DK PBB Kaji Usulan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan (DK) PBB, Jumat (09/02), dilaporkan sedang mengkaji usulan gencatan menyeluruh di Suriah selama 30 hari. Gencatan ini diusulkan untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan, mengevakuasi korban terluka di daerah terblokade.

Rancangan resolusi gencatan sementara yang disusun oleh Swedia dan Kuwait itu dibagikan kepada Negara anggota DK PBB yang berjumlah 15 negara pada Jumat. Usulan ini dinyatakan diterima jika Sembilan dari seluruh anggota DK PBB menyetujui dan tak ada penggunaan veto oleh lima Negara anggota tetap DK PBB, yaitu Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

PBB pada Selasa menyerukan sebuah gencatan senjata kemanusiaan segera di Suriah selama setidaknya satu bulan. Seruan ini didukung oleh Departemen Luar Negeri dua hari kemudian.

Namun Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nibenzia mengatakan pada hari Kamis: “Ini tidak realistis. Kami ingin melihat gencatan senjata dan mengakhiri perang di Suriah, tapi saya tidak yakin bahwa teroris akan menyetujuinya. “

Sekutu Rusia, Damaskus, telah menggunakan veto sebanyak 11 kali untuk menghadang pergerakan DK PBB k ke Suriah, sejak perang saudara pecah pada tahun 2011. Moskow melindungi rezim Assad di majelis internasional.

Di antara bunyi resolusi gencatan sementara itu, semua pihak harus segera membuka pengepungan di daerah permukiman, termasuk Ghouta timur, Yarmouk (wilayah kontrol oposisi), al-Fawa dan Kafriya (kampung Syiah pendukung Assad).”

BACA JUGA  Donald Trump Pecat Menhan AS Mark Esper

Menurut jadwal, para diplomat di DK PBB mendiskusikan resolusi itu pada Senin mendatang. Tidak jelas apakah Swedia dan Kuwait akan segera mengajukan resolusi itu untuk divoting.

Perlu dicatat, segala upaya diplomatik yang diusulkan untuk permasalahan Suriah selalu gagal. Hak veto yang dimiliki Rusia selalu menjadi penghadang setiap resolusi untuk Negara tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat