... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Mencari Keadilan Negara di Tengah Serangan Terhadap Tokoh Agama

Foto: Editorial Kiblat.net

KIBLAT.NET – Gempar penyerangan sejumlah ulama di perbagai daerah belum tuntas, muncul insiden seorang pastor diserang di gerejanya. Seperti mendapatkan durian runtuh, media-media nasional menggempur benak publik dengan blow-up kasus ini, siang-malam. Bila penyerangan ulama hanya ramai di media sosial, peristiwa yang terjadi di gereja Santa Lidwina, Sleman itu bahkan mendapatkan panggung utama di layar televisi.

Bak penari yang lihai mengikuti gendang irama, tokoh-tokoh nasional pun hadir memberikan suara. Ada bekas ketua sebuah ormas Islam yang tergopoh-gopoh datang ke gereja dan menyatakan pelaku sebagai penganut rongsokan peradaban Arab. Pucuk penanggungjawab pertahanan dan keamanan negeri ini langsung meninjau lokasi. Bahkan Presiden pun angkat suara: mengutuk!

Seolah mendapatkan angin segar, Kapolri Tito Karnavian pun langsung menilai pelakunya terpapar ideologi radikal. Penyebabnya, terduga pelaku sempat tinggal di Poso dan pernah hendak berangkat ke Suriah, meski gagal. Sebuah analisis yang terlalu menggampangkan masalah, dan sama sekali tak pernah didukung argumentasi ilmiah.

Membahas penyebab aksi kekerasan, memang terlalu rumit untuk menelisik ke akarnya. Karena bila disibak semua, penyebabnya sangat beragam. Mulai dari ketimpangan sosial, politik dan ekonomi, bukan semata faktor agama. Namun, jalan pintas paling mudah dan serba-guna adalah menyalahkan agama. Siapa lagi agama yang dimaksud kalau bukan Islam?

Disebut paling mudah, karena kesimpulan semacam itu sejalan dengan opini yang dibangun Barat, terutama pasca serangan 11 September. Dianggap serba-guna, karena terbukti efektif untuk membungkam isu-isu lain yang merugikan kepentingan tertentu. Meski demikian, belum tentu metode ini tahan lama. Kian hari publik makin menyadari ada sesuatu yang terselubung di balik vonis radikal ini.

Modus di atas menambah panjang luka yang ditorehkan ke tubuh umat yang mayoritas ini. Dalam insiden Lidwina kemarin, pemerintah dengan gamblang memperagakan sikap pilih kasih dan tidak adil. Penyerangan pastor dengan segenap gegap gempita reaksi pemerintah, terjadi tanpa jeda dengan insiden penyerangan tokoh-tokoh Islam. Namun reaksi dan penanganannya bagai bumi dan langit.

Kasus yang menimpa tokoh umat Islam, terjadi serempak di berbagai wilayah. Bahkan sudah memakan korban jiwa. Namun hanya ditanggapi dengan menyebut pelakunya sebagai orang gila. Bahkan, Kapolri Tito Karnavian dengan enteng menilainya sebagai kriminal biasa.

Adegan ketidakadilan ini agaknya hendak mengajari umat Islam untuk bersikap mandiri. Mengatasi fitnah dan masalah yang menimpanya, secara sendirian. Tanpa perlu berharap banyak pada negara yang seharusnya menjadi pengayom dan berdiri di tengah-tengah secara adil tak memihak.

Umat Islam harus menyadari bahwa yang bisa menyelesaikan masalah mereka, hanyalah mereka sendiri. Semoga ketidakadilan ini membuat kaum Muslimin semakin merapatkan shaf, dan pemimpin mereka pun semakin jujur untuk berjuang membela kepentingan umat, suci dari ambisi pribadi dan kelompok.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemuka Agama Diserang, Ini Pesan MUI Buat Polri

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin meminta kepolisian untuk mengusut seluruh kasus penganiyaan terhadap pemuka agama secara transparan. 

Selasa, 13/02/2018 13:27 0

Indonesia

UU MD3 Disahkan, Pemuda Muhammadiyah: Politisi Ingin Berkuasa Tanpa Batas

DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) itu menggantikan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014.

Selasa, 13/02/2018 12:53 0

Pakistan

Wakil Pemimpin Taliban Pakistan Terbunuh

“Kami konfirmasikan bahwa wakil ketua TTP Khalid Mahsud terbunuh akibat serangan drone,” kata juru bicara TTP, Muhammad Khurashani, kepada Reuters.

Selasa, 13/02/2018 11:05 0

Artikel

Suliyono dan Mitos Radikalisasi

Akhir pekan kemarin, publik digemparkan dengan penyerangan Gereja Katolik Santo Lidwina, Sleman.

Selasa, 13/02/2018 09:50 0

Irak

Iraq Butuh 1000 Triliun Rupiah untuk Rekonstruksi pasca ISIS

“Kami membutuhkan dana sebesar 88,2 miliar dolar untuk merekonstruksi bangunan yang hancur akibat konflik dan perang menghadapi ISIS,” kata Menteri Perencanaan Iraq, Salman al-Jumaili, dalam sambutannya di pembukaan konferensi di Kuwait, Senin.

Selasa, 13/02/2018 09:38 0

Irak

Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Iraq Digelar di Kuwait

Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Iraq dibuka pada Senin (12/02) di Kuwait.

Selasa, 13/02/2018 07:54 0

Afghanistan

Seorang Diri, Anggota Taliban Tewaskan 16 Tentara Afghanistan

Pemerintah Helmand pun mengkonfirmasikan penyerangan itu. Dia menunjukkan, sedikitnya 16 pasukan keamanan tewas akibat insiden ini.

Selasa, 13/02/2018 06:25 0

Indonesia

PKS Kawal Pelarangan LGBT dan Miras Disahkan Undang-undang

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menegaskan bahwa jajarannya menolak menyebarnya Lesbian Gay Biseksual dan Trasgender (LGBT) di tengah masyarakat.

Selasa, 13/02/2018 05:55 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Ungkap Aktor Di Balik Penyerangan Pemuka Agama

Aparat keamanan diminta serius mengusut tuntas dan menyingkap siapa dan apa di balik semua kejadian penyerangan pemuka agama

Senin, 12/02/2018 20:16 0

Indonesia

Malaysia Jalin Kerjasama Sertifikasi Halal dengan Indonesia

Pemerintah Malaysia menyatakan keinginan untuk bekerja sama dalam bidang sertifikasi halal dengan Indonesia.

Senin, 12/02/2018 20:10 0