... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Belilah Meski Engkau Tak Butuh, Cerita Inspiratif Seorang Jurnalis

Foto: Abah Ato berjualan sayur.

KIBLAT.NET, Cimahi – Siang itu kendaraanku terhenti ketika melihat seorang kakek yang tengah beristirahat di pinggir jalan sambil memijit kakinya yang sudah tampak keriput dan rapuh. Perjalananku untuk meliput sebuah peristiwa di Kawasan Melong, kota Cimahi pada Selasa (30/01/2018) lalu, harus kutunda dulu demi berbincang dengan sang kakek.

Terlihat di samping sang kakek ada beberapa jenis sayuran yang dikemas dalam sebuah keranjang, lengkap dengan alat pikulnya. Pertanyaan demi pertanyaan aku lontarkan padanya, hingga beberapa saat kemudian perbincangan di antara kami mulai cair. Tampaknya sang kakek sedang beristirahat karena terlalu capek setelah berkilo-kilometer berjalan kaki menjajakan sayur dagangannya.

Dialah Abah Ato, asal kampung Cikuya, desa Lagadar, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dirinya kini berusia 70 tahun. Meskipun usianya kini sudah sepuh, dirinya masih bertekad tetap mencari nafkah untuk istrinya yang kini berusia 65 tahun.

“Saya jualan sayur, ini juga jualin sayur orang, kalau bertani udah gak kuat,” jelasnya kepadaku.

Namun dirinya tidak setiap hari beruntung, terkadang sayuran yang dijualnya tidak habis terjual. Kepiawaiannya berjualan tidak seperti dulu lagi. Meski berjalan puluhan kilometer memikul sayur jualannya kenyataannya jarang yang ingin membeli sayurnya. Entah kenapa, namun sayuran di warung ataupun di supermarket nampaknya lebih memikat hati masyarakat dibandingkan sayuran jualan Abah Ato, ataupun sayuran pedagang kaki lima lainnya.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

Untuk berjualan dengan berjalan puluhan kilo dalam sehari, nyatanya Abah hanya mampu membawa pulang rupiah sekitar 20 hingga 40 ribu rupiah. Miris memang, namun itulah kenyataan lansia di negeri ini, yang seharusnya mendapat perlindungan.

Kendati sayurannya tidak habis terjual, Abah Ato tak berputus asa begitu saja. Dia tidak hanya sekedar mengharapkan rupiah, lebih dari itu pahala sebagai bekal akhiratlah yang diharapakannya.

Sayuran yang tidak habis terjual, dibagikannya kepada para tetangga maupun orang yang membutuhkan. Harapannya tidak lain hanyalah ridha Allah SWT.

“Kadang-kadang 20 kadang 40 ribu juga, kalau tidak habis dijual dibagikan saja sama orang-orang,” jelasnya sembari memijit kakinya.

Saat itu, jualan sang kakek terlihat masih banyak yang belum terjual. Dari sini, rasa iba dan ingat pada orang tua sendiri terus menyelimuti hati ini, hingga akhirnya kukeluarkan selembar rupiah dengan nominal paling tinggi yang kupunya. Kusodorkan padanya dengan dengan alasan ingin membeli sayur sang kakek, meski saat itu sedang tidak butuh sayuran.

Raut bahagia nampak terlihat di wajah sang kakek setelah kusodorkan uang tersebut. Dengan tergesa-gesa sang kakek mengambilkan sayur sayuran miliknya, meski tak tahu lagi berapa harga satu ikatnya.

Namun nampaknya sang kakek juga tidak memiliki kantong kresek atau kantong plastik untuk tempat sayuran tersebut. Hingga akupun terdorong untuk membelikan sang kakek kantong kresek guna mempermudahnya berjualan.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

Dalam hati kuniatkan semoga bisa menjadi amal kebaikan, sekaligus menjadi pelajaran bagi diri ini, betapa pentingnya memperhatikan orang tua di kala mereka memasuki usia senja.

Akhirnya terpikir olehku untuk segera menghubungi orang tua di seberang pulau sana. Baru kusadari kesibukan terkadang membuat lalai diri ini hanya untuk menanyakan kabar mereka.

Nampaknya sang kakek sadar jika dirinya tidak memiliki kembalian, hingga menanyakan padaku, adakah uang yang pas.

“Ini gimana kembalinya Jang, ada uang pas saja?” tanyanya padaku. “Kembalinya buat kakek saja, semoga bermanfaat untuk kakek ya,” jawabku.

Doa kebaikan sang kakek pun terulus kepadaku. “Terima kasih nak, semoga rejekinya dimudahkan, diberi umur yang panjang,” katanya.

Satu hal yang teringat dalam benakku, sang kakek rela berjalan kaki demi mendapat rezeki yang halal. Dengan baju koko dan celananya yang lusuh, dirinya masih mau mencari rezeki yang halal dan tidak meminta-minta di pinggir jalan, seperti orang kebanyakan.

Bagiku selembar rupiah masih mudah aku dapatkan. Namun bagi sang kakek, 20 ribu rupiah pun sangat berharga dan harus berjalan puluhan kilo untuk mendapatkannya. Jika melihat yang seperti ini, belilah meski sebenarnya Engkau sedang tidak butuh.

Reporter: Saifal
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

AS: Terjadi Enam Kali Serangan Kimia di Suriah

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia dan meningkatkan serangan menakutkan terhadap warga sipil . Rusia pun diminta menekan rezim Assad menghentikan serangan menggunakan senjata kimia.

Jum'at, 09/02/2018 09:41 0

Rusia

Rusia Kirim Jet Tempur Lebih Canggih ke Suriah

Rusia baru mengetahui pejuang revolusi memiliki rudal Stinger—misil portable anti pesawat yang ditembakkan dari atas pundak— setelah jet tempurnya Su-25 ditembak jatuh di Idlib. Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) mengumumkan bertanggung jawab atas serangan itu.

Jum'at, 09/02/2018 07:44 0

Suriah

Koalisi AS dan Milisi Rezim Assad Bentrok di Deir Zour

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pasukan pendukung Assad "mungkin berusaha mengendalikan ladang minyak di Khasham" di sebelah timur Sungai Efrat di provinsi Deir al-Zour.

Jum'at, 09/02/2018 06:47 0

Suriah

Rusia-Suriah Mengamuk, Angka Kematian Sipil Melonjak

Memasuki hari keempat sejak jatuhnya jet Sukhoi-25 milik Rusia di Idlib, Rusia dan rezim Suriah terus 'mengamuk'. Angka kematian sipil di kawasan yang dikuasai oposisi Suriah meningkat drastis.

Kamis, 08/02/2018 19:53 0

Indonesia

Sambangi Ormas Islam, Tito Karnavian Bicara Tahun Politik

Kedatangan Tito bersama dengan rombongan Mabes Polri rupanya tidak hanya sebatas bersilaturahmi saja.

Kamis, 08/02/2018 17:19 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar Islam Bicara Valentine’s Day di Bekasi

Anda tentu sudah tak asing dengan kata satu ini. Valentine’s Day. Saya yakin, kata tersebut sudah kian marak terdengar di telinga Anda selama hidup. Hari Valentine di mata banyak orang, diidentikkan dengan hari kasih sayang.

Kamis, 08/02/2018 16:02 0

Afghanistan

Pengamanan Ibukota Afghanistan Lebih Diperketat

Tahap pertama fokus pada daerah yang paling berisiko. Daerah-daerah ini mencakup kompleks kantor diplomat asing di daerah Wazir Akhbar Khan

Kamis, 08/02/2018 15:30 0

Suara Pembaca

Darurat Bencana, Ada Apa Dengan Indonesia?

Maraknya bencana yang beruntun menimpa negeri gemah ripah loh jinawi ini patut untuk kita renungi. Sebagai seorang muslim kita harus menggunakan kacamata keimanan dalam menyikapi setiap kejadian, termasuk bencana yang kini terjadi.

Kamis, 08/02/2018 15:25 0

Indonesia

Lagi, Masjid At-Tawakkal Bandung Disambangi Orang Gila Berpisau

Ujang menuturkan, awalnya dia hanya mendapat laporan dari pekerja bangunan yang sedang merenovasi masjid bahwa ada seorang dengan gerak-gerik mencurigakan.

Kamis, 08/02/2018 14:40 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Umat Harus Jaga Ulamanya

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), ustadz Zaitun Rasmin meminta segenap masyarakat untuk menjaga ulama di sekitarnya setelah maraknya kasus 'orang gila' yang menyerang sejumlah ustadz dan santri.

Kamis, 08/02/2018 14:34 0

Close