... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tulisan Wartawan Dikriminalisasi, JITU: Bentuk Kemunduran Reformasi

Foto: Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

KIBLAT.NET, Jakarta – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) sangat menyayangkan upaya yang ditempuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan melaporkan Asyari Usman ke Kepolisian. Asyari dianggap mencemarkan nama baik ketua umum PPP Romahurmuziy dalam tulisannya.

“Ketika pendapat berupa kritik dengan cepat dipandang sebagai ‘pencemaran nama baik’, JITU khawatir iklim kebebasan berpendapat di Indonesia mengalami kemunduran layaknya zaman Orde Baru,” kata JITU dalam siaran persnya Sabtu (10/02/2018).

JITU juga menyayangkan penangkapan dan penetapan tersangka oleh pihak Kepolisian terhadap Asyari. Seharusnya masalah itu bisa didudukkan oleh pihak keamanan dengan dialogis dan ditanggapi elegan oleh partai politik.

“Hal ini adalah tindakan-tindakan yang lebih sehat di tengah arus partisipasi publik dalam mengontrol kinerja pemerintah, DPR, dan Partai Politik,” kata organisasi yang menjadi wadah wartawan muslim itu.

JITU memandang kebebasan bependapat sebagai ciri khas reformasi telah mengalami kemunduran dengan terjadinya kriminalisasi atas sebuah tulisan dan gagasan.

“Padahal Indonesia secara jelas telah melindungi hak mengemukakan pendapat dalam UUD 1945 (amandemen) pada pasal 28E ayat (3), yang berbunyi: ‘Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat’,” tambahnya.

Dalam tulisannya, Asyari yang juga mantan wartawan BBC itu menulis di media teropongsenayan.com berjudul “Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi ‘Politisex Vendor’”. Dalam tulisannya Asyari menyebut Romahurmuziy sebagai sosok diktator dan oportunis karena mengusung pasangan Djarot dan Sihar Sitorus dalam Pilkada Sumatera Utara.

BACA JUGA  Marak Aksi Bom, Wiranto: Jangan Salahkan Aparat, Salahkan Teroris!

Di sisi lain, JITU mengimbau agar wartawan terus meningkatkan profesionalitasnya dengan menaati kode etik yang berlaku.

“Di tengah perayaan HPN, masyarakat terus menuntut profesionalisme dan objektivitas para wartawan untuk menulis secara adil, beradab, dan mengedepankan kebenaran,” pungkasnya.

Reporter: Ibas Fuadi
Editor: M. Rudy

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Jadi Tahu: Ulah Orang Gila Merugikan, Bagaimana Hukumnya?

Jadi Tahu: Ulah Orang Gila merugikan, Bagaimana Hukumnya? Bila ulah orang gila merugikan orang lain, misalnya mencuri, melukai orang lain, bahkan membunuh? Apalagi, baru-baru ini, banyak kabar beredar, orang gila menyerang ulama dan membawa senjata tajam, Apakah wajar orang gila melakukan tindakan seperti itu?

Ahad, 11/02/2018 09:52 0

News

Erdogan Klaim Visi Turki Sama dengan Khilafah Utsmaniyah

Republik Turki merupakan kelanjutan dari Khilafah Utsmaniyah. Kata Presiden Recep Tayyip Erdogan saat memberi sambutan dalam acara peringatan seratus tahun meninggalnya Sultan Abdul Hamid II, Sabtu (10/02/2018).

Ahad, 11/02/2018 09:16 0

Amerika

Trump Ingin Gelar Parade Militer, Begini Saran Anggota Senator

"Kenapa sulit menang di Afghanistan, karena presiden terus membuat definisi-definisi (kemenangan) yang mustahil bisa diwujudkan,” kata Paul.

Sabtu, 10/02/2018 17:40 0

Fikih

Gila dan Pura-pura Gila dalam Perspektif Fikih

Di dalam tulisannya Safar Ahmad Al-Hamdani menjelaskan kondisi-kondisi orang yang pura-pura gila. Ada kondisi pura-pura gila diperbolehkan dalam kajian fikih.

Sabtu, 10/02/2018 16:29 0

Amerika

DK PBB Kaji Usulan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

Rancangan resolusi gencatan sementara yang disusun oleh Swedia dan Kuwait itu dibagikan kepada Negara anggota DK PBB yang berjumlah 15 negara pada Jumat.

Sabtu, 10/02/2018 13:14 0

Suara Pembaca

Racun Budaya Valentine

Atas dasar apakah kaum muslim rela diracun dengan budaya liberal berkedok hari kasih sayang?

Sabtu, 10/02/2018 13:14 0

Yaman

Lima Komandan Pemberontak Syiah Hutsi Tewas di Al-Jawf

Lima komandan Syiah Hutsi tewas dalam bentrokan dengan tentara Yaman

Sabtu, 10/02/2018 09:38 0

Suriah

4.000 Keluarga di Ghouta Timur Tinggal di Bunker Bawah Tanah

Lebih dari 4.000 keluarga sipil di Ghouta Timur tinggal di ruang bawah tanah untuk menghindari pemboman

Sabtu, 10/02/2018 08:11 0

Suriah

Ghouta Timur Dibombardir Rezim, Ratusan Warga Suriah Terbunuh

Serangan selama empat hari di Ghouta Timur menyebabkan sedikitnya 200 warga Suriah menianggal dunia

Jum'at, 09/02/2018 21:11 0

Opini

Banjir Lagi, Jakarta Butuh Lebih Dari Sekadar Pemimpin Mumpuni

Banjir sudah menjadi langganan ibu kota. Setiap  pergantian pemimpin, masyarakat tak henti berharap solusi tuntas persoalan banjir. Pertanyaannya, apakah cukup sosok pemimpin mumpuni menyelesaikan banjir Jakarta?

Jum'at, 09/02/2018 17:54 0

Close