Penganiaya KH Umar Basri Ikut Shalat Subuh Lalu Teriak: Semuanya di Neraka!

KIBLAT.NET – Dalam perjalanan liputan ke Bandung, reporter Kiblat.net berusaha menikmati suasana ibadah di Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong dan mencari informasi lebih banyak dengan bermalam di sana. Beberapa saksi dihadirkan untuk menceritakan kronologis kejadian dan menelisik latar belakang pelaku.

Pada hari Ahad, 28 Januari 2018, adzan shubuh berkumandang seperti biasa. Tak ada yang mengira pagi itu akan menjadi pagi yang kelabu. Segenap santri Al Hidayah melaksanakan shalat shubuh berjamaah dengan diimami oleh Kyai Umar Basri. Salah seorang santri, Muhammad Taha (24) menceritakan shubuh itu ia terlambat datang ke masjid, sehingga tertinggal shalat di belakang Kyai. Ia masbuk dengan kawannya yang tertinggal satu rakaat. Menurutnya ada 5 kejanggalan dalam penyerangan pelaku yang disebut gila itu.

1. Pelaku bertingkah aneh dalam shalat

“Si pelaku diketahui sudah berada di masjid sejak sebelum shubuh dan turut serta menjadi makmum kyai. Tetapi anehnya usai salam dia justru berdiri melanjutkan shalat kembali,” katanya.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat