... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Koalisi AS dan Milisi Rezim Assad Bentrok di Deir Zour

Foto: Mobil militer Amerika Serikat di Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Deir Zour – Koalisi pimpinan AS mengatakan, Kamis (08/02), miiliternya dan sekutu lokal di Suriah meluncurkan serangan udara dan artileri menargetkan pasukan pendukung rezim Assad pada Rabu malam untuk menghadang serangan “yang tidak dapat dibenarkan” di dekat Sungai Efrat.

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pasukan pendukung Assad “mungkin berusaha mengendalikan ladang minyak di Khasham” di sebelah timur Sungai Efrat di provinsi Deir al-Zour.

Pasukan yang terlibat dalam serangan ini sekitar 500 militan yang didukung oleh artileri dan tank serta peluncur dan mortir multi-roket. Pejabat itu mengklaim, sedikitnya 100 pasukan penyerang tewas akibat serangan ini.

Media rezim Suriah mengatakan bahwa puluhan tewas dan luka-luka akibat gempuran koalisi AS. Sementara itu, seorang komandan milisi koalisi pendukung rezim Assad mengatakan bahwa jumlah korban di pihaknya hanya tujuh tewas dan 27 luka-luka.

Dalam sebuah surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diterbitkan oleh Kantor Berita Arab Suriah (SANA), Kementerian Luar Negeri Suriah menggambarkan serangan tersebut sebagai “kejahatan perang” dan menyerukan “pembubaran aliansi ini”.

“Kami menuntut (masyarakat internasional) untuk mengutuk pembantaian ini dan untuk menahan koalisi internasional yang bertanggung jawab atas hal tersebut,” kata kementerian tersebut.

Amerika ke Suriah: Kami tidak ingin konflik

Juru bicara Pentagon Dana White menekankan bahwa serangan yang diluncurkan pasukannya itu murni serangan bertahan.

BACA JUGA  Pertempuran Meletus antara Militer Turki dan Suriah

“Kami tidak mencari konflik dengan rezim (Suriah),” katanya dalam sebuah penjelasan mengenai tanggapan koalisi terkait serangan itu dalam sebuah konferensi pers.

Namun insiden tersebut menyoroti meningkatnya ketegangan di Suriah di tengah laporan senjata kimia Suriah yang digunakan di bagian lain negara tersebut.

Pada bagiannya, Rusia mengatakan bahwa pasukan pendukung rezim itu mengalami serangan saat meluncurkan operasi pengintaian. Mereka tidak mengoordinasikan sebelumnya operasi itu kepada Rusia.

Rusia dan AS sendiri terus menjalin komunikasi dengan Rusia untuk mencegah pertempuran antara pasukan yang didukung masing-masing. Kesepakatan-kesepakatan antara keduanya untuk memuluskan kepentingan kedua pihak.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sambangi Ormas Islam, Tito Karnavian Bicara Tahun Politik

Kedatangan Tito bersama dengan rombongan Mabes Polri rupanya tidak hanya sebatas bersilaturahmi saja.

Kamis, 08/02/2018 17:19 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar Islam Bicara Valentine’s Day di Bekasi

Anda tentu sudah tak asing dengan kata satu ini. Valentine’s Day. Saya yakin, kata tersebut sudah kian marak terdengar di telinga Anda selama hidup. Hari Valentine di mata banyak orang, diidentikkan dengan hari kasih sayang.

Kamis, 08/02/2018 16:02 0

Suara Pembaca

Darurat Bencana, Ada Apa Dengan Indonesia?

Maraknya bencana yang beruntun menimpa negeri gemah ripah loh jinawi ini patut untuk kita renungi. Sebagai seorang muslim kita harus menggunakan kacamata keimanan dalam menyikapi setiap kejadian, termasuk bencana yang kini terjadi.

Kamis, 08/02/2018 15:25 0

Indonesia

Lagi, Masjid At-Tawakkal Bandung Disambangi Orang Gila Berpisau

Ujang menuturkan, awalnya dia hanya mendapat laporan dari pekerja bangunan yang sedang merenovasi masjid bahwa ada seorang dengan gerak-gerik mencurigakan.

Kamis, 08/02/2018 14:40 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Umat Harus Jaga Ulamanya

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), ustadz Zaitun Rasmin meminta segenap masyarakat untuk menjaga ulama di sekitarnya setelah maraknya kasus 'orang gila' yang menyerang sejumlah ustadz dan santri.

Kamis, 08/02/2018 14:34 0

Indonesia

Laporan Perjalanan Wartawan JITU ke Agats: Kota Tanpa Polusi

Penggunaan motor listrik juga berimbas pada tingkat kebisingan kota. Meskipun banyak kendaraan berseliweran, tetapi bisa di bilang jalanan di Agats adalah jalanan paling sunyi. Tak ada suara bising dari tarikan gas pengendara. Jika tak hati-hati, pejalan kaki bisa bertabrakan dengan pengendara.

Kamis, 08/02/2018 14:12 0

Indonesia

Laporan Perjalanan Wartawan JITU ke Agats: Mereka Hidup di Atas Rawa

Aktifitas Dermaga Agats cukup ramai. Lalu lintas kapal kecil mondar-mandir di sekitar dermaga, mengangkut barang bawaan atau  penumpang yang akan pergi dan datang dari Agats.

Kamis, 08/02/2018 13:55 0

Indonesia

Lika-liku Perjalanan Wartawan JITU Menembus Agats

Selasa (6/2/2018) siang rombongan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan wartawan dari Jurnalis Islam bersatu (JITU) tiba di Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Rombongan berangkat dari bandara lama Mozes Kilangin, Timika.

Kamis, 08/02/2018 13:33 0

Indonesia

Safari ke Ormas Islam, Kapolri Enggan Disebut Ada Niat Politik

Pasca potongan video pidatonya viral, Kapolri Tito Karnavian melakukan kunjungan ke sejumlah Ormas Islam, diantaranya adalah MOI (Majelis Ormas Islam) dan LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam).

Kamis, 08/02/2018 13:14 1

Investigasi

Kyai Umar Basri, Korban Teror Orang Gila Alami Trauma

Wartawan menanyakan langsung kepada Kyai akan kabarnya, Kyai mengatakan dirinya sehat alhamdulilah dan menghaturkan terimakasih atas kunjungannya. Namun, kala wartawan mencoba menanyakan perihal musibah yang dialaminya kang Aceng menangis sembari merintih sakit mengusap wajahnya

Kamis, 08/02/2018 13:06 0

Close