... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Racun Budaya Valentine

Foto: Say no to Valentine's Day

Hari kasih sayang, kehormatan diri melayang. Maksiat dibalut coklat, seolah lupa negeri akhirat. Padahal, muda tak ada jaminan punya jatah lama di dunia. Tua pun tak berarti duluan dijemput Sang pencabut nyawa. Namun yang pasti, semua akan mengalami penghisaban.

Laksana makanan, dalam budaya pun bisa ada racun yang tersimpan. Tatkala budaya tumbuh dari aqidah yang salah, pasti ia akan mengandung racun yang parah. Salah satunya adalah valentine day.

Sudah begitu banyak cerita, dan dari semuanya jelaslah ia bukan budaya Islam. Menurut kristolog, Ustadzah Irene, setidaknya ada 3 versi asal muasal valentine day.

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269 M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Ia menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan yang masih muda.

Versi kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine. Lalu, di manakah ketiga versi ini yang islami? Tak ada satu pun kawan.

BACA JUGA  UZMA Tebar Seribu Paket Sembako Gratis di 4 Titik Kota Payakumbuh

Legenda bisa dibuat, heroik pemuja cinta bisa direka-reka. Tetapi yang mudah, lihatlah faktanya. Valentine berpijak pada liberalisme. Melahirkan paham kebebasan perbuatan yang berbuah pergaulan bebas. Muda-mudi yang belum menikah berpasang-pasangan, saling mengungkapkan kasih sayang, kemudian tak sedikit berakhir dengan perzinaan. Dengan doktrin valentine, seolah semuanya menjadi halal dilakukan.

Ingatlah teman! Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (TQS Al-Isra [17]: 32).

Tak hanya berzina, mendekatinya pun sudah diharamkan dalam Islam. Berdua-duan, bersepi-sepian, saling mengungkapkan kasih dan sayang. Manusia normal tentu akan bergairah karenanya. Jika bukan pasangan yang sah? Kemanakah syahwat tersebut tertumpah? Tentu ujungnya, maksiat menjadi pilihan yang sesat.

Namun bukan berarti merayakan valentine menjadi mubah bagi pasangan yang sah. Rasulullah Saw melarang kita tasyabbuh (menyerupai kaum kafir), beliau bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,
“Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Imam al-Bukhari)

Lalu, atas dasar apakah kaum muslim rela diracun dengan budaya liberal berkedok hari kasih sayang? Jika karena ketidaktahuan, maka saatnya sekarang untuk meninggalkan. Namun jika karena kesombongan dan ketamakan, biarlah Allah Swt yang menentukan.

BACA JUGA  UZMA Tebar Seribu Paket Sembako Gratis di 4 Titik Kota Payakumbuh

Allahumma fa innaka al-Hadi ila sabili ar-Rosyadi.

Penulis: Ary H. – Pengelola FP Mudah Nulis

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Lima Komandan Pemberontak Syiah Hutsi Tewas di Al-Jawf

Lima komandan Syiah Hutsi tewas dalam bentrokan dengan tentara Yaman

Sabtu, 10/02/2018 09:38 0

Indonesia

Orang Gila Bawa Sajam Berkeliaran, Pesantren Az-Zikra Tingkatkan Pengamanan

Peningkatan pengamanan di Az-Zikra dilakukan setelah Ponpes Fajrussalam mengamankan orang gila yang membawa senjata tajam

Sabtu, 10/02/2018 08:39 0

Suriah

4.000 Keluarga di Ghouta Timur Tinggal di Bunker Bawah Tanah

Lebih dari 4.000 keluarga sipil di Ghouta Timur tinggal di ruang bawah tanah untuk menghindari pemboman

Sabtu, 10/02/2018 08:11 0

Suriah

Ghouta Timur Dibombardir Rezim, Ratusan Warga Suriah Terbunuh

Serangan selama empat hari di Ghouta Timur menyebabkan sedikitnya 200 warga Suriah menianggal dunia

Jum'at, 09/02/2018 21:11 0

Indonesia

MUI Didesak Bentuk Tim Investigasi Kasus Orang Gila Teror Ulama

MUI diminta membentuk tim investigasi bersama elemen ormas Islam menyusul terjadinya teror orang gila terhadap ulama dan aktivis Islam

Jum'at, 09/02/2018 20:53 0

Indonesia

Polisi Cari Penyebar Kabar Hoax Pembacokan Ustadz di Bogor

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky berencana untuk memburu penyebar berita bahwa yang dibacok di daerah Banyu Asih, Cigudeg, Bogor merupakan seorang ustadz.

Jum'at, 09/02/2018 19:00 0

Opini

Banjir Lagi, Jakarta Butuh Lebih Dari Sekadar Pemimpin Mumpuni

Banjir sudah menjadi langganan ibu kota. Setiap  pergantian pemimpin, masyarakat tak henti berharap solusi tuntas persoalan banjir. Pertanyaannya, apakah cukup sosok pemimpin mumpuni menyelesaikan banjir Jakarta?

Jum'at, 09/02/2018 17:54 0

Indonesia

Orang Gila Berkeliaran Bawa Sajam, Ponpes Az-Zikra Akui Ada Keganjilan

Menurut Mudir Tanfidziy Pondok Pesantren Az-Zikra Sentul Bogor Ustadz Ahmad Syuhada, kejadian semacam ini sangatlah ganjil apabila dinalar secara akal sehat.

Jum'at, 09/02/2018 17:09 0

Indonesia

Korban Pembacokan Orang Gila di Bogor Bukan Ustadz

Ia juga mengungkapkan bahwa sebab pembacokan karena masalah harga durian. Selain itu, Dicky juga menyebut bahwa pembacok mengalami gangguan kejiwaan dan masih kerabat korban.

Jum'at, 09/02/2018 16:50 0

Indonesia

Pemerintah Zalim Jika Sembarangan Potong Zakat dari Gaji PNS

Zakit terkait erat dengan nisahb, jadi pemerintah zalim jika sembarangan potong zakat dari gaji PNS

Jum'at, 09/02/2018 16:25 0

Close