... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hari Valentine Identik dengan Free Sex, Ini Alasannya

Foto: Valentine Day. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Tanggal 14 Februari identik dengan perayaan hari Valentine. Tak terkecuali sebagian dari umat Islam, yang ikut larut dalam perayaan tersebut.

Banyak yang menduga bahwa hari Valentine dikaitkan dengan pendeta yang bernama Valentinus. Namun, hal ini dibantah ustadz Ahmad Kainama. Ia menegaskan bahwa Valentinus tidak ada hubungannya dengan perayaan hari Valentine.

“Valentinus adalah seorang rahib ordo jesuit. Dia sama sekali tidak ada hubungan dengan hari raya ini. Pekerjaannya cuman beribadah, puasa dan berdoa,” katanya saat berbincang dengan Kiblat.net belum lama ini.

Ia lantas menjelaskan mengapa pendeta Valentinus bisa dikaitkan dengan hari Valentine. Menurutnya, awal mulanya ketika pendeta itu menyukai seorang perempuan. Padahal, lanjut dia, pendeta dilarang untuk menjalin hubungan asmara.

“Namun perempuannya dia bunuh, lantas dia dihukum kebiri,” jelas sosok yang juga mantan pendeta itu.

Setelah dihukum kebiri, dia banyak melakukan kebaikan. Dari mulai mengasihi orang hingga mendoakan orang yang sedang sakit.

“Orang sakit dia doakan, dia keliling, mengasihi orang. Mungkin ini yang diambil. Jadi nama Valentinus hanya dipakai sebagai casing,” tuturnya.

Ia menjelaskan, budaya Valentine yang jadi tren anak muda saat ini berasal dari “hellenisme stoa”, yaitu agama dari Helen. Helen ini, kata dia, punya dua orang anak yang menyusu pada serigala betina.

“Dan gambar dua bayi menyusu pada serigala dipakai logo bola AS Roma. Namun, kasih sayang yang diajarkan Helen untuk mengarah pada free sex. Padahal Valentinus tidak mengajarkan itu,” jelasnya.

BACA JUGA  Menghapus Materi Jihad dan Khilafah Sama Dengan Menyembunyikan Kebenaran

Menurut pria asal Ambon ini, free sex adalah tatanan agama paling tinggi dalam ajaran Helen.

“Valentinus dipakai agar orang tidak salah melakukan free sex -karena dengan dukungan kasih sayang. Ini yang ngaco,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Investigasi

Lihat Mayat Kakaknya, Tangis Adik Muhammad Jefri Seketika Pecah

Topik, Ketua RT 10, tempat keluarga Muhammad Jefri (MJ) bermukim mengaku ikut serta menjemput mayat MJ dari Jakarta bersama Lurah dan Kapolsek. Tiba di Jakarta ia bersama rombongan diantarkan ke sebuah hotel yang tidak ia ketahui pasti lokasinya.

Rabu, 14/02/2018 12:12 0

Arab Saudi

Keluarga Akhirnya Diizinkan Temui Syaikh Salman Al-Audah

Abdullah menjelaskan bahwa keluarga merasa tenang setelah melihat kesehatan Syaikh Salman dalam keadaan baik. Kondisinya normal seperti biasa. Bahkan terlihat atmosfer positif dari raut wajahnya

Rabu, 14/02/2018 11:15 1

Investigasi

Mayat Muhammad Jefri Dipulangkan, Keluarga Temui Keanehan

Masih basah makam Muhammad Jefri (MJ) di TPU Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Rabu, 14/02/2018 10:54 2

Investigasi

Keluarga Syok Muhammad Jefri Meninggal Tak Wajar di Tangan Densus 88

"Keterangan dokter kepolisian, bahwa almarhum meninggal karena penyakit dalam, tetapi menurut saya semenjak menikah tidak pernah mengidap penyakit dalam. Sehingga tidak mungkin sebegitunya hingga meninggal. Namun, mau bagaimana itu sudah ajalnya," katanya.

Rabu, 14/02/2018 10:16 0

Manhaj

Jalan Terjal Dakwah Para Ulama

Belakangan ini, aksi teror yang dilakukan “orang gila” menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis Islam. Kasus penganiyaan para ulama sepertinya menjadi ancaman baru yang sampai hari ini masih terus terjadi.

Selasa, 13/02/2018 19:03 0

Irak

Irak: Al Baghdadi Masih Hidup, Terluka Parah di Suriah

Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan bahwa pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi masih hidup.

Selasa, 13/02/2018 18:02 0

Suriah

6 Hari Serangan Rezim di Ghautah: Lebih 240 Jiwa Melayang

Terhitung sejak 5 Februari 2018, serangan udara dari Bashar Al Assad dan Rusia di Ghouta semakin intensif. Korban jiwa dan luka pun melonjak drastis.

Selasa, 13/02/2018 17:22 0

Palestina

Israel Tuduh Turki Beri Bantuan untuk Hamas

Tuduhan ini muncul setelah Israel menangkap dan mendeportasi warga Turki.

Selasa, 13/02/2018 16:07 0

Opini

Salah Kaprah “Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme”

Artikel ini terinspirasi dari meme undangan seminar yang diadakan oleh salah satu ormas Syiah mengusung tema “Kebangsaan dalam Ancaman Islamisme.

Selasa, 13/02/2018 15:15 0

Editorial

Editorial: Mencari Keadilan Negara di Tengah Serangan Terhadap Tokoh Agama

Gempar penyerangan sejumlah ulama di perbagai daerah belum tuntas, muncul insiden seorang pastor diserang di gerejanya.

Selasa, 13/02/2018 14:50 0

Close