... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah Zalim Jika Sembarangan Potong Zakat dari Gaji PNS

Foto: Ilustrasi besaran zakat yang harus dikeluarkan

KIBLAT.NET, Jakarta – Rencana pemerintah saat ini tengah menyiapkan keputusan presiden (Keppres) tentang pungutan zakat khusus PNS muslim. Langkah itu dinilai bisa mengarah kepada kezaliman.

Beberapa waktu lalu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melontarkan pernyataan perihal pemungutan zakat khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS. Gaji ASN nantinya akan dipotong sebesar 2,5 persen. Menurutnya, Keppres tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Kami sedang menyiapkan Keppres adanya pungutan zakat khusus, dan ini hanya berlaku bagi ASN atau PNS muslim,” kata Lukman di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (05/02/2018).

Dia menamabahkan aturan itu tak bersifat wajib. Lukman mengatakan jika PNS atau ASN tidak bersedia gajinya dipotong, mereka boleh mengajukan keberatan.

Menanggapi wacana itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut langkah pemotongan gaji itu bisa zalim. Pasalnya, zakat harus memperhatikan penghasilan yang sudah mencapai nishab atau batas penghasilan pertahun.

“Bila tidak mencapai nishab dia tidak wajib membayar zakat, justeru ketika negara memotong gaji PNS sembarangan tanpa tebang pilih mana yang mencapai nishab atau tidak, maka itu jelas perbuatan zalim terhadap PNS,” kata Dahnil melalui pernyataan tertulis, Rabu (07/02/2018).

Dahnil menyebut pemotongan gaji PNS tanda memperhatikan nisahab bisa dilakukan jika dikategorikan sedekah. Meski begitu, sedekah tentu dengan kesukarelawanan dan tidak ada paksaan.

BACA JUGA  Jangkau Korban Gempa Maluku, Wahdah Peduli Gunakan Perahu Motor

Dahnil memperingatkan pemerintah untuk berhati-hati ketika membuat kebijakan pemotongan gaji PNS atas nama untuk pembayaran zakat tersebut. “Jangan sampai PNS-PNS yang tidak wajib zakat pun dipotong penghasilannya, itu justru membuat negara berlaku dzalim kepada karyawannya sendiri,” imbunnya.

Setelah menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin segera memberikan klarifikasi. Dia beralasan dikeluarkannya Perppres zakat ASN sebagai upaya pemerintah memfasilitasi zakat bagi aparatur pemerintah.

“Yang perlu digarisbawahi, tidak ada kata kewajiban. Yang ada, pemerintah memfasilitasi, khususnya ASN muslim untuk menunaikan kewajibannya berzakat. Zakat adalah kewajiban agama,” kata Menag dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Rabu (07/02/2018).

Lukman menjelaskan, ada dua prinsip dasar dari rancangan Keppres tersebut. Pertama, fasilitasi negara sehingga tidak ada kewajiban, apalagi paksaan. “Bagi ASN muslim yang keberatan gaji nya disisipkan sebagai zakat, bisa menyatakan keberatannya. Sebagaimana ASN yang akan disisipkan penghasilannya sebagai zakat, juga harus menyatakan kesediaannya,” kata Menag.

“Jadi ada akad. Tidak serta merta pemerintah memotong atau menghimpun zakatnya,” sambungnya.

Prinsip kedua, kebijakan ini hanya berlaku bagi ASN muslim. Sebab, Pemerintah perlu memfasilitasi ASN muslim untuk menunaikan kewajibannya. Kewajiban itu tentunya bagi ASN Muslim yang pendapatannya sudah mencapai nishab (batas minimal penghasilan yang wajib dibayarkan zakatnya).

“Mereka yang penghasilannya tidak sampai nishab, tidak wajib berzakat. Jadi ada batas minimal penghasilan yang menjadi tolak ukur. Artinya ini juga tidak berlaku bagi seluruh ASN muslim,” terangnya.

BACA JUGA  Produksi S-400 Bareng Rusia, Turki Tak Khawatir Sanksi AS?

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Radikalisme Islam, Bahayakah?

Pertanyaannya mengapa jika kata radikalisme disandingkan dengan Islam malah memiliki konotasi negatif?

Jum'at, 09/02/2018 16:12 0

Suriah

Koalisi AS Serang Milisi Assad, untuk Bela Rakyat Suriah?

Sedikitnya 100 milisi pro-rezim Suriah Bashar Assad tewas oleh serangan udara koalisi AS.

Jum'at, 09/02/2018 15:27 0

Investigasi

Penganiaya KH Umar Basri Ikut Shalat Subuh Lalu Teriak: Semuanya di Neraka!

Santri asal Majalengka itu melanjutkan, ketika para jamaah wiridan usai shalat pelaku justru bertingkah aneh dengan menendang kotak kayu tempat azan, sambil mengatakan: ieu mah pinerakaeun, nu di dieu mah pinerakaeun kabeh (ini mah neraka, yang di sini neraka semua).

Jum'at, 09/02/2018 15:25 0

Investigasi

Ada Upaya Adu Domba NU-Persis Usai Serangan Orang Gila di Bandung

"Katanya, penganiayaan Ketua Brigade Persis adalah bentuk balas dendam atas penganiayaan KH Umar Basri. Astagfirullah, sampai sejahat itu ingin mengadu-domba umat Islam," ujarnya.

Jum'at, 09/02/2018 14:45 0

Video Kajian

Al-Qur’an Turun Untuk Menyatukan Umat

KIBLAT.NET – Adakalanya seorang yang baru belajar bahasa Arab sedikit saja, ia merasa telah menguasai...

Jum'at, 09/02/2018 11:53 0

Palestina

Menteri Israel Ingin Ubah Masjid Al-Aqsha Jadi Kuil Yahudi

Lebih jauh, Ariel meminta pemerintah Israel untuk mennyatakan kedaulatan penuh atas wilayah Palestina.

Jum'at, 09/02/2018 11:41 0

Feature

Belilah Meski Engkau Tak Butuh, Cerita Inspiratif Seorang Jurnalis

Siang itu kendaraanku terhenti ketika melihat seorang kakek yang tengah beristirahat di pinggir jalan sambil memijit kakinya yang sudah tampak keriput dan rapuh.

Jum'at, 09/02/2018 11:10 0

Suriah

AS: Terjadi Enam Kali Serangan Kimia di Suriah

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia dan meningkatkan serangan menakutkan terhadap warga sipil . Rusia pun diminta menekan rezim Assad menghentikan serangan menggunakan senjata kimia.

Jum'at, 09/02/2018 09:41 0

Rusia

Rusia Kirim Jet Tempur Lebih Canggih ke Suriah

Rusia baru mengetahui pejuang revolusi memiliki rudal Stinger—misil portable anti pesawat yang ditembakkan dari atas pundak— setelah jet tempurnya Su-25 ditembak jatuh di Idlib. Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) mengumumkan bertanggung jawab atas serangan itu.

Jum'at, 09/02/2018 07:44 0

Suriah

Koalisi AS dan Milisi Rezim Assad Bentrok di Deir Zour

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pasukan pendukung Assad "mungkin berusaha mengendalikan ladang minyak di Khasham" di sebelah timur Sungai Efrat di provinsi Deir al-Zour.

Jum'at, 09/02/2018 06:47 0

Close