... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Intelijen Diduga Dalangi Rentetan Insiden ‘Orang Gila’ Serang Ulama

Foto: Jaka Setiawan, Pengamat Intelijen dan Pertahanan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Intelijen dan Pertahanan, Jaka Setiawan, melihat fenomena orang gila serang ulama dan santri di beberapa tempat memilki pola. Jaka menduga, pelaku dibalik penyerangan ini Intelijen yang memiliki kemampuan menggerakkan orang-orang tertentu untuk melakukan operasi terhadap target yang sensitif.

“Kalau saya lihat fenomena ini punya pola kemudian dari sini kita bisa tahu siapa yang punya kapasitas untuk melakukan hal-hal seperti itu. Jadi kalau misalnya kita lihat lembaga atau organisasi yang punya infrastruktur menggerakkan orang-orang khusus untuk melakukan operasi terhadap target yang sensitif, ya intelijen,” ungkapnya kepada Kiblat.net, Sabtu (10/02).

Jaka juga mementahkan teori hal ini dilakukan oleh individu, dan lebih menekankan prilaku tak bermoral ini dilakukan oleh lembaga tertentu, bukannya indvidu.

“Ini memang hanya bisa dilakukan oleh lembaga tertentu. Ketika terjadi penyerangan terhadap ulama di beberapa wilayah, saya langsung berpikir ada yang bermain tentu yang punya kapasitas untuk melakukan hal itu tidak mungkin, dan tidak mungkin juga dilakukan oleh individu, apalagi secara alamiah,” ungkapnya.

Karenanya, hal yang paling memungkinkan melakukan hal itu adalah intelijen, melihat dari infrastrukturnya. Jaka mengungkapkan, dalam banyak kasus keamanan di Indonesia, yang bisa memobilisasi dan menggerakkan orang-orang seperti itu, hanya yang memiliki infrastruktur, dan itu hanya dimiliki intelijen.

Namun, ia mempertanyakan, intelijen pihak manakah yang melakukan serangan terhadap ulama ini, apakah intelijen negara, atau oknum intelijen negara, atau mungkin saja intelijen asing.

BACA JUGA  17 Bus Rombongan Reuni 212 dari Purwokerto Masih Terjebak Macet di Tol Cikampek

Belakangan pun, kata Jaka, intelijen Indonesia terbelah. Intelijen Negara seharusnya bertugas melakukan analisa ancaman terhadap negara. Artinya yang dihadapi adalah musuh negara bukan musuh politik.

“Nah ini kita bisa lihat kalau ada aktor keamanan, misalnya intelijen yang merubah definisi musuh negara menjadi musuh politik, ini berbahaya. Artinya dia sudah masuk ke dalam wilayah politik. Intelijen seharusnya Netral, musuhnya adalah musuh negara bukan musuh politik,” ungkapnya.

“Pemerintahannya mungkin punya musuh politik, tetapi yang namanya musuh negara adalah musuh abadi. Itu semacam keamanan negara dari pihak asing yang mengeksploitasi sumber daya alam,” lanjutnya.

Ia menegaska, bahwa secara historis bisa dilihat, di sektor keamanan yang bisa melakukan hal serupa memanfaatkan orang-orang untuk melakukan tindak kejahatan, dari zaman dulu hingga sekarang, adalah intelijen.

“Jadi saya lihat ada oknum intelijen yang gunakan infrastruktur intelijen untuk kepentingan mengalahkan musuh politiknya,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Intelijen Diduga Dalangi Rentetan Insiden ‘Orang Gila’ Serang Ulama”

  1. Jey

    Anda cerdas…

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Fikih

Gila dan Pura-pura Gila dalam Perspektif Fikih

Di dalam tulisannya Safar Ahmad Al-Hamdani menjelaskan kondisi-kondisi orang yang pura-pura gila. Ada kondisi pura-pura gila diperbolehkan dalam kajian fikih.

Sabtu, 10/02/2018 16:29 0

Amerika

DK PBB Kaji Usulan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

Rancangan resolusi gencatan sementara yang disusun oleh Swedia dan Kuwait itu dibagikan kepada Negara anggota DK PBB yang berjumlah 15 negara pada Jumat.

Sabtu, 10/02/2018 13:14 0

Suara Pembaca

Racun Budaya Valentine

Atas dasar apakah kaum muslim rela diracun dengan budaya liberal berkedok hari kasih sayang?

Sabtu, 10/02/2018 13:14 0

Yaman

Lima Komandan Pemberontak Syiah Hutsi Tewas di Al-Jawf

Lima komandan Syiah Hutsi tewas dalam bentrokan dengan tentara Yaman

Sabtu, 10/02/2018 09:38 0

Suriah

4.000 Keluarga di Ghouta Timur Tinggal di Bunker Bawah Tanah

Lebih dari 4.000 keluarga sipil di Ghouta Timur tinggal di ruang bawah tanah untuk menghindari pemboman

Sabtu, 10/02/2018 08:11 0

Suriah

Ghouta Timur Dibombardir Rezim, Ratusan Warga Suriah Terbunuh

Serangan selama empat hari di Ghouta Timur menyebabkan sedikitnya 200 warga Suriah menianggal dunia

Jum'at, 09/02/2018 21:11 0

Opini

Banjir Lagi, Jakarta Butuh Lebih Dari Sekadar Pemimpin Mumpuni

Banjir sudah menjadi langganan ibu kota. Setiap  pergantian pemimpin, masyarakat tak henti berharap solusi tuntas persoalan banjir. Pertanyaannya, apakah cukup sosok pemimpin mumpuni menyelesaikan banjir Jakarta?

Jum'at, 09/02/2018 17:54 0

Suara Pembaca

Radikalisme Islam, Bahayakah?

Pertanyaannya mengapa jika kata radikalisme disandingkan dengan Islam malah memiliki konotasi negatif?

Jum'at, 09/02/2018 16:12 0

Suriah

Koalisi AS Serang Milisi Assad, untuk Bela Rakyat Suriah?

Sedikitnya 100 milisi pro-rezim Suriah Bashar Assad tewas oleh serangan udara koalisi AS.

Jum'at, 09/02/2018 15:27 0

Investigasi

Penganiaya KH Umar Basri Ikut Shalat Subuh Lalu Teriak: Semuanya di Neraka!

Santri asal Majalengka itu melanjutkan, ketika para jamaah wiridan usai shalat pelaku justru bertingkah aneh dengan menendang kotak kayu tempat azan, sambil mengatakan: ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua).

Jum'at, 09/02/2018 15:25 0

Close