4.000 Keluarga di Ghouta Timur Tinggal di Bunker Bawah Tanah

KIBLAT.NET, Damaskus – Pemboman tanpa henti yang dilakukan rezim Assad di Ghouta Timur memaksa ribuan warga tinggal di bunker bawah tanah.

Sebuah LSM internasional, CARE menyatakan serangan membabi buta yang dilakukan rezim Assad membuat pihaknya kesulitan untuk menyalurkan bantuan yang ada.

“Mitra kami mengalami kesulitan bergerak, jadi bagaimana mereka bisa menjangkau orang-orang yang membutuhkan,” kata juru bicara CARE, Joelle Bassoul pada Jum’at (09/02/2018).

Selain menghambat bantuan, penyerangan yang dilakukan rezim Assad ini juga memaksa para relawan untuk menggunakan bunker untuk berlindung.

Bahkan menurut data Save The Children, lebih dari 4.000 keluarga sipil di Ghouta Timur tinggal di ruang bawah tanah untuk menghindari pemboman.

Melihat kondisi itu, Bassoul memperingatkan bahwa tanpa gencatan senjata, serangan rezim ini akan terus menjadi bencana bagi warga sipil. “Jika tidak ada gencatan senjata, jika ini tidak ada yang tersisa, kita tidak bisa membayangkan skala bencana kemanusiaan,” pungkasnya.

Reporter: Dio Alifullah
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat