semakin meningkat—bahkan kekhawatiran—akan tatanan liberal yang ada saat ini. Kekuatan disintegrasi sedang berlangsung dan dasar-dasar dunia pascaperang sedang bergetar.

Hari ini, tatanan tersebut mendapatkan tantangan, dengan munculnya kekuatan baru yang tidak menjalankan norma-norma liberal Barat, mulai dari kelompok Islam hingga negara seperti China dan Rusia.

Banyak pakar menilai bahwa demokrasi liberal yang mengarah pada kapitalisme telah menjadi juara tatanan dunia. Mereka percaya tidak ada sistem lain yang tepat untuk saat ini kecuali demokrasi liberal. Barat banyak mengeskpor konsep negara bangsa ke seluruh dunia, bersama dengan prinsip-prinsip yang menyertainya, seperti sekularisasi dan demokrasi. Nilai-nilai Barat pun menjadi mata uang intelektual yang menjadi standar kebenaran. Tidak hanya dengan pendekatan lunak, kekerasan dan pemaksaan pun mereka lakukan, demi terpeliharanya tatanan.

Kini, revolusi melawan tatanan internasional liberal yang dibentuk pasca Perang Dunia II mulai berlangsung. Mulai dari kelompok fundamentalis Islam, kelompok etno nasionalis yang melawan Uni Eropa, hingga munculnya demokrasi illiberal di Eropa Timur.

BACA JUGA  Jutaan Orang Akan Mengungsi ke Eropa Jika Idlib Diserang

Bagaimana semua itu bisa terjadi? Meningkatnya ketidakadilan, ketimpangan ekonomi, menurunnya kepercayaan pada demokrasi, menguatnya identitas politik dan agama diduga menjadi penyebab.

Baca juga: Download Laporan Syamina: Pudarnya Hegemoni Imperium Amerika Serikat

Dari semua penyebab tersebut, agama memainkan peran besar. Agama menjadi ancaman terbesar tatanan liberal saat ini. Ia memberikan sense of identity kepada pemeluknya. Mengapa orang memerlukan sense of identity? Mereka memerlukannya untuk mengetahui siapa mereka, di mana mereka berada, dan apa tujuan hidup mereka. Sense of identity tersebut lah yang selama ini gagal diberikan oleh dunia liberal hari ini. Mereka juga gagal memperhatikan kepentingan rakyat kecil dan masa depan mereka. Meaningless, begitulah kehidupan di bawah demokrasi liberal. Ada harapan keselamatan abadi yang tidak bisa diberikan oleh demoktrasi liberal. Pada akhirnya, orang membutuhkan lebih dari sekadar kesejahteraan ekonomi.

Banyak orang, dari berbagai latar belakang kelompok, merasa bahwa identitas kelompok mereka saat ini sedang diserang, diabaikan, dan bahkan dihinakan. Mereka mungkin berasal dari orang-orang yang merasakan ketidakadilan, ketimpangan ekonomi, mereka yang mendapatkan tekanan dari imigrasi, dan mereka yang merasa dikhianati oleh para penguasanya yang berselingkuh dengan pihak lain dengan keyakinan yang berbeda. Dan kini, mereka ingin melawan itu semua.

 

liberal
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Di Balik Propaganda “Internasionalisasi Dua Tanah Suci” ala Iran

unia saat ini diguncangkan oleh propaganda internasionalisasi dua Tanah Suci yakni Makkah dan Madinah. Propaganda internasionalisasi Makkah dan Madinah ini bukanlah hal yang baru. Pada dekade 80-an propoganda pernah dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.

Sabtu, 17/02/2018 17:26 1

Indonesia

Ganjal Ekspor Mobil Indonesia, Vietnam Terbitkan Regulasi Baru

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menyampaikan Indonesia tengah menyiapkan strategi...

Sabtu, 17/02/2018 17:02 0

Indonesia

Kata Polisi, Hanya Keluarga Kandung yang Berhak Ajukan Autopsi MJ

Lalu, perihal bukti klaim Polri yang menyatakan bahwa Jenazah MJ tidak ada luka atau akibat dari kekerasan, Setyo tidak bisa menunjukkan bukti seperti foto atau rekaman video yang menggambarkan jenazah MJ.

Sabtu, 17/02/2018 15:23 0

Indonesia

Duh, Densus 88 Hanya Berikan Uang Sogok Rp40 Juta untuk Keluarga MJ

Pakar terorisme Mustofa B Nahrawardaya, mengatakan ada dugaan pemberian uang dari aparat kepada keluarga almarhum MJ, korban tembak mati Densus 88 di luar pengadilan.

Sabtu, 17/02/2018 14:19 0

Indonesia

Polisi Benarkan Jefri Sudah Tak Bernyawa saat Tiba di Klinik

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Kombes M Iqbal mengatakan bahwa tersangka tindak pidana terorisme Indramayu, Muhammad Jefri, sudah meninggal sebelum sampai di klinik untuk mendapat perawatan medis.

Sabtu, 17/02/2018 14:14 0

Indonesia

Syarat Masuk Toko Ini, Orang Amerika dan Inggris Harus Minta Maaf

Sebuah toko di Ramallah, Palestina tampak memajang sebuah banner peringatan bagi orang-orang Amerika Serikat dan Inggris.

Sabtu, 17/02/2018 13:25 0

Eropa

Masuk Islam, Alasan Politisi Jerman Ini Bikin Tercengang

Politisi dari Partai Alternative for Germany (AfD) mengejutkan rekan-rekannya dengan keputusannya masuk Islam. Arthur Wagner juga menjadi berita utama di seluruh dunia setelah diketahui ia menjadi muallaf.

Sabtu, 17/02/2018 12:40 0

Myanmar

Di Twitter, Ronaldo Suarakan Dukungan untuk Rohingya

Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo berbagi gambar di Twitter sebagai dukungan untuk anak-anak Rohingya.

Sabtu, 17/02/2018 12:06 0

Myanmar

Laporan Terbaru, Ratusan Desa Rohingya di Rakhine Hancur Total

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat kerena kekerasan oleh militer dan gerombolan Buddha Myanmar.

Sabtu, 17/02/2018 11:38 0

Myanmar

Ajak Bantu Etnis Rohingya, Ronaldo Didoakan dapat Hidayah

"Satu dunia dimana kita semua mencintai anak-anak kita. Mohon bantu #Rohingya #Refugee," kata Ronaldo

Sabtu, 17/02/2018 11:00 0

Close