Trump Ingin Gelar Parade Militer, Begini Saran Anggota Senator

KIBLAT.NET, Washington – Anggota senator AS, Rand Paul, mengatakan pada Rabu (07/02) bahwa dirinya mendukung rencana parade militer seperti yang diminta oleh Presiden Trump, namun dalam konteks pasukan Amerika sudah ditarik pulang dari Afghanistan.

“Meskipun demikian, saya tidak bermaksud mengasosiasikan imej militeristik gelar pasukan tersebut dengan sikap para pendiri bangsa kita yang tidak percaya terhadap satuan militer non-cadangan. Saya juga tidak menentang selebrasi kemenangan. Oleh karena itu saya usulkan, kita deklarasikan kemenangan di Afghanistan, tarik pulang 14.000 pasukan kita yang ada di sana, (lalu) kita gelar parade militer,” tulis Paul di Fox News.

Gedung Putih dan Pentagon telah mengkonfirmasi laporan Washington Post sebelumnya yang menyebut bahwa Trump meminta supaya para pemimpin militer hadir bersama-sama dalam sebuah parade militer. Konsepnya masih sama dengan yang lama, demikian menurut sejumlah pejabat kepada harian tersebut.

Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan di hari yang sama bahwa rencana gelar pasukan mencerminkan “rasa hormat” dan “keterikatan” Trump pada dunia militer. Mattis menambahkan, saat ini Pentagon sedang mempersiapkan beberapa opsi bagi pelaksanaan acara itu dan mempresentasikannya di hadapan Trump, namun menghindar ketika ditanya soal biaya.

Dalam tulisannya, Paul menganggap parade kemenangan sebagai cara yang pas untuk mengakhiri kampanye militer di Afghanistan yang notabene merupakan konflik terpanjang dalam sejarah AS. Tahun 2017 lalu, Trump mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan hingga jumlah keseluruhan tentara AS membengkak dari 8.400 menjadi 14.000 tentara.

“Kita tidak tahu bagaimana cara menghargai sesuatu yang baik,” tulis Paul. “Kegagalan terbesar dalam kebijakan luar negeri kita adalah kita tidak tahu kapan dan bagaimana mendeklarasikan kemenangan. Jadi, mengapa tidak dengan cara parade saja?” imbuhnya.

“Satu-satunya alasan mengapa kemenangan menjadi sesuatu yang sulit di Afghanistan, karena presiden terus membuat definisi-definisi (kemenangan) yang mustahil bisa diwujudkan,” kata Paul.

Tulisan Paul di Washington Post mendorong sejumlah senator lainnya ikut menyatakan dukungan terhadap rencana parade militer Presiden Trump, namun dengan catatan hanya fokus pada gelar personil baik laki-laki maupun perempuan di lingkungan militer, bukan unjuk kekuatan persenjataan militer.

Secara umum, Partai Demokrat dan beberapa senator dari Partai Republik tetap mengkritik rencana parade militer ala Trump tersebut karena dianggap mirip negara-negara otoriter. Di samping itu juga hanya akan membuang-buang uang. [hun]

Sumber: Thehill
Redaktur: YasinMuslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat