Densus 88 Sempat Bawa Muhammad Jefri ke Klinik

KIBLAT.NET, Indramayu – Kematian Muhammad Jefri, pria yang masih berstatus terduga teroris, di tangan Densus 88 menyisakan pertanyaan. Sampai saat ini belum terunagkap secara pasti penyebab kematiannya. Pihak kepolisian pun urung memberikan keterangan secara jelas terkait hal itu.

Muhammad Jefri ditangkap Densus 88 pada Rabu (07/02/2018) lalu di Haurgeulis, Indramayu. Pria beranak satu itu ditangkap atas tuduhan terkait aksi terorisme. Belakangan muncul kabar kematian Jefri, yang kemudian dimakamkan kampung orang tuanya di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Kiblat.net mencoba menggali informasi terkait kematian Jefri. Sebuah sumber menyebutkan suami Ardila itu sempat dibawa ke Klinik Nur Medika, Haurgeulis saat dalam penanganan Densus 88.

Baca juga: Aparat dan Warga Hadang Wartawan Liput Kondisi Istri Muhammad Jefri

Untuk mengkonfirmasi hal itu, Kiblat.net mendatangi Klinik Nur Medika yang terletak di Jalan Kauman Nomor 1, sekitar Alun-alun Haurgeulis, Rabu (14/02/2018). Rupanya tak mudah untuk mendapatkan keterangan dari pihak klinik seputar penanganan terhadap Muhammad Jefri.

Puji, koordinator operasional Klinik Nur Medika, menolak memberikan keterangan tindakan medis yang dilakukan pihaknya terhadap Jefri. Dia tak menjawab satu pun pertanyaan yang disodorkan. Saat Kiblat.net meminta untuk bertemu dengan dokter yang menangani Jefri, Puji tak mengabulkannya.

“Biar pihak manajemen yang menjelaskan, supaya tidak simpang siur,” ujarnya.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ada seorang pria perwakilan manajemen Klinik Nur Medika yang menemui Kiblat.net. Dia memberika keterangannya di halaman tempat parkir klinik. Pria itu tak bersedia namanya disebut dalam berita.

BACA JUGA  Viral Azan "Hayya 'alal-jihad", Wamenag Minta Tokoh Islam Beri Pencerahan

Baca juga: Dirasa Janggal, Keluarga Minta Kematian Muhammad Jefri Diusut

Manajemen membenarkan bahwa Muhammad Jefri sempat dibawa ke Klinik Nur Medika. Pria yang ditangkap karena berstatus terduga teroris itu dibawa dengan sebuah mobil pada Kamis (08/02/2018) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Yang membawa ada empat orang,” ungkap pria berkumis lebat itu.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat