... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Malaysia Jalin Kerjasama Sertifikasi Halal dengan Indonesia

Foto: Menag Lukman Bersama Menteri Di Jabatan Perdana Menteri Malaysia YB Mejar Jeneral Dato' Seri Jamil Khir Hj Baharom. (Foto: Sandi/Kemenag)

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia YB Mejar Jeneral Dato’ Seri Jamil Khir Hj Baharom menyatakan keinginan Pemerintah Malaysia untuk bekerja sama dalam bidang sertifikasi halal dengan Indonesia. Hal ini disampaikan Dato’ Seri Jamil saat mengunjungi Kementerian Agama RI di Jakarta pada Senin (12/02/2018).

Menurutnya, kunjungannya kali ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan Perdana Menteri Malaysia dengan Presiden Joko Widodo terkait Halal. Menurutnya, sebagaimana Indonesia, Malaysia juga begitu konsern dengan kehalalan suatu produk.

Dalam kesempatan tersebut Dato’ Seri Jamil Khir Hj Baharom juga menyampaikan harapannya agar produk yang telah dinyatakan halal oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) tidak lagi diperiksa oleh LPPOM-MUI sebagaimana Malaysia yang memperbolehkan produk-produk Indonesia yang telah dinyatakan halal oleh LPPOM-MUI untuk memasuki pasaran Malaysia tanpa perlu diperiksa lagi oleh JAKIM. Menurut Dato’ Seri Jamil saat ini belum ada perjanjian yang bersifat resiprokal dalam proses sertifikasi halal di antara kedua negara.

Dato’ Seri Jamil Khir Hj Baharom berharap Malaysia dan Indonesia dapat mewujudkan kerjasama dan kesepahaman (G to G) dalam bidang sertifikasi halal ini. Selain untuk mendukung kelancaran urusan eksport import produk halal dari Malaysia ke Indonesia dan sebaliknya, lanjut Dato’ Seri Jamil, kerjasama ini juga dalam rangka pengembangan kerjasama di sektor pariwisata dan kuliner. Terlebih saat ini, negara Malaysia dan Indonesia tengah dilirik oleh negara-negara lain seperti negara-negara Arab sebagai destinasi wisata.

BACA JUGA  Dijegal Aturan KPU, Sandiaga Mundur Dari Timses Prabowo

“Di sudut halal ini, Indonesia punya market yang besar. Saya pikir kalau kita olah dengan baik, itu bisa menjadi sumber pendapatan yang begitu tinggi,” ujar Dato’ Seri Jamil Khir Hj Baharom.

“Perlu kita jelaskan kepada masyarakat bahwa sign halal ini bukan hanya terkait tidak adanya bahan-bahan yang mughaladah yang mengandung najis-najis berat seperti anjing, babi, tetapi juga halalan thayyiban atau halal dan juga baik, termasuk kebersihan, termasuk vitamin dan campurannya,” ujar Dato’ Seri Jamil Khir Hj Baharom yang didampingi Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia Y Bhg. Tan S ri Dato’ Othman Mustapha beserta jajarannya.

Menanggapi keinginan Malaysia ini, Menag Lukman menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu ditandatanganinya regulasi yang akan menjadi dasar penyelenggaraan sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Setelah ditandatangani oleh Presiden, regulasi itu akan menjadi landasan bagi operasional BPJPH nantinya.

“Prinsipnya adalah kami sepakat, resiprokal itu penting dan akan sangat memudahkan, apa yang sudah melalui verifikasi dan segala sesuatunya dari JAKIM ketika masuk ke Indonesia tidak perlu diteliti dan diperiksa dari awal lagi karena sudah jaminan. Sebaliknya apa yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Indonesia ketika masuk di Malaysia juga demikian,” ujar Menag.

Usai pertemuan ini, Menag berharap agar dapat dirancang pertemuan di antara kedua negara untuk membahas kerjasama terkait sertifikasi halal dan dapat mengembangkan kerjasama yang lebih luas.

BACA JUGA  Pendiri PKS Yusuf Supendi Meninggal Dunia

Sumber: Kemenag.go.id
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Mengintip Warung Nasi Ampera, Usaha Wakaf yang Dikelola Wakafpro Sinergi Foundation

Wakafpro Sinergi Foundation telah mengembangkan beberapa usaha wakaf salah satunya Warung Nasi Ampera di Bandung

Senin, 12/02/2018 18:29 0

Suriah

Gempuran ke Idlib Berhenti, Ada Apa?

Ahad (11/02/2018), provinsi Idlib tiba-tiba sepi dari serangan udara jet tempur Rusia dan Suriah, yang selama satu setengah bulan terakhir intens membombardir provinsi tersebut

Senin, 12/02/2018 10:55 0

Belanda

Lagi, Teror terhadap Umat Islam Terjadi di Belanda

serangan itu terjadi sekitar pukul empat pagi waktu setempat. Kamera CCTV sempat merekam pelaku. Dia memecah salah satu jendela masjid dan kemudian menyalakan api di dalamnya.

Senin, 12/02/2018 09:32 0

Turki

Helikopter Turki Ditembak Jatuh di Afrin

"Salah satu helikopter kita jatuh ditembak baru-baru ini. Musibah itu pasti akan terjadi karena kita dalam kondisi perang. Kita kehilangan helikopter tapi mereka harus membayar mahal,” kata Erdogan dalam sebuah pidato di Istanbul di depan anggota Partai AKP.

Senin, 12/02/2018 08:29 0

Afghanistan

Intensifkan Serangan Udara di Afghanistan, AS Sasar Jihadis Uighur

Pasca pengumuman Washington untuk memperluas eskalasi serangan udara di Afghanistan, sejauh ini diakui belum memberikan efek riil secara signifikan dalam perang melawan Taliban.

Senin, 12/02/2018 07:36 0

Myanmar

Pernyataan ARSA Terkait Pembantaian 10 Rohingya di Inn Din

Pada 13 Januari 2018 lalu, gerilyawan Rohingya ARSA telah berbicara terkait perlakuan sadis militer Myanmar itu. Apa kata ARSA? Baca di sini

Ahad, 11/02/2018 16:05 0

Suriah

Bantu Assad Tekan Rakyatnya, Militer Iran Gunakan 9 Bandara Ini

Orang-orang Suriah ramai membicarakan berdirinya sebuah pangkalan udara Iran untuk mengontrol kepentingan strategis Teheran di Suriah pada masa depan.

Ahad, 11/02/2018 13:27 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Ulah Orang Gila Merugikan, Bagaimana Hukumnya?

Jadi Tahu: Ulah Orang Gila merugikan, Bagaimana Hukumnya? Bila ulah orang gila merugikan orang lain, misalnya mencuri, melukai orang lain, bahkan membunuh? Apalagi, baru-baru ini, banyak kabar beredar, orang gila menyerang ulama dan membawa senjata tajam, Apakah wajar orang gila melakukan tindakan seperti itu?

Ahad, 11/02/2018 09:52 0

News

Erdogan Klaim Visi Turki Sama dengan Khilafah Utsmaniyah

Republik Turki merupakan kelanjutan dari Khilafah Utsmaniyah. Kata Presiden Recep Tayyip Erdogan saat memberi sambutan dalam acara peringatan seratus tahun meninggalnya Sultan Abdul Hamid II, Sabtu (10/02/2018).

Ahad, 11/02/2018 09:16 0

Amerika

Trump Ingin Gelar Parade Militer, Begini Saran Anggota Senator

"Kenapa sulit menang di Afghanistan, karena presiden terus membuat definisi-definisi (kemenangan) yang mustahil bisa diwujudkan,” kata Paul.

Sabtu, 10/02/2018 17:40 0

Close