... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Radikalisme Islam, Bahayakah?

Foto: Radikalisme (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Pada 26 Mei 2017, Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam acara Munas Alim Ulama, Nahdatul Ulama di Lombok, NTB mengingatkan bahwa ada 2 hal penting bagi umat Islam saat ini, yakni radikalisme dan modernisme. Menurutnya, radikalisme ini harus diantisipsi karena radikalisme adalah sebuah pemikiran yang berlebihan, pikirannya cuma satu yaitu surga.

Menurut JK, radikalisme mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Sebagai contoh kejadian pengeboman di Masjid ar-Raudah Mesir. Di samping radikalisme, tantangan lain bagi umat Muslim yaitu modernisme yang memungkinkan hal negatif masuk. Tantangan besar bagi pesantren untuk dapat mengantisipasi para santrinya yang memegang HP bisa jadi mereka akan bertanya banyak pada Google bukan pada kiyai. Selain dua hal tersebut JK pun menambahkan bahwa ketimpangan sosial menjadi permasalahan yang dapat diatasi dengan digalakannya kewirausahaan di kalangan umat Islam.

Dari tantangan-tantangan di atas yang penting disoroti adalah tantangan radikalisme. Radikal secara bahasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip), amat keras dalam menuntut perubahan, maju dalam berfikir dan bertindak. Secara istilah, radikal adalah afeksi atau perasaan terhadap segala sesuatu sampai ke akarnya (Sarlito Wirawan : 2012) sedangkan kata “isme” sendiri memiliki arti sebuah ide atau pemikiran. Jadi ditinjau dari segi bahasa dan istilah, radikalisme memiliki arti yang positif. Pertanyaannya mengapa jika kata radikalisme disandingkan dengan Islam malah memiliki konotasi negatif?

BACA JUGA  Catatan Relawan Solidaritas Muslim di Lokasi Gempa Lombok

Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam terletak pada aturan yang lahir dari Aqidahnya dimana Islam mengatur urusan ibadah ritual, urusan manusia dengan manusia, serta urusan manusia dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam tidak boleh mencukupkan diri dengan melaksanakan ibadah ritual saja namun perlu diperhatikan pula pelaksanaan peraturan manusia dengan manusia (jual beli, sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem pemerintahan, dan lain-lain) serta peraturan manusia dengan dirinya sendiri (makan, minum, berpakaian, dan lain-lain) yang tentunya mengandung kewajiban untuk dilaksanakan. Akibat tidak diterapkannya peraturan Islam secara menyeluruh, maka wajar jika Umat Islam mengalami kemunduran di segala bidang.

Sejarah membuktikan, ketika umat Islam berpegang teguh kepada aturan Allah SWT secara meyeluruh, maka Umat Islam dapat memimpin dunia hingga berabad-abad. Sungguh berbeda dengan realitas Umat Islam saat ini. Maka penting sekali bagi umat Islam agar segera menjadikan Syariah Islam sebagai pedoman hidup baik dalam skala individu, bermasyarakat maupun bernegara.

Oleh karenanya, wajar jika umat Islam memiliki kesadaran hingga tekad yang sangat kuat untuk mengembalikan sistem kehidupan sesuai dengan aturan Allah SWT. Alilh-alih hal tersebut mendapat dukungan positif, justru kesadaran dan tekad akan memperjuangkan kehidupan Islam dicap sebagai “radikalisme” dalam konotasi negatif. Padahal kata radikalisme sendiri mengandung arti positif. Bahkan sudah seharusnya Umat Islam berjuang amat keras demi ditegakkannya hukum-hukum Allah SWT di muka bumi. Wallahu’alam

 

Penulis: Ranti Susanti, Ibu Rumah Tangga

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Koalisi AS Serang Milisi Assad, untuk Bela Rakyat Suriah?

Sedikitnya 100 milisi pro-rezim Suriah Bashar Assad tewas oleh serangan udara koalisi AS.

Jum'at, 09/02/2018 15:27 0

Investigasi

Penganiaya KH Umar Basri Ikut Shalat Subuh Lalu Teriak: Semuanya di Neraka!

Santri asal Majalengka itu melanjutkan, ketika para jamaah wiridan usai shalat pelaku justru bertingkah aneh dengan menendang kotak kayu tempat azan, sambil mengatakan: ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua).

Jum'at, 09/02/2018 15:25 0

Investigasi

Ada Upaya Adu Domba NU-Persis Usai Serangan Orang Gila di Bandung

"Katanya, penganiayaan Ketua Brigade Persis adalah bentuk balas dendam atas penganiayaan KH Umar Basri. Astagfirullah, sampai sejahat itu ingin mengadu-domba umat Islam," ujarnya.

Jum'at, 09/02/2018 14:45 0

Video Kajian

Al-Qur’an Turun Untuk Menyatukan Umat

KIBLAT.NET – Adakalanya seorang yang baru belajar bahasa Arab sedikit saja, ia merasa telah menguasai...

Jum'at, 09/02/2018 11:53 0

Palestina

Menteri Israel Ingin Ubah Masjid Al-Aqsha Jadi Kuil Yahudi

Lebih jauh, Ariel meminta pemerintah Israel untuk mennyatakan kedaulatan penuh atas wilayah Palestina.

Jum'at, 09/02/2018 11:41 0

Feature

Belilah Meski Engkau Tak Butuh, Cerita Inspiratif Seorang Jurnalis

Siang itu kendaraanku terhenti ketika melihat seorang kakek yang tengah beristirahat di pinggir jalan sambil memijit kakinya yang sudah tampak keriput dan rapuh.

Jum'at, 09/02/2018 11:10 0

Suriah

AS: Terjadi Enam Kali Serangan Kimia di Suriah

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia dan meningkatkan serangan menakutkan terhadap warga sipil . Rusia pun diminta menekan rezim Assad menghentikan serangan menggunakan senjata kimia.

Jum'at, 09/02/2018 09:41 0

Rusia

Rusia Kirim Jet Tempur Lebih Canggih ke Suriah

Rusia baru mengetahui pejuang revolusi memiliki rudal Stinger—misil portable anti pesawat yang ditembakkan dari atas pundak— setelah jet tempurnya Su-25 ditembak jatuh di Idlib. Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) mengumumkan bertanggung jawab atas serangan itu.

Jum'at, 09/02/2018 07:44 0

Suriah

Koalisi AS dan Milisi Rezim Assad Bentrok di Deir Zour

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pasukan pendukung Assad "mungkin berusaha mengendalikan ladang minyak di Khasham" di sebelah timur Sungai Efrat di provinsi Deir al-Zour.

Jum'at, 09/02/2018 06:47 0

Suriah

Rusia-Suriah Mengamuk, Angka Kematian Sipil Melonjak

Memasuki hari keempat sejak jatuhnya jet Sukhoi-25 milik Rusia di Idlib, Rusia dan rezim Suriah terus 'mengamuk'. Angka kematian sipil di kawasan yang dikuasai oposisi Suriah meningkat drastis.

Kamis, 08/02/2018 19:53 0

Close