... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan Perjalanan Wartawan JITU ke Agats: Mereka Hidup di Atas Rawa

Foto: Anak-anak Agats

KIBLAT.NET – Pukul 14.40 WIT, Selasa (6/2/2018) speed boat yang mengantar relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan wartawan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang turut dalam rombongan kemanusiaan tiba di Bandara Ewer. Kami pun segera berangkat ke Agats lewat Sungai Asewet. Perahu adalah sarana transportasi utama untuk mencapai kota. Perjalanan ke Dermaga Agats memakan waktu sekitar 20 menit. Sungai Asewet bermuara ke laut Arafura.

Aktifitas Dermaga Agats cukup ramai. Lalu lintas kapal kecil mondar-mandir di sekitar dermaga, mengangkut barang bawaan atau  penumpang yang akan pergi dan datang dari Agats.

Anak-anak tengah asyik berenang saat kami tiba. Mereka tertawa dan berteriak-teriak. Terlebih saat saya mengarahkan kamera. Mereka berloncatan ke sana kemari, seakan ingin aksi “lompat indah” terbaiknya terabadikan di kamera saya.

Di dalam kota, seluruh bangunan dibuat dengan desain panggung. Mulai dari rumah, pasar, pertokoan, kantor pemerintahan, hingga lapangan sepak bola. Bahan bangunan terbuat dari kayu. Di bawahnya air menggenang dan berlumpur.

Tanah yang kosong ditumbuhi rumput-rumput liar dan pohon mangrove. Sampah dan botol-botol bekas tak jarang menumpuk. Desain panggung dipilih untuk menghindari rendaman air jika laut pasang.

Air bersih sangat sulit di dapat di sini. Untuk kebutuhan sehari-hari warga memanfaatkan air hujan. Banyak warga memiliki tandon air berukuran besar yang dipasang di tempat-tempat strategis, ada yang di halaman, belakang rumah atau membuat tower. Hujan benar-benar sebuah berkah bagi kota ini.

BACA JUGA  KSHUMI Nilai Ceramah Salib Ustadz Abdul Somad Tak Bisa Dipidana

Memasang selang di atap rumah dan mengalirkannya ke toren adalah salah satu cara memaksimalkan tampungan. Banyak warga memiliki lebih dari satu tandon, terutama penginapan dan fasilitas publik seperti masjid. Untuk kebutuhan minum dan masak, warga lebih memilih air mineral kemasan.

Di ibu kota, harga relatif bersaing dengan di luar Agats. Air kemasan 1,5 liter yang saya beli dihargai Rp10.000. Sementara kebutuhan listrik sudah mengalir di sini, PLN punya kerja.

Profesi warga Agats terbilang beragam, kebanyakan nelayan. Ada juga tukang ojek, kuli panggul, tukang angkut, supir kapal, dan pedagang. Jasa penginapan juga tersedia di sini, termasuk calo-nya.

Agats Malam Hari

Jika malam tiba, ibu kota berangsur angsur sepi. Kecuali di Jalan Yos Sudarso. Jalan itu layaknya Kemang di Jakarta atau Malioboro di Yogyakarta. Warga lalu lalang untuk sekadar “cari angin”, “cuci mata” mencari makan malam atau sekadar jajan. Keramaian mulai reda dari jam 21 .00 ke atas.

Patut diperhatikan, hati-hati bila keluar malam di atas jam 21.00. Menurut penuturan warga setempat, di atas jam tersebut adalah jam rawan kejahatan. Apalagi untuk turis atau pendatang.

Suasana Agats saat malam hari.

Damai, itulah gambaran suasana Agats malam hari. Biasanya, warga suka keluar ke jalanan di depan rumah untuk sekadar bercengkrama maupun tidur-tiduran menikmati malam. Bintang-bintang terlihat jelas, kebetulan malam ini langit sedang cerah.

BACA JUGA  BHF: Keterangan Saksi JPU di Sidang Ricuh 21-22 Mei Lemah

 

Penulis: Suandri Ansyah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Investigasi

Kyai Umar Basri, Korban Teror Orang Gila Alami Trauma

Wartawan menanyakan langsung kepada Kyai akan kabarnya, Kyai mengatakan dirinya sehat alhamdulilah dan menghaturkan terimakasih atas kunjungannya. Namun, kala wartawan mencoba menanyakan perihal musibah yang dialaminya kang Aceng menangis sembari merintih sakit mengusap wajahnya

Kamis, 08/02/2018 13:06 0

Suara Pembaca

Pemuda Penjaga Syariat Ini Terpisah dari Keluarga, Mari Bantu!

KIBLAT.NET, Klaten – Dakwah Islam adalah sebuah amal yang menyeluruh. Tidak hanya berputar pada pengajian...

Kamis, 08/02/2018 11:48 0

Video Kajian

Apakah Mati dalam Khusnul Khatimah Bisa Disiapkan?

KIBLAT.NET – Apakah Mati dalam Khusnul Khatimah Bisa Disiapkan? Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan...

Kamis, 08/02/2018 11:45 1

Video Kajian

Enam Jebakan Iblis, Sebagian Anda Lakukan Tanpa Sadar!

KIBLAT.NET – Enam Jebakan Iblis, Sebagian Anda Lakukan Tanpa Sadar! Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, ketika menggoda...

Kamis, 08/02/2018 10:54 0

Amerika

AS Ingin Taliban Duduk di Meja Perundingan

Wakil Menteri Luar Negeri AS, John Sullivan, mengatakan pada Selasa (06/02) bahwa negaranya masih berharap untuk mendorong Taliban ke meja perundingan dalam rangka membicarakan solusi politik konflik di Afghanistan.

Kamis, 08/02/2018 09:23 0

News

Temui Ormas Islam di DDII, Tito Cerita Sering Shalat di Masjid Al-Furqan

"Saya sengaja silaturahmi kepada Majelis Ormas Islam di Dewan Dakwah. Saya pribadi jujur saja memang belum terlalu dekat dengan dewan dakwah, secara personal, semenjak menjadi kapolri belum pernah ke DDII, dan MOI, meskipun saya sudah beberapa di antaranya saya kenal," ungkap Kapolri, Rabu (07/02/2018).

Kamis, 08/02/2018 08:40 1

Profil

Amatullah Al-Masriyyah, Muslimah dalam Tiga Medan Jihad

Setelah tumbuh dan berkembang di Afganistan, Muslimah yang bernama Amatullah Al-Mashriyyah ikut dengan suaminya ke Yaman. Namun dia dan keluarga kembali lagi ke Afganistan

Kamis, 08/02/2018 05:32 0

Amerika

Mahalnya Ongkos Perang dan Mimpi Rekonsiliasi AS di Afghanistan

Empat puluh lima miliar dolar Amerika. Itulah ongkos yang harus dikeluarkan Amerika Serikat dalam perang di Afghanistan menurut Pentagon. Tanpa batas akhir, nominal itu diperkirakan akan terus naik yang diambil dari hasil pajak negara.

Rabu, 07/02/2018 17:37 0

Suriah

FSA Tahan Dua ‘Delegasi Oposisi’ di Perundingan Sochi

Faksi Free Syrian Army (FSA) di selatan menahan dua petinggi oposisi karena berpartisipasi dalam perundingan Sochi di Rusia.

Rabu, 07/02/2018 15:28 0

Rusia

Kembalinya Mayat Pilot Su-25 ke Rusia Sisakan Misteri

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa mayat Roman Filipov, pilot Su-25 yang tewas di Idlib telah dikembalikan melalui bantuan intelijen Turki.

Rabu, 07/02/2018 13:45 0

Close