... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iraq Butuh 1000 Triliun Rupiah untuk Rekonstruksi pasca ISIS

Foto: Mosul porak poranda akibat pertempuran antara ISIS dan tentara Iraq yang didukung koalisi AS

KIBLAT.NET, Kuwait City – Bersamaan dengan dibukanya konferensi internasional untuk rekonstruksi Iraq di Kuwait, Senin (12/02), pemerintah Bahgdad mengumumkan bahwa negaranya membutuhkan uang sebesar 88 miliar dolar (1000 triliun rupiah lebih) untuk membangun kembali Iraq setelah tiga tahun menghadapi perang melawan Daulah Islamiyah (ISIS). Baghdad mengaku akan memprioritaskan rekonstruksi tempat tinggal.

“Kami membutuhkan dana sebesar 88,2 miliar dolar untuk merekonstruksi bangunan yang hancur akibat konflik dan perang menghadapi ISIS,” kata Menteri Perencanaan Iraq, Salman al-Jumaili, dalam sambutannya di pembukaan konferensi di Kuwait, Senin.

Pada bagiannya, Direktur Jenderal Kementerian Perencanaan Iraq Qusay Abdul-Fattah menegaskan bahwa negaranya sangat membutuhkan dana sebesar 22 miliar dolar dalam waktu dekat untuk merekonstruksi daerah-daerah penting. Sementara 66 miliar dolar sisanya untuk jangka waktu menengah.

Direktur rekonstruksi daerah yang rusak akibat operasi teroris, Musthafa Al-Haity, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memulai sebagian langkah rekonstruksi. Akan tetapi, pembangunan itu belum mencapai satu persen dari total kerusakan akibat perang. Kami membutuhkan bantuan dan investasi untuk membangung kembali pelayanan publik dan infrastruktur.

“Di sana juga ada 2,5 juta pengungsi yang membutuhkan bantuan dan 138 ribu rumah rusak, dan separuh di antaranya hancur, akibat perang melawan ISIS,” ujar Al-Haity pada pembukaan konferensi Kuwait.

Proyek yang segera ditangani adalah merekonstruksi fasilitas publik yang hancur, di antaranya bandara Mosul, dan investasi baru untuk membuka sumber ekonomi berbasis minyak melalui pengembangan transportasi, pertanian dan industri yang bergantung pada kekayaan energi negara seperti petrokimia dan penyulingan minyak.

BACA JUGA  Iraq Gelar Perayaan Setahun Kemenangan Hadapi ISIS

Rekonstruksi juga mencakup pembangunan kembali hunian, rumah sakit, sekolah, jalan, perusahaan dan telekomunikasi, yang akan menjadi menyediakan lapangan kerja bagi kaum muda, serta memulangkan ratusan ribu pengungsi yang terlantar dan mengakhiri kekerasan politik dan sektarian yang telah berlangsung lama.

Irak, produsen minyak terbesar kedua OPEC, telah meningkatkan seruannya bagi investor di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam rekonstruksi. Secara khusus, dia berniat mengandalkan cadangan minyaknya, yang belum sepenuhnya dieksploitasi.

Sebanyak 70 negara dan ratusan penguhasa ikut dalam konferensi untuk rekonstruksi Iraq di Kuwait. Baghdad berharap konferensi ini menyedot pelaku usaha berinvestasi dan Negara-negara donor menggelontorkan bantuan.

Iraq mengumumkan menang dalam pertempuran dua bulan lalu, setelah tiga tahun menghadapi ISIS. Dahysatnya pertempuran membuat kota-kota di Iraq porak-poranda.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PKS Kawal Pelarangan LGBT dan Miras Disahkan Undang-undang

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menegaskan bahwa jajarannya menolak menyebarnya Lesbian Gay Biseksual dan Trasgender (LGBT) di tengah masyarakat.

Selasa, 13/02/2018 05:55 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Ungkap Aktor Di Balik Penyerangan Pemuka Agama

Aparat keamanan diminta serius mengusut tuntas dan menyingkap siapa dan apa di balik semua kejadian penyerangan pemuka agama

Senin, 12/02/2018 20:16 0

Indonesia

Malaysia Jalin Kerjasama Sertifikasi Halal dengan Indonesia

Pemerintah Malaysia menyatakan keinginan untuk bekerja sama dalam bidang sertifikasi halal dengan Indonesia.

Senin, 12/02/2018 20:10 0

Indonesia

Penyerangan Pemuka Agama Seperti Dikendalikan oleh Skenario Sistemik

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Sirajuddin Syamsuddin menilai kejadian penyerangan pemuka agama Seperti Dikendalikan oleh Skenario Sistemik

Senin, 12/02/2018 20:04 0

Indonesia

Menag Desak Aparat Ungkap Motif Penyerangan Pemuka Agama

Motif penyerangan harus diungkap agar tak muncul dugaan peristiwa itu direkayasa

Senin, 12/02/2018 19:23 1

Suara Pembaca

Mengintip Warung Nasi Ampera, Usaha Wakaf yang Dikelola Wakafpro Sinergi Foundation

Wakafpro Sinergi Foundation telah mengembangkan beberapa usaha wakaf salah satunya Warung Nasi Ampera di Bandung

Senin, 12/02/2018 18:29 0

Indonesia

MUI Surakarta Apresiasi Solo Quran Hours

Ketua Majelis Ulama Surakarta, Ustadz Subari mengapresiasi acara Solo Quran Hours yang diselenggarakan oleh Indonesia Bangkit Dari Masjid (IBM) atas dukungan dari sejumlah elemen umat Islam Solo.

Ahad, 11/02/2018 19:24 0

Indonesia

Begini Semangatnya Ribuan Warga Ikuti Solo Quran Hours

Ribuan orang hadir dalam acara ini. Hal itu terpantau sejak menjelang acara dimulai. Hingga akhir acara, orang-orang yang ingin menyaksikan acara ini kian bertambah.

Ahad, 11/02/2018 14:59 0

Indonesia

Potongan Zakat Gaji PNS, Jokowi: Masih Wacana Belum Putusan

Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan tentang wacana pengumpulan zakat yang diambil dari gaji aparatur sipil negara (ASN) beragama Islam.

Ahad, 11/02/2018 14:23 0

Indonesia

Bawaslu Urusi Khutbah Jumat, Muhammdiyah: Kebesaran Baju!

Maneger Nasution menegaskan bahwa Bawaslu tidak punya kompetensi untuk mengawasi khutbah Jumat.

Ahad, 11/02/2018 13:25 2

Close